Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dari 415 Pendaftar, Seleksi Paskibraka Banjarnegara Sisakan 75 Terbaik

75 Pelajar Bertarung Menuju Paskibraka75 Pelajar Bertarung Menuju Paskibraka
BACK UP: Para peserta seleksi Paskibraka saat melakukan tes Kesehatan dan parade di Stadion Kolopaking Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Proses Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 di Kabupaten Banjarnegara semakin memanas.

Dimulai sejak Maret, proses seleksi ini menerapkan sistem gugur yang ketat. Dari total 415 pendaftar, hanya 294 peserta yang berhasil lolos administrasi awal.

Namun, angka tersebut terus berkurang seiring dengan pelaksanaan tes kesehatan dan parade, hingga saat ini hanya tersisa 75 peserta terbaik yang terdiri dari 45 putra dan 30 putri.

Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Dwi Andri Setiyono menjelaskan bahwa seleksi ini memiliki makna lebih dalam dibandingkan sekadar pemilihan pengibar bendera untuk upacara peringatan Hari Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus.

Menurutnya, “Ini bukan hanya soal baris-berbaris. Paskibraka menjadi tempat menempa mental, fisik, dan karakter. Banyak dari mereka memang punya cita-cita masuk TNI atau Polri.”

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberadaan Paskibraka berfungsi sebagai wadah pengembangan diri bagi para anggotanya.

Para peserta yang berhasil lolos ke tahap ini harus menjalani serangkaian tes fisik yang cukup menantang.

Tes tersebut meliputi lari selama 12 menit, pull-up, sit-up, push-up, serta shuttle run.

Semua ini menjadi penentu siapa yang layak untuk melaju ke tahap selanjutnya. Dwi Andri Setiyono menambahkan, “Hari ini sudah masuk perankingan 75 besar. Selanjutnya, mereka akan menghadapi tes wawancara minat bakat dan kepribadian.”

Proses tersebut tidak hanya menuntut kemampuan fisik tetapi juga mental dan kesiapan pribadi setiap peserta.

Di balik statistik dan tes yang ketat ini terdapat beragam cerita ambisi dan harapan dari para peserta.

Salah satunya adalah Fatih, seorang siswa asal Karangkobar yang mengungkapkan bahwa seleksi ini adalah ajang pembuktian diri bagi dirinya.

“Saya ingin melatih fisik dan mental sejak sekarang. Targetnya nanti bisa lanjut ke akademi militer,” ungkap Fatih dengan penuh semangat.

Harapan Fatih mencerminkan tekad banyak remaja lainnya yang mengikuti seleksi ini.

Peserta lain dari Wanayasa bernama Arsi Givo juga memiliki pandangan serupa mengenai Paskibraka.

Dia melihat kesempatan ini sebagai batu loncatan menuju masa depan yang lebih cerah.

“Selain bangga bisa ikut seleksi, ini juga bekal untuk ke depan, terutama kalau ingin masuk kepolisian,” katanya dengan optimis.

Sebuah refleksi dari harapan generasi muda untuk dapat berkontribusi lebih besar bagi negara melalui jalur ketentaraan atau kepolisian.

Dwi Andri Setiyono mengungkapkan bahwa pengalaman menjadi anggota Paskibraka membawa nilai tambah tersendiri bagi para peserta.

Sertifikat yang diperoleh setelah menyelesaikan seleksi sering kali dianggap sebagai pertimbangan penting dalam proses penerimaan di institusi militer maupun kepolisian di kemudian hari.

“Ini jadi nilai plus. Banyak orang tua dan sekolah juga sangat mendukung karena manfaatnya nyata,” tuturnya.

Keberlanjutan proses seleksi ini tidak hanya menentukan siapa yang akan mewakili Banjarnegara di tingkat provinsi tetapi juga menciptakan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.

Kesbangpol Banjarnegara menargetkan untuk mengirim satu pasang putra-putri terbaik dari daerah tersebut untuk mengikuti seleksi Paskibraka di tingkat Jawa Tengah.

Melihat persaingan yang kian ketat dalam seleksi tahun ini, jelas terlihat betapa seriusnya para calon anggota Paskibraka dalam mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan yang ada di depan mereka.

Tak hanya sekadar mengikuti tren atau program sekolah, tetapi juga sebagai langkah awal menuju cita-cita mereka masing-masing.

Persaingan dalam seleksi Paskibraka tidak hanya tentang kemampuan fisik semata namun juga tentang kesiapan mental dan karakter yang kuat.

Hal inilah yang membuat proses seleksi menjadi lebih bermakna bagi setiap peserta.

Ketika berbicara tentang Paskibraka, kita tidak hanya membicarakan tentang barisan pengibar bendera pada hari kemerdekaan tetapi juga tentang bagaimana generasi muda kita dibentuk untuk menjadi pribadi-pribadi tangguh dan bertanggung jawab.

Tentu saja, perjalanan menuju pemilihan akhir di tingkat provinsi masih panjang dan penuh tantangan bagi para peserta Paskibraka Banjarnegara saat ini.

Mereka akan terus berjuang melalui berbagai tes lanjutan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan juri dan panitia seleksi. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Petani Gunakan Benih Umur Pendek

80 Persen Lahan Sudah Ditanami, Petani Cilacap Antisipasi Kekeringan

Berita Selanjutnya
Janice Tjen Tunda Debut di Rouen

Janice Tjen Cedera Pergelangan Kaki, Absen di Open de Rouen