Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Longsor Banjarnegara Putus Jalan Wanayasa–Pagentan, Akses Warga Terganggu

Longsor Putus Jalur Wanayasa–PagentanLongsor Putus Jalur Wanayasa–Pagentan
LONGSOR: Penampakan longsor yang mengakibatkan akses jalur Wanayasa-Pagentan terputus

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Pergerakan tanah yang terjadi di Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, saat ini telah menimbulkan kekhawatiran yang signifikan bagi keselamatan warga dan akses transportasi vital.

Jalan kabupaten yang menjadi penghubung utama menuju Kecamatan Pagentan kini mengalami kerusakan parah setelah badan jalan patah dan tertimbun longsor.

Kejadian ini tidak hanya memutus akses, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas harian masyarakat setempat.

Tanpa adanya kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, yang dapat melintas, warga terpaksa mencari rute alternatif untuk melakukan berbagai aktivitas penting.

Akibat putusnya akses utama tersebut, dampaknya terasa luas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Aktivitas seperti perjalanan anak-anak ke sekolah dan distribusi kebutuhan pokok menjadi terganggu.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Banjarnegara, Junaidi, mengungkapkan bahwa pergerakan tanah di lokasi masih berlangsung aktif dan berpotensi meluas.

“Kejadiannya berada tepat di bawah permukiman warga, sekitar 200 meter dari rumah mereka. Ini adalah jenis rayapan tanah yang bergerak turun dan berdampak langsung ke badan jalan penghubung Wanayasa dan Pagentan,” jelas Junaidi pada Jumat (17/4).

Junaidi juga menjelaskan bahwa material longsoran mencapai panjang sekitar 50 hingga 60 meter.

Dengan kondisi tanah yang sangat labil di sekitar lokasi, situasi masih belum aman untuk dilalui.

Intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir semakin memperburuk keadaan.

Air yang meresap ke dalam tanah mempercepat pergerakan tanah dan meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan.

“Sebenarnya jalan itu masih bisa digunakan, tetapi tidak untuk saat ini. Tanah masih bergerak dan belum stabil. Jika dipaksakan justru bisa berbahaya,” tambahnya.

Selain memutus akses jalan, ancaman longsor juga mengintai permukiman warga yang berada di dekat lokasi kejadian.

Setidaknya lima rumah dengan total sekitar 20 jiwa penghuni berada dalam zona rawan longsor tersebut.

Warga yang tinggal di area berisiko telah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan mereka.

Mereka juga diimbau untuk mengosongkan rumah terutama saat hujan turun demi menghindari risiko korban jiwa jika terjadi longsor susulan.

Sebagai langkah penanganan sementara, BPBD bersama pemerintah setempat telah menyiapkan jalur alternatif untuk membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas penting mereka.

“Untuk sementara kami arahkan lewat jalur Keranggian, terutama untuk aktivitas penting seperti sekolah. Nanti kalau kondisi sudah aman dan tidak ada pergerakan tanah lagi, baru kita lakukan pembersihan,” kata Junaidi.

Dari perspektif geologi, kawasan Karangtengah memang dikenal rawan terhadap pergerakan tanah.

Wilayah ini termasuk dalam formasi tanah yang mudah bergerak, terutama di lereng-lereng curam.

Berdasarkan peta geologi Banjarnegara Pekalongan, jenis tanah di wilayah tersebut memiliki karakteristik yang rentan mengalami rayapan terutama saat intensitas hujan meningkat tajam.

Potensi terjadinya longsor susulan masih terbuka lebar selama kondisi tanah belum stabil sepenuhnya.

Oleh karena itu, para warga diminta untuk tidak memaksakan diri melakukan aktivitas di area-area rawan tersebut agar dapat menjaga keselamatan mereka masing-masing.

Pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan dengan serius.

Dalam menghadapi situasi ini, kewaspadaan menjadi kunci utama bagi masyarakat sekitar Karangtengah dan sekitarnya.

Diharapkan langkah-langkah mitigasi serta penanganan bencana dapat meminimalisir dampak yang lebih besar akibat pergerakan tanah ini.

Mempertimbangkan efek jangka panjang dari pergerakan tanah dan potensi bencana lanjutan, penting bagi pihak berwenang untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur yang ada serta menentukan langkah-langkah preventif jangka panjang guna melindungi masyarakat dari ancaman serupa di masa depan.

Situasi ini juga menekankan betapa vitalnya komunikasi antara pemerintah dan warga dalam upaya meningkatkan kesadaran akan bahaya bencana alam serta langkah-langkah keselamatan yang perlu dilakukan oleh setiap individu ketika menghadapi kondisi darurat semacam ini.

Dengan segala upaya yang dilakukan oleh BPBD Banjarnegara dan pemerintah lokal lainnya, harapan agar situasi kembali normal menjadi semakin nyata apabila semua pihak bersatu padu dalam menjawab tantangan ini dengan cara proaktif dan responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan. (jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Status Tersangka Rismon Dicabut

Polda Metro Jaya Cabut Status Tersangka Rismon, SP3 Resmi Diterbitkan

Berita Selanjutnya
Pertamina Cabut Izin Pangkalan

Pertamina Cabut Izin Pangkalan Elpiji Oplosan di Purbalingga