Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dewi Perssik Geram Diberitakan Meninggal, Siap Tempuh Jalur Hukum Penyebar Hoaks

Geram Dikabarkan MeninggalGeram Dikabarkan Meninggal
Dewi Perssik

BANYUMASEKSPRES.ID, Pedangdut Dewi Perssik baru-baru ini menyatakan rasa geramnya setelah sejumlah akun media sosial menyebarkan berita palsu yang mengklaim bahwa dirinya telah meninggal dunia.

Dalam kejadian yang mengejutkan ini, sekitar 16 akun melakukan siaran langsung di media sosial dengan narasi menyesatkan, menyebutkan bahwa Dewi mengalami kecelakaan mobil yang fatal.

Mereka menggambarkan kondisi mobil yang ditumpangi Dewi Perssik sebagai sangat parah, seolah-olah menjelaskan detail kecelakaan yang tidak pernah terjadi.

Dewi Perssik, yang akrab disapa Depe, mengungkapkan kebingungannya atas tindakan tanpa tanggung jawab tersebut.

Ia mengatakan kepada awak media, “Pas live mereka bilang, kemarin Depe kecelakaan mobilnya ringsek. Aku nggak tahu mereka dapat keuntungan apa.”

Pernyataan ini menunjukkan kekecewaan mendalam dan pertanyaan besar mengenai motif di balik penyebaran informasi palsu tersebut.

Dalam pernyataannya, Depe juga menceritakan pengalamannya saat diundang untuk bergabung dalam siaran langsung para pelaku penyebar hoaks itu.

Alih-alih mendapat kesempatan untuk memberikan klarifikasi mengenai situasi ini, ia justru menjadi sasaran ejekan dari mereka.

“Aku pernah di-invite sama mereka. Pas aku masuk malah dihina, masak ini Dewi Perssik? Mereka ketawain aku, ini kuntilanak kali, bukan Dewi Perssik,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Kekecewaan Dewi Perssik semakin mendalam ketika ia merasa dipermainkan dan diejek oleh orang-orang yang seharusnya bersikap lebih profesional.

Dalam kondisi emosional tersebut, ia mengancam akan membawa masalah ini ke ranah hukum sebagai bentuk respons terhadap tindakan yang dianggapnya sangat menyakitkan dan melanggar privasinya.

“Aku bilang, ah ini mau ketemu aku di kantor polisi saking sebalnya. Tak lama setelah itu aku diblokir,” katanya.

Dewi Perssik tidak tinggal diam; ia mengumpulkan bukti-bukti terkait aktivitas hoaks yang dilakukan oleh sejumlah akun tersebut.

Ia merekam semua aktivitas live dari 16 akun berbeda sebagai langkah awal untuk membuat laporan resmi kepada pihak berwajib.

“Totalnya ada sekitar 16 akun. Semua sudah aku record dari 16 akun itu,” jelasnya.

Satu hal menarik dari insiden ini adalah salah satu akun yang terlibat dalam penyebaran hoaks tersebut justru meminta maaf kepada Dewi Perssik.

Akun itu mengaku hanya mengikuti perintah dari pihak lain, sebuah pengakuan yang memicu rasa penasaran Depe tentang siapa sebenarnya pihak yang memberi instruksi tersebut.

“Ada satu akun yang minta maaf dan bilang, aku cuma disuruh. Aku penasaran siapa yang menyuruh mereka,” ujarnya.

Dewi Perssik menegaskan bahwa langkah hukum yang akan diambil bukanlah tindakan sembarangan atau sekadar emosi sesaat; ia merasa tindakan para pelaku telah melampaui batas etika dan moral, terutama karena informasi palsu ini disebarluaskan secara berulang kali.

“Bukan aku arogan mau melaporkan ya. Sekali dua kali aku diemin, tapi ini berkali sampai dibilang aku meninggal,” tegasnya.

Isu penyebaran kabar bohong atau hoaks memang menjadi masalah serius di era digital saat ini. Banyak individu dan publik figur mengalami dampak negatif akibat informasi tidak benar yang disebarkan tanpa adanya verifikasi yang benar.

Dalam konteks ini, tindakan Dewi Perssik untuk mengambil langkah hukum bisa dilihat sebagai upaya penting untuk melindungi diri serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya berita palsu.

Penyebaran berita palsu bisa memiliki konsekuensi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan sekadar merugikan reputasi seseorang.

Dalam beberapa kasus, informasi hoaks dapat memicu keresahan masyarakat atau bahkan menyebabkan kerugian materiil bagi individu lain.

Oleh karena itu, penting bagi setiap pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati sebelum membagikan informasi apapun tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Dewi Perssik juga menyoroti pentingnya dukungan dari publik untuk bersama-sama melawan penyebaran hoaks dan berita palsu lainnya di media sosial.

Ia berharap masyarakat bisa lebih kritis dalam menerima informasi dan tidak mudah percaya pada berita-berita sensasional tanpa adanya bukti nyata.

Dalam era komunikasi digital seperti sekarang ini, sikap skeptis terhadap informasi adalah hal yang sangat diperlukan agar tidak terjebak dalam arus berita tidak benar.

Dengan pengalaman pahit ini, Dewi Perssik menunjukkan bahwa meskipun sebagai seorang publik figur harus siap menghadapi berbagai tantangan di dunia hiburan, bukan berarti segala tindakan keji harus diterima begitu saja. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Ansor Panen Cavendish, Dorong Ekonomi Kader

Ansor Kebumen Panen Pisang Cavendish, Wujud Nyata Program Ketahanan Pangan

Berita Selanjutnya
Petugas kemenhaj melayani jamaah haji

Kemenhaj Bentuk Satgas Haji Ilegal, Ini Sanksi Berat bagi Jemaah Nonprosedural