BANYUMASEKSPRES.ID, DJ Dinar Candy, sosok yang dikenal luas di dunia hiburan Indonesia, saat ini memilih untuk menjalani hidupnya dengan fokus pada karier dan bisnis.
Dalam sebuah wawancara dengan Feni Rose di program Rumpi, Dinar mengungkapkan bahwa ia belum tertarik untuk menjalin hubungan asmara.
“Enggak tertarik (punya pasangan), aku sekarang tertariknya kerja,” ungkap Dinar Candy tegas.
Sebagai seorang perempuan berusia 32 tahun, Dinar memutuskan untuk menempatkan ambisi profesionalnya di atas aspek kehidupan pribadi.
Dia saat ini berkarier sebagai DJ, sebuah profesi yang telah membawanya ke berbagai panggung dan acara besar di tanah air.
Kegiatan ini bukan hanya sekadar hobi baginya, melainkan juga sebagai sumber penghasilan yang signifikan.
Lebih dari sekadar menjadi DJ, Dinar Candy juga aktif sebagai pengusaha. Salah satu bisnis terbaru yang dia geluti adalah perusahaan kapal tongkang.
Dalam diskusinya, Dinar mengungkapkan betapa sibuknya dia dalam menjalankan bisnisnya.
“Bikin PT, kerjaan lebih banyak, boro-boro memikirkan laki,” jelas mantan pasangan Ko Apex itu.
Dinar menggarisbawahi bahwa ia merasa sangat puas dengan apa yang telah dicapainya dalam dunia bisnis.
Kesenangan yang dia rasakan ketika menjalankan usaha dan mendirikan perusahaan membuatnya merasa lebih hidup dan berarti.
Dia bangga bisa memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, terutama dengan membuka lowongan pekerjaan bagi orang-orang di sekitarnya.
“Biarkan aku bebas, mengasih uang aku,” tutup Dinar Candy dengan semangat.
Kepada publik, Dinar menggambarkan dirinya tidak hanya sebagai seorang entertainer tetapi juga sebagai perempuan mandiri yang berusaha untuk mengembangkan diri dalam berbagai bidang.
Ia ingin menunjukkan bahwa seorang wanita dapat sukses dan bahagia tanpa harus terikat dalam sebuah hubungan romantis.
Dalam konteks sosial di Indonesia, pernyataan Dinar Candy bisa menjadi inspirasi bagi banyak wanita lainnya yang berada di fase kehidupan serupa.
Di tengah stigma bahwa wanita seharusnya mencari pasangan hidup secepat mungkin, Dinar justru memilih untuk mengejar impian dan ambisinya terlebih dahulu.
Dengan langkah ini, ia tidak hanya berusaha untuk membuktikan bahwa cinta bukanlah satu-satunya jalan menuju kebahagiaan, tetapi juga menekankan pentingnya kemandirian dan keberdayaan perempuan dalam masyarakat modern saat ini. (*/dda)
















