BANYUMASEKSPRES.ID, Minimnya ketersediaan angkutan umum masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, terutama bagi pelajar yang harus menempuh perjalanan menuju sekolah.
Kondisi ini membuat sebagian siswa bergantung pada kendaraan pribadi atau diantar orang tua, yang pada akhirnya menambah beban biaya dan risiko keselamatan di jalan.
Melihat situasi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyumas mulai menyiapkan langkah konkret dengan merencanakan layanan bus sekolah di wilayah Kecamatan Ajibarang dan Pekuncen.
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi transportasi yang aman, terjangkau, dan ramah bagi para pelajar di daerah dengan keterbatasan akses angkutan umum.
Dishub Banyumas Lakukan Observasi Awal Rute Bus Sekolah
Kepala Seksi Angkutan Dishub Banyumas, Muhammad Eka, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini masih berada pada tahap observasi awal untuk menentukan jalur bus sekolah yang paling ideal.
Rute yang sedang dikaji meliputi Pekuncen, Jatilawang, Ajibarang, hingga Kracak.
Menurut Eka, penentuan rute tersebut tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan kebutuhan nyata pelajar serta kondisi infrastruktur jalan di masing-masing wilayah.

Salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah lebar jalan yang harus memenuhi standar keselamatan agar bus dapat melintas dengan aman.
“Jika akan dilewati bus sekolah, minimal lebar jalan harus lima meter supaya kendaraan bisa berpapasan dengan aman,” jelas Eka saat diwawancarai pada Jumat (28/1/2026).
Pemanfaatan Bus Wisata Jadi Solusi Efisien
Dalam rencana pengembangan layanan bus sekolah ini, Dishub Banyumas tidak akan langsung melakukan pengadaan armada baru.
Sebagai langkah efisiensi, pemerintah daerah berencana memanfaatkan bus wisata yang sudah dimiliki. Saat ini, Pemkab Banyumas memiliki lima unit bus wisata yang berpotensi untuk dialihfungsikan.
Dari jumlah tersebut, dua hingga tiga unit dinilai memungkinkan untuk digunakan sebagai bus sekolah apabila hasil kajian teknis dinyatakan layak.
Eka menambahkan, pemanfaatan armada yang sudah ada diharapkan dapat mempercepat realisasi program tanpa membebani anggaran daerah secara berlebihan.
Meski begitu, perubahan fungsi armada tetap harus memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan bagi pelajar. Selain itu, dengan adanya Bus Sekolah dapat memberikan jalur jalan yang aman.
Tidak seperti jaur jalan penghubung Purwodadi-Watuagung Banyumas yang sedang rusak parah sampai adanya deakan perbaikan oleh warga.
Kajian Teknis dan Keselamatan Masih Jadi Prioritas
Meskipun rencana ini disambut optimistis, Dishub Banyumas menegaskan bahwa pengoperasian bus sekolah di jalur Ajibarang–Pekuncen belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Masih dibutuhkan kajian teknis lanjutan, terutama terkait kelayakan rute, kondisi lalu lintas, serta aspek keselamatan penumpang.
Dishub juga akan mempertimbangkan titik naik dan turun penumpang agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan tetap aman bagi siswa.
Selain itu, kesiapan pengemudi serta jadwal operasional juga menjadi bagian penting dalam perencanaan layanan ini.
Layanan Bus Sekolah Banyumas Sudah Berjalan di Beberapa Wilayah
Saat ini, layanan bus sekolah di Kabupaten Banyumas sebenarnya sudah beroperasi di sejumlah kecamatan, seperti Banyumas, Somagede, dan Patikraja.
Total armada yang digunakan terdiri dari tiga unit kendaraan Elf serta dua unit bus sekolah berukuran medium.
Keberadaan bus sekolah di wilayah tersebut dinilai cukup membantu mobilitas pelajar, khususnya mereka yang tinggal di daerah dengan akses transportasi terbatas.
Selain itu, layanan ini juga berkontribusi dalam mengurangi kepadatan lalu lintas di jam berangkat dan pulang sekolah.
Dukungan Masyarakat dan Program Pasti Sekolah
Menurut Dishub Banyumas, respons masyarakat terhadap layanan bus sekolah yang sudah berjalan sejauh ini terbilang sangat positif.
Banyak orang tua merasa terbantu karena anak-anak mereka dapat berangkat dan pulang sekolah dengan lebih aman serta terjadwal.
Layanan bus sekolah ini juga sejalan dengan program Pasti Sekolah yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas.
Program tersebut bertujuan memastikan setiap anak mendapatkan akses pendidikan yang layak, termasuk dari sisi sarana transportasi.
“Animo masyarakat terhadap bus sekolah yang sudah berjalan saat ini sangat baik,” ujar Eka.
Dengan rencana pembukaan rute Ajibarang–Pekuncen, Dishub Banyumas berharap semakin banyak pelajar yang terbantu dan ketimpangan akses transportasi di wilayah pinggiran dapat berkurang.
Program ini diharapkan menjadi salah satu solusi berkelanjutan dalam mendukung dunia pendidikan di Kabupaten Banyumas.(*/nds)
















