Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dokter Harvard Ungkap 6 Makanan Pemicu Kanker

Makanan Sehat Sesuai Anjuran Dokter HarvardMakanan Sehat Sesuai Anjuran Dokter Harvard

BANYUMASEKSPRES.ID, Kanker masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia.

Meski pengobatan terus berkembang, langkah pencegahan tetap menjadi cara terbaik untuk menekan risiko munculnya penyakit ini. Salah satu faktor yang dapat dikendalikan adalah pola makan sehari-hari.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa Indonesia mencatat ratusan ribu kasus baru kanker setiap tahunnya.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga gaya hidup sehat perlu dilakukan sejak dini, mulai dari berhenti merokok, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, hingga memilih makanan yang lebih bergizi.

Sejumlah ahli kesehatan juga mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi makanan tertentu yang telah dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker.

Salah satunya adalah dokter spesialis gastroenterologi lulusan Harvard, dr. Saurabh Sethi, yang membagikan daftar makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan demi menjaga kesehatan jangka panjang.

Berikut beberapa jenis makanan yang patut dibatasi beserta pilihan alternatif yang lebih sehat.

1. Daging Olahan

Daging Olahan

Daging olahan seperti sosis, ham, nugget, bacon, dan kornet memang praktis untuk disajikan. Selain itu, ada juga makanan yang dapat picu kolesterol tinggi.

Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging olahan secara berlebihan berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker, terutama kanker kolorektal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah mengelompokkan daging olahan sebagai karsinogen Grup 1, yaitu kelompok yang memiliki bukti kuat dapat meningkatkan risiko kanker pada manusia.

Menurut dr. Sethi, kandungan nitrat, nitrit, serta bahan pengawet di dalam daging olahan dapat memicu perubahan pada sel-sel usus apabila dikonsumsi terus-menerus.

Sebagai pengganti, pilihlah sumber protein yang lebih sehat seperti ayam tanpa lemak, ikan, telur, tahu, tempe, lentil, maupun kacang-kacangan yang juga kaya serat dan nutrisi.

2. Minuman Manis

Minuman Manis

Minuman berpemanis, termasuk minuman bersoda, teh kemasan, kopi dengan tambahan gula tinggi, hingga minuman energi, menjadi salah satu konsumsi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Meski terasa menyegarkan, kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko obesitas.

Kondisi tersebut diketahui menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan berbagai jenis kanker, seperti kanker payudara, usus besar, hingga pankreas.

Selain itu, lonjakan kadar gula darah yang berulang juga dapat memicu peradangan kronis di dalam tubuh apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Sebagai alternatif, pilih air putih, infused water dengan potongan buah segar, air kelapa tanpa tambahan gula, atau teh herbal tanpa pemanis.

3. Makanan Gorengan

Makanan Gorengan

Gorengan memang menjadi camilan favorit banyak orang. Namun, proses memasak dengan suhu sangat tinggi, terutama menggunakan minyak yang dipakai berulang kali, menghasilkan senyawa akrilamida.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa akrilamida berpotensi meningkatkan risiko kanker apabila dikonsumsi dalam jumlah besar dan dalam jangka panjang.

Selain itu, makanan yang digoreng juga cenderung tinggi lemak dan kalori sehingga berkontribusi terhadap obesitas.

Jika ingin menikmati makanan dengan tekstur renyah, Anda dapat memilih metode memasak seperti memanggang, mengukus, atau menggunakan air fryer yang membutuhkan lebih sedikit minyak.

4. Daging yang Dibakar hingga Gosong

Daging yang Dibakar hingga Gosong

Daging bakar memang memiliki cita rasa yang khas. Namun, memasak daging pada suhu terlalu tinggi hingga bagian permukaannya menghitam menghasilkan senyawa bahaya lainnya.

Senyawa tersebut yakni heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Kedua senyawa tersebut diketahui dapat merusak DNA.

Hal ini apabila paparan terjadi secara terus-menerus, sehingga berpotensi meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker.

Untuk mengurangi risiko tersebut, masak daging pada suhu yang lebih rendah, rebus atau kukus terlebih dahulu sebelum dipanggang, serta hindari membakar hingga gosong.

Proses marinasi juga diketahui dapat membantu mengurangi pembentukan senyawa berbahaya saat memanggang.

5. Minuman Beralkohol

Minuman Beralkohol

Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi alkohol berkaitan dengan meningkatnya risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker hati, kanker payudara, kanker mulut, hingga kanker kerongkongan.

Menurut dr. Sethi, alkohol dapat memengaruhi keseimbangan hormon estrogen sekaligus mengganggu penyerapan folat yang berperan penting dalam proses perbaikan DNA.

Bagi yang ingin mengurangi konsumsi alkohol, minuman seperti jus delima tanpa gula tambahan, kombucha nonalkohol, maupun infused water dapat menjadi pilihan yang lebih sehat.

6. Makanan Ultra-Proses

Makanan Ultra Proses

Makanan ultra-proses atau ultra processed food meliputi mi instan, makanan beku siap saji, camilan kemasan, sereal tinggi gula, hingga berbagai makanan yang mengandung banyak bahan tambahan.

Jenis makanan ini umumnya tinggi gula, garam, lemak jenuh, serta rendah serat dan vitamin. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat memicu hal yang tidak diinginkan.

Hal ini seperti peradangan kronis tingkat rendah yang diduga berkontribusi terhadap munculnya berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.

Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi makanan utuh seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan sumber protein segar agar kebutuhan nutrisi harian tetap terpenuhi.

Menjaga Pola Makan sebagai Langkah Pencegahan

Perlu dipahami bahwa mengonsumsi salah satu makanan di atas tidak serta-merta menyebabkan kanker.

Risiko penyakit ini dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetik, lingkungan, kebiasaan hidup, hingga pola makan secara keseluruhan.

Karena itu, para ahli menyarankan untuk menerapkan pola makan yang seimbang, memperbanyak konsumsi makanan segar, membatasi makanan olahan dan tinggi gula, serta tetap aktif berolahraga.

Dengan menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten, risiko berbagai penyakit kronis, termasuk kanker, dapat ditekan dalam jangka panjang. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Ambisi Pertahankan Juara dan Ukir Sejarah

Prediksi PSG vs Aston Villa UEFA Super Cup 2026: Ambisi Les Parisiens Pertahankan Trofi