Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Harga Ayam Broiler di Purbalingga Naik Jadi 40 Ribu per Kg, Imbas Permintaan MBG

Harga Ayam Terus NaikHarga Ayam Terus Naik
TERUS NAIK: Daging ayam broiler dijual di pasar tradisional Purbalingga. Harganya terus meningkat sejak MBG kembali berjalan dan kini mencapai Rp40 ribu per kilogram di Pasar Bobotsari dan Bukateja

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Harga daging ayam broiler di Kabupaten Purbalingga kembali mengalami kenaikan setelah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan kembali di sekolah.

Harga ayam ras di sejumlah pasar tradisional kini mencapai Rp40 ribu per kilogram, sehingga mulai dikeluhkan pelaku usaha makanan yang membutuhkan ayam sebagai bahan baku.

Kenaikan harga ayam broiler tersebut terjadi secara bertahap sejak aktivitas MBG kembali berlangsung setelah masa libur sekolah.

Meningkatnya permintaan ayam disebut menjadi salah satu faktor yang ikut mendorong kenaikan harga di tingkat pasar.

Salah satu pemilik rumah makan di Purbalingga, Laili, mengatakan harga ayam terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut mulai dirasakan pelaku usaha yang setiap hari membutuhkan pasokan ayam untuk keperluan memasak.

“Naik terus, terakhir saya dapat informasi dari tetangga yang jualan ayam, harga per kilogram sudah mencapai Rp39 ribu,” kata Laili kepada Radarmas, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, kenaikan harga bahan baku dapat menjadi tantangan bagi usaha makanan.

Pasalnya, ayam menjadi salah satu bahan yang banyak digunakan dalam berbagai menu makanan sehingga perubahan harga cukup berpengaruh terhadap biaya produksi.

Kondisi harga ayam broiler di sejumlah pasar rakyat Purbalingga juga menunjukkan tren serupa.

Berdasarkan laporan perkembangan harga kebutuhan pokok dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (DidagkopUKM) Kabupaten Purbalingga, harga ayam di beberapa pasar telah berada pada kisaran Rp39 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram.

Di Pasar Segamas, harga daging ayam broiler tercatat mencapai Rp39 ribu per kilogram.

Sementara itu, harga yang lebih tinggi ditemukan di Pasar Bobotsari dan Pasar Bukateja, dengan harga ayam broiler mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut terjadi ketika kebutuhan ayam kembali meningkat setelah program MBG berjalan di sekolah.

Program tersebut membutuhkan pasokan bahan pangan dalam jumlah cukup besar untuk memenuhi kebutuhan makanan peserta didik.

Di sisi lain, pasokan ayam yang tersedia di pasaran disebut masih terbatas.

Kondisi ketika permintaan meningkat sementara ketersediaan pasokan belum sepenuhnya mencukupi dapat memberikan tekanan terhadap harga komoditas di pasar.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Purbalingga Agung Widiarto mengatakan kenaikan harga tidak hanya terjadi pada komoditas daging ayam broiler.

Sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya juga mengalami perubahan harga.

Salah satunya adalah cabai rawit merah. Di Pasar Segamas, harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp44 ribu per kilogram.

Angka tersebut naik Rp2.500 dibandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di level Rp41.500 per kilogram.

Sementara di Pasar Bukateja, harga cabai rawit merah bahkan mencapai Rp45.500 per kilogram.

Pergerakan harga sejumlah komoditas tersebut menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga maupun biaya produksi pelaku usaha kuliner.

Bagi pedagang makanan, kenaikan harga ayam broiler menjadi persoalan tersendiri. Ayam merupakan bahan baku utama untuk berbagai menu yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Jika harga bahan baku terus meningkat, pelaku usaha harus memilih antara menekan keuntungan, mengurangi penggunaan bahan baku, atau melakukan penyesuaian harga jual.

Kenaikan harga ayam juga menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan kembali aktifnya program MBG setelah libur sekolah.

Meningkatnya kebutuhan bahan pangan untuk program tersebut berpotensi memengaruhi permintaan di tingkat pemasok maupun pasar.

Meski demikian, kenaikan harga ayam broiler tidak serta-merta hanya disebabkan oleh MBG.

Harga komoditas pangan juga dapat dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti ketersediaan pasokan, biaya distribusi, permintaan pasar, serta kondisi produksi dari peternak.

Dengan harga yang kini mencapai Rp40 ribu per kilogram di sejumlah pasar, masyarakat dan pelaku usaha di Purbalingga perlu mencermati perkembangan harga ayam broiler dalam beberapa hari ke depan.

Terlebih, kebutuhan ayam diperkirakan tetap tinggi seiring aktivitas sekolah dan program MBG yang kembali berjalan.

Kondisi tersebut membuat perkembangan harga ayam broiler di Purbalingga menjadi salah satu komoditas yang perlu dipantau.

Bagi konsumen, kenaikan harga ayam dapat memengaruhi belanja kebutuhan sehari-hari.

Sementara bagi pelaku usaha kuliner, perubahan harga tersebut berkaitan langsung dengan biaya produksi dan harga jual makanan. (tya/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Astra Motor Yogyakarta Raih Podium

Astra Motor Yogyakarta Sabet Juara 3 Safety Riding Nasional di AHSRIC 2026

Berita Selanjutnya
Biaya Admin Marketplace

Penundaan Pajak Marketplace 2026 Jadi Sorotan, DJP Beberkan Alasannya