BANYUMASEKSPRES.ID, Banyak penderita diabetes memilih mengganti nasi putih dengan nasi merah karena dianggap lebih aman untuk menjaga kadar gula darah.
Bahkan, tidak sedikit yang menghindari nasi putih sepenuhnya dengan harapan kadar gula tetap stabil. Lalu, benarkah nasi merah memang lebih baik dibandingkan nasi putih bagi penderita diabetes?
Menurut para ahli, keduanya sama-sama merupakan sumber karbohidrat yang dapat meningkatkan kadar gula darah.
Namun, terdapat perbedaan pada kandungan serat dan indeks glikemik yang memengaruhi respons tubuh setelah mengonsumsinya.
Karena itu, memahami karakteristik masing-masing jenis nasi menjadi penting agar penderita diabetes dapat mengatur pola makan dengan lebih tepat tanpa harus menghilangkan salah satu jenis makanan secara mutlak.
Nasi Putih dan Nasi Merah Sama-sama Mengandung Karbohidrat
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik, Prof. Dr. Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, FINASIM, menjelaskan bahwa baik nasi putih maupun nasi merah sama-sama berfungsi sebagai sumber karbohidrat bagi tubuh.

Karbohidrat dibutuhkan sebagai sumber energi utama. Selain itu, simak konsumsi bahan alami yang dapat berikan penurunan pada gula darah di tubuh.
Oleh karena itu, penderita diabetes sebenarnya tidak dilarang mengonsumsi nasi, selama jumlah dan pola konsumsinya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Perbedaan utama antara kedua jenis nasi tersebut terletak pada kandungan serat dan nilai indeks glikemik (IG), yaitu ukuran yang menunjukkan seberapa cepat makanan dapat meningkatkan kadar gula darah.
Mengapa Nasi Merah Dianggap Lebih Baik?
Salah satu alasan nasi merah sering direkomendasikan bagi penderita diabetes adalah karena memiliki kandungan serat yang lebih tinggi dibandingkan nasi putih.
Serat membantu memperlambat proses pencernaan karbohidrat sehingga penyerapan glukosa ke dalam aliran darah berlangsung lebih bertahap.
Selain itu, nasi merah memiliki indeks glikemik yang lebih rendah, yakni sekitar 55. Sebaliknya, nasi putih memiliki indeks glikemik sekitar 72.
Artinya, setelah dikonsumsi, nasi merah cenderung menyebabkan kenaikan gula darah yang lebih lambat dibandingkan nasi putih.
Kondisi ini membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil, terutama bila dikombinasikan dengan pola makan seimbang. Meski demikian, bukan berarti nasi putih harus sepenuhnya dihindari oleh penderita diabetes.
Penderita Diabetes Masih Boleh Mengonsumsi Nasi Putih
Menurut Prof. Zubairi, penderita diabetes tetap dapat mengonsumsi nasi putih selama memperhatikan jumlah porsi dan pengelolaan diabetes secara keseluruhan.
Penggunaan obat sesuai anjuran dokter, aktivitas fisik yang rutin, menjaga berat badan ideal, serta pemeriksaan gula darah secara berkala memiliki pengaruh yang jauh lebih besar dibanding sekadar mengganti jenis nasi.
Dengan kata lain, mengganti nasi putih menjadi nasi merah memang dapat memberikan manfaat, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan pengendalian diabetes.
Kunci Utamanya Ada pada Pola Makan
Selain memilih jenis karbohidrat yang tepat, penderita diabetes juga perlu memperhatikan komposisi makanan setiap kali makan.
Prof. Zubairi mengingatkan agar sumber karbohidrat tidak dikonsumsi secara berlebihan atau digabungkan dalam satu waktu makan.
Misalnya, ketika sudah mengonsumsi nasi, sebaiknya tidak lagi menambahkan kentang, singkong, ubi, atau sumber karbohidrat lain dalam porsi besar pada menu yang sama.
Mengatur satu sumber karbohidrat dalam setiap kali makan dapat membantu menjaga asupan kalori sekaligus mengontrol lonjakan gula darah.
Tips Memilih Karbohidrat untuk Penderita Diabetes
Bagi penderita diabetes, memilih jenis karbohidrat memang penting, tetapi tetap harus disertai pengaturan pola makan secara menyeluruh. Beberapa langkah yang dapat diterapkan antara lain:
- Pilih sumber karbohidrat yang mengandung serat lebih tinggi, seperti nasi merah atau biji-bijian utuh.
- Batasi porsi makan sesuai kebutuhan kalori harian.
- Perbanyak konsumsi sayuran sebagai sumber serat.
- Lengkapi menu dengan protein tanpa lemak agar rasa kenyang bertahan lebih lama.
- Hindari mengonsumsi beberapa jenis karbohidrat sekaligus dalam satu kali makan.
- Tetap rutin berolahraga dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter.
Nasi merah memang memiliki beberapa keunggulan dibandingkan nasi putih bagi penderita diabetes karena kandungan seratnya lebih tinggi dan indeks glikemiknya lebih rendah.
Hal tersebut membuat kenaikan gula darah setelah makan cenderung lebih lambat. Namun, penderita diabetes tidak harus menghindari nasi putih sepenuhnya.
Yang terpenting adalah mengontrol porsi makan, memilih satu sumber karbohidrat dalam setiap kali makan, serta menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten.
Dengan pengelolaan diabetes yang menyeluruh, baik nasi putih maupun nasi merah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang sesuai kebutuhan dan rekomendasi tenaga kesehatan. (*/nds)














