Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
7 Pengaturan Android yang Bisa Membuat Sinyal HP Lebih Stabil
5 Gejala Awal Autoimun yang Sering Terlihat Sepele

5 Gejala Awal Autoimun yang Sering Terlihat Sepele

AutoimunAutoimun

BANYUMASEKSPRES.ID, Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh justru menyerang sel dan jaringan yang sehat.

Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai keluhan yang sering kali tampak ringan pada awal kemunculannya sehingga tidak sedikit orang yang mengabaikannya.

Gejala autoimun umumnya muncul sesuai dengan organ atau bagian tubuh yang menjadi sasaran serangan sistem imun.

Meski demikian, terdapat sejumlah tanda umum yang sering ditemukan pada berbagai jenis penyakit autoimun, mulai dari cepat lelah, demam, hingga nyeri pada otot dan sendi.

Dalam kondisi normal, sistem kekebalan tubuh berperan penting untuk melawan berbagai zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Sistem ini bekerja melindungi tubuh dari infeksi bakteri, jamur, virus, maupun parasit yang dapat menyebabkan penyakit.

Namun pada penderita penyakit autoimun, sistem imun tidak menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya.

Sel-sel kekebalan tubuh justru mengalami kesalahan dalam mengenali ancaman sehingga menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Saat kondisi tersebut terjadi, sistem imun tidak mampu membedakan antara sel tubuh yang normal dengan zat atau kuman yang benar-benar berbahaya.

Akibatnya, sel-sel sehat mengalami kerusakan, fungsi organ dapat terganggu, dan berbagai gejala mulai bermunculan.

Gejala Autoimun Bisa Berbeda pada Setiap Penderita

Terdapat sekitar 80 jenis penyakit autoimun yang telah dikenal hingga saat ini.

Beberapa di antaranya adalah diabetes tipe 1, psoriasis, rheumatoid arthritis, lupus, dan multiple sclerosis.

Gejala yang muncul biasanya sangat bergantung pada organ tubuh yang mengalami serangan sistem imun.

Karena itu, keluhan yang dialami setiap penderita bisa berbeda-beda meskipun sama-sama mengidap penyakit autoimun.

Meski demikian, sejumlah penyakit autoimun memiliki gejala umum yang serupa. Gejala-gejala tersebut sering kali muncul pada tahap awal sehingga penting untuk dikenali sejak dini.

Gejala autoimun dapat berlangsung dalam waktu yang lama. Pada banyak kasus, gejala juga memiliki sifat flare, yaitu kondisi ketika keluhan tiba-tiba kambuh dan menjadi lebih berat dibandingkan sebelumnya.

Kondisi flare biasanya dipicu oleh beberapa faktor tertentu. Stres, kelelahan, hingga paparan sinar matahari menjadi beberapa pemicu yang kerap dikaitkan dengan munculnya kekambuhan gejala autoimun.

Nyeri Otot atau Sendi yang Sering Kambuh

Salah satu gejala autoimun yang cukup sering muncul adalah nyeri pada otot maupun sendi.

Keluhan ini dapat terjadi ketika sistem imun menyerang sistem saraf, jaringan otot, maupun tulang yang ada di dalam tubuh.

Nyeri yang muncul akibat penyakit autoimun biasanya memiliki karakteristik tertentu.

Rasa sakit sering kali kambuh berulang, terasa cukup berat, atau tetap bertahan meskipun penderita sudah mengonsumsi obat pereda nyeri.

Selain nyeri, penderita juga dapat mengalami gangguan lain yang berkaitan dengan fungsi gerak tubuh.

Pada beberapa kasus, nyeri otot dan sendi dapat disertai mudah terjatuh, gangguan pergerakan, bahkan kelumpuhan yang akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cepat Lelah Meski Tidak Banyak Beraktivitas

Rasa cepat lelah juga menjadi salah satu gejala awal autoimun yang cukup umum ditemukan.

Kondisi ini sering kali dipicu oleh kualitas tidur yang menurun akibat rasa nyeri yang kambuh pada malam hari.

Ketika waktu istirahat terganggu, tubuh tidak memperoleh pemulihan yang optimal sehingga rasa lelah tetap muncul pada keesokan harinya.

Akibatnya, penderita penyakit autoimun lebih mudah mengantuk pada pagi hingga siang hari. Produktivitas dan kemampuan menjalankan aktivitas harian pun dapat ikut menurun.

Pada penderita diabetes tipe 1, rasa cepat lelah juga dapat muncul akibat gangguan metabolisme gula dalam tubuh.

Jumlah insulin yang kurang dan tidak berfungsinya hormon tersebut membuat tubuh kesulitan memperoleh energi yang cukup sehingga rasa lelah menjadi lebih mudah dirasakan.

Demam Berulang yang Tidak Boleh Diabaikan
Demam merupakan salah satu respons alami tubuh saat terjadi proses peradangan.

Kondisi ini juga dapat muncul ketika sistem imun sedang menyerang sel-sel tubuh yang sehat akibat penyakit autoimun.

Demam yang berkaitan dengan gejala autoimun umumnya berada pada kisaran suhu 37,5 hingga 38 derajat Celsius.

Meski terlihat ringan, demam yang berulang tanpa penyebab yang jelas tetap perlu mendapat perhatian karena bisa menjadi salah satu tanda adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Kulit Gatal dan Ruam yang Terus Muncul
Beberapa penyakit autoimun dapat menyerang kulit dan menimbulkan berbagai keluhan yang cukup mengganggu.

Lupus dan psoriasis termasuk penyakit autoimun yang dapat menyebabkan rasa gatal serta munculnya ruam pada kulit.

Pada psoriasis, ruam yang muncul biasanya memiliki ciri khas berupa plak kemerahan yang disertai sisik putih dan sering mengalami pengelupasan.

Jika kondisi tersebut menyerang kulit kepala, gejala yang timbul dapat menjadi lebih kompleks.

Penderita bisa mengalami kulit kepala kering, gatal, bersisik, berketombe, hingga rambut rontok.

Karena itu, kemunculan ketombe yang berlangsung terus-menerus dan tidak kunjung membaik setelah menggunakan sampo khusus sebaiknya tidak dianggap sepele.

Sering Merasa Sulit Bernapas
Gejala autoimun lainnya yang perlu diwaspadai adalah sering merasa sulit bernapas.

Keluhan ini dapat terjadi pada penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf, salah satunya myasthenia gravis.

Gejala biasanya muncul ketika penderita mulai beraktivitas dan dapat mereda saat beristirahat.

Kondisi tersebut sering membuat keluhan terasa hilang timbul sehingga tidak jarang dianggap sebagai masalah kesehatan biasa.

Selain napas terasa pendek, penderita juga dapat mengalami berbagai keluhan lain seperti sulit tersenyum atau berekspresi, bicara menjadi cadel, suara perlahan serak, kesulitan mengunyah makanan, hingga sulit menelan.

Gejala Lain Bisa Muncul Sesuai Organ yang Diserang
Selain lima gejala yang umum ditemukan tersebut, penyakit autoimun juga dapat menimbulkan keluhan lain tergantung bagian tubuh yang terdampak.

Jika sistem kekebalan tubuh menyerang sistem pencernaan, penderita dapat mengalami nyeri perut maupun diare yang berlangsung berkepanjangan.

Sementara itu, jika serangan terjadi pada kelenjar tiroid di leher dan menyebabkan tiroiditis Hashimoto, gejala yang muncul dapat berupa gangguan hormon.

Keluhan yang dapat dirasakan antara lain kenaikan berat badan secara tiba-tiba, otot lemah, lidah membesar, detak jantung melambat, mudah mengantuk, hingga depresi.

Untuk memastikan apakah seseorang mengalami penyakit autoimun, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Pemeriksaan tersebut dapat dilengkapi dengan berbagai tes penunjang seperti tes ANA, tes autoantibodi, hingga tes CRP.

Apabila diagnosis penyakit autoimun telah ditegakkan, penanganan akan difokuskan untuk mengendalikan gejala sekaligus menekan aktivitas sistem imun agar tidak terus menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Beberapa jenis obat yang dapat diresepkan dokter meliputi obat penekan sistem imun atau imunosupresan, obat antiperadangan, serta obat pereda nyeri.

Pada gejala autoimun yang menyerang kulit, pemberian obat oles dan pelembap juga dapat menjadi bagian dari penanganan yang diberikan.

Mengenali gejala autoimun sejak dini menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Karena banyak gejalanya tampak ringan dan menyerupai gangguan kesehatan umum, kewaspadaan terhadap perubahan kondisi tubuh tetap diperlukan agar penyakit tidak berkembang dan menimbulkan komplikasi yang lebih berat.

(abc/stch)

Berita Sebelumnya
Sinyal HP

7 Pengaturan Android yang Bisa Membuat Sinyal HP Lebih Stabil