BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Rencana penerapan sistem parkir elektronik atau yang lebih dikenal dengan istilah e-parking di kompleks Stadion Goentoer Darjono telah menjadi fokus perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purbalingga.
Kebijakan ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) yang masih terbilang cukup signifikan.
Dalam hal ini, Ketua Komisi IV DPRD Purbalingga, Adi Yuwono, menjelaskan bahwa modernisasi sistem parkir tidak hanya penting untuk meningkatkan PAD, tetapi juga untuk menjawab berbagai keluhan yang sering dilontarkan oleh masyarakat mengenai kehilangan kendaraan dan lemahnya transparansi dalam sistem parkir konvensional.
Saat diwawancarai pada Minggu (19/4/2026), Adi Yuwono mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi positif dari penerapan sistem e-parking.
“Jika dikelola dengan baik, tentunya dapat meningkatkan sumber PAD yang selama ini kurang maksimal,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa penataan parkir di GOR Goentoer Darjono untuk beralih ke sistem elektronik harus dilakukan dengan cermat dan professional.
Lebih jauh, Adi menekankan pentingnya transparansi dalam proses lelang pengelolaan e-parking.
Menurutnya, pengawasan ketat perlu diterapkan agar tidak ada intervensi dari pihak luar yang dapat mempengaruhi integritas dan kehandalan sistem tersebut.
Kondisi ini sangat penting mengingat adanya kesenjangan antara potensi dan realisasi pendapatan sektor parkir di Purbalingga.
Berdasarkan kajian yang telah dilakukan oleh tim DPRD, potensi PAD dari sektor parkir diperkirakan bisa mencapai angka Rp4 miliar per tahun.
Namun sayangnya, realisasi pendapatan yang berhasil masuk ke kas daerah saat ini baru sekitar Rp1,8 miliar.
Selisih yang cukup besar yakni Rp2,2 miliar tersebut menunjukkan adanya indikasi kebocoran yang perlu segera ditangani agar tidak berlarut-larut.
Kondisi ini memunculkan urgensi bagi DPRD untuk mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga agar tidak hanya fokus pada kawasan stadion dalam menerapkan sistem e-parking.
Penataan serta digitalisasi sistem parkir diharapkan bisa diperluas ke titik-titik lain yang memiliki potensi tinggi untuk meningkatkan PAD.
Adi Yuwono menegaskan bahwa upaya ini tidak seharusnya terfokus hanya pada area GOR dan Segamas saja, tetapi juga tempat-tempat lain seperti tepi jalan yang strategis harus dimaksimalkan.
“Penting bagi kita untuk memahami bahwa potensi pendapatan dari sektor parkir ini bisa dimaksimalkan jika kita memiliki rencana yang jelas dan implementasi yang tepat,” tambahnya.
Dengan demikian, harapannya adalah seluruh elemen terkait dalam pemerintah daerah dapat berkolaborasi demi meningkatkan kinerja sektor parkir yang efisien dan transparan.
Tidak bisa dipungkiri bahwa tantangan dalam mengelola pendapatan daerah melalui sektor parkir bukanlah hal mudah. Banyak faktor yang dapat menyebabkan kebocoran pendapatan.
Mulai dari kurangnya pengawasan, hingga kekurangan infrastruktur digital yang memadai untuk mendukung sistem e-parking itu sendiri.
Oleh karena itu, DPRD Purbalingga berharap adanya sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat untuk menciptakan solusi terbaik dalam mengatasi masalah ini.
Selain itu, penting juga bagi masyarakat untuk turut serta dalam menjaga keamanan kendaraan mereka saat menggunakan fasilitas parkir.
Pemanfaatan teknologi dan informasi seharusnya bisa membantu memberikan rasa aman bagi para pengguna jasa parkir.
Dengan diluncurkannya e-parking, diharapkan masyarakat akan lebih percaya diri meninggalkan kendaraan mereka tanpa khawatir akan kehilangan. (alw/stch/dda)
















