BANYUMASEKSPRES.ID, Piala Dunia 2026 menyajikan kejutan luar biasa ketika dua tim unggulan asal Eropa, yaitu Jerman dan Belanda, harus mengakhiri perjuangan mereka lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kedua tim ini tersingkir pada babak 32 besar setelah mengalami kekalahan dalam drama adu penalti, yang berlangsung pada Selasa (30/6) di berbagai lokasi di Amerika Serikat.
Jerman menjadi tim pertama yang merasakan pahitnya kekalahan saat menghadapi Paraguay di Boston Stadium.
Sebagai salah satu kandidat juara, Der Panzer gagal memanfaatkan status tersebut dan harus mengakui keunggulan Paraguay dengan skor 3-4 dalam adu penalti, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu reguler dan babak tambahan.
Paraguay membuka keunggulan lewat gol yang dicetak oleh Julio Enciso pada penghujung babak pertama.
Namun, semangat juang Jerman kembali berkobar ketika Kai Havertz berhasil menyamakan kedudukan di awal babak kedua, sehingga skor menjadi imbang 1-1.
Meski Jerman sempat mencetak gol kemenangan melalui Jonathan Tah pada babak tambahan waktu, wasit harus menganulir gol tersebut karena pelanggaran.
Hal ini berimbas pada terpaksa dilanjutkannya pertandingan ke babak adu penalti.
Dalam momen menegangkan tersebut, Jonathan Tah kembali menjadi sorotan karena ia gagal mengeksekusi tendangan penalti dengan baik.
Tendangan yang dilakukannya melenceng dari sasaran, sementara Paraguay mampu memanfaatkan kesempatan dengan baik dan sukses mengonversi penalti penting untuk memastikan langkah mereka ke babak 16 besar.
Pelatih Jerman Julian Nagelsmann menyatakan kekecewaannya atas hasil pahit ini tetapi tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab atas kegagalan timnya.
“Saya bukan orang yang lari dari tanggung jawab. Jika federasi (DFB) masih menginginkan saya, saya akan tetap melanjutkan pekerjaan ini,” ungkap Nagelsmann usai pertandingan, menunjukkan dedikasinya meskipun dalam situasi sulit.
Kejutan berikutnya datang dari laga antara Belanda melawan Maroko.
Dalam pertandingan ini, Singa Atlas tampil lebih dominan sepanjang jalannya laga dengan penguasaan bola yang lebih banyak serta menciptakan peluang-peluang berbahaya dibandingkan De Oranje.
Meski Belanda sempat berada di atas angin setelah Cody Gakpo berhasil mencetak gol pada menit ke-72, Maroko tidak menyerah begitu saja.
Mereka memaksakan hasil imbang melalui sundulan Issa Diop pada menit ke-90+1, yang membawa pertandingan terus berlanjut hingga ekstra time.
Selama 30 menit tambahan waktu itu, tidak ada gol tambahan yang tercipta dari kedua tim.
Penentuan pemenang akhirnya harus dilakukan melalui adu penalti yang berlangsung dramatis.
Maroko sempat mengalami kesulitan ketika dua eksekusi penalti mereka membentur tiang gawang.
Namun, kesempatan tersebut tidak dimanfaatkan oleh Belanda karena tiga penendangnya gagal mencetak gol—satu tendangan membentur tiang gawang lainnya melenceng dan satu lagi berhasil ditepis oleh kiper Maroko Yassine Bounou.
Dengan hasil akhir adu penalti yang berpihak kepada Maroko dengan skor 3-2, Belanda pun harus mengemas koper lebih awal dari turnamen bergengsi ini.
Kemenangan tersebut membawa Singa Atlas melaju ke babak 16 besar dan menambahkan daftar kejutan dalam perjalanan Piala Dunia kali ini.
Pelatih Belanda Ronald Koeman mempertahankan keputusan taktik yang diterapkannya meskipun timnya harus tersingkir lebih cepat dari harapan banyak pihak.
“Jika pertandingan ini dimainkan lagi, saya akan melakukan hal yang sama. Kami memang kebobolan di injury time, tetapi saya tetap percaya dengan keputusan yang saya ambil,” kata Koeman penuh keyakinan.
Jerman datang ke turnamen dengan status sebagai peraih empat gelar juara dunia sebelumnya serta sebagai salah satu favorit utama untuk merebut trofi sekali lagi.
Di sisi lain, Belanda masih terus berburu trofi pertama mereka setelah tiga kali menjadi runner-up tanpa pernah membawa pulang piala bergengsi FIFA itu.
Tersingkirnya dua tim unggulan seperti Jerman dan Belanda sekaligus menunjukkan bahwa persaingan di Piala Dunia 2026 berlangsung semakin ketat serta sulit diprediksi. (*/stch/dda)
















