BANYUMASEKSPRES.ID, Drama transfer Alexander Isak ke Liverpool kembali memanas di bursa transfer musim panas ini. Sang striker Newcastle United telah membuat pernyataan mengejutkan terkait masa depannya di klub.
Isak, yang masih memiliki kontrak hingga 2028 di St James’ Park, menegaskan bahwa hubungan profesionalnya dengan Newcastle tidak dapat dilanjutkan.
Dalam pernyataannya, Isak mengungkapkan kekecewaannya terhadap janji-janji yang telah dibuat oleh klub.
“Janji-janji telah dibuat dan klub sudah mengetahui posisi saya sejak lama. Sekarang bersikap seolah masalah ini baru muncul adalah menyesatkan. Saat janji dilanggar dan kepercayaan hilang, hubungan ini tidak bisa dilanjutkan,” ungkap Isak kepada awak media.
Pernyataan tersebut muncul di tengah spekulasi yang mengaitkannya dengan potensi kepindahan ke Liverpool, yang bisa menjadi salah satu rekor transfer terbesar di Inggris.
Namun, Newcastle sendiri menyatakan kekecewaannya atas pernyataan tersebut dan menegaskan bahwa belum ada izin resmi bagi Isak untuk meninggalkan klub musim panas ini.
Newcastle juga menekankan bahwa syarat untuk menjual pemain belum terpenuhi pada musim ini. Namun demikian, terdapat sebuah celah dalam regulasi FIFA yang bisa dimanfaatkan oleh Isak untuk mengakhiri kontraknya dengan Newcastle lebih awal.
Celah ini terkait dengan Pasal 17 Regulasi Transfer dan Status Pemain FIFA, yang baru saja mengalami perubahan signifikan.
Perubahan aturan ini terinspirasi dari kasus Lassana Diarra, mantan gelandang Real Madrid. Diarra memaksa FIFA untuk menyesuaikan regulasinya setelah ia membuktikan bahwa aturan sebelumnya terlalu membatasi kebebasan pemain untuk pindah klub.
Pada tahun 2014, Diarra terlibat sengketa dengan Lokomotiv Moskow yang membuatnya kesulitan mendapatkan sertifikat transfer internasional dan harus menjadi agen bebas.
Diarra menghabiskan satu tahun tanpa klub pada usia 29 tahun saat berada di puncak kariernya akibat regulasi tersebut.
Pengadilan Eropa akhirnya mendukung Diarra dan menyatakan bahwa aturan FIFA bertentangan dengan hukum Uni Eropa. Keputusan ini memaksa FIFA untuk menyesuaikan regulasinya agar lebih adil bagi para pemain.
Sebelumnya, jika seorang pemain ingin mengakhiri kontraknya tanpa alasan sah maka mereka harus membayar kompensasi kepada klub asalnya dan klub baru juga ikut bertanggung jawab secara finansial.
Namun kini, Pasal 17 memungkinkan pemain mengakhiri kontrak secara sepihak asalkan mereka telah terikat kontrak minimal tiga tahun atau dua tahun jika berusia 28 tahun ke atas.
Alexander Isak saat ini berusia 25 tahun dan telah tiga tahun berada di bawah kontrak dengan Newcastle United.
Dengan demikian, ia memenuhi syarat untuk menggunakan Pasal 17 pada musim panas 2026 nanti setelah pertandingan terakhir musim 2025/26 selesai dalam jangka waktu 15 hari.
Jika Isak memutuskan untuk mengaktifkan Pasal 17 maka itu akan dianggap sebagai pelanggaran kontrak sepihak dan membebaskannya untuk menandatangani kontrak dengan klub lain begitu jendela transfer dibuka pada tanggal 1 Juli.
Regulasi FIFA memang menyebutkan bahwa Newcastle berhak menerima kompensasi jika terjadi kasus seperti ini tetapi besarnya kompensasi harus disepakati antara kedua belah pihak yakni antara Newcastle United dan calon klub baru Isak nantinya.
Besaran kompensasi tersebut kemungkinan besar jauh dari tawaran Liverpool sebesar 110 juta paun yang sebelumnya ditolak oleh Newcastle.
Sejauh ini belum ada indikasi bahwa perwakilan Alexander Isak akan menggunakan ancaman Pasal 17 terhadap Newcastle namun regulasi tersebut bisa menjadi opsi strategis bagi striker asal Swedia itu jika ia masih berada di Magpies setelah jendela transfer kali ini usai.
Isu terkait kepindahan Isak memang memicu banyak spekulasi terutama karena performanya yang impresif selama berseragam Newcastle United sehingga menarik minat sejumlah tim besar termasuk Liverpool yang sangat ingin memperkuat lini serangnya menjelang musim kompetisi baru dimulai.
Liverpool tentu saja berharap dapat menemukan cara legal sesuai regulasi agar dapat membawa Alexander Isak ke Anfield tanpa mengalami hambatan berarti dari pihak manajemen The Magpies maupun dari aspek hukum lainnya agar proses negosiasi berjalan lancar sesuai harapan. (*/stch)
















