Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
BRIN Pamerkan 15 Produk Inovasi di Istana Presiden, dari Robot hingga Kendaraan Otonom
Dinkes Banjarnegara Genjot Cek Kesehatan Gratis, Target Cakupan 54 Persen pada 2026

Dinkes Banjarnegara Genjot Cek Kesehatan Gratis, Target Cakupan 54 Persen pada 2026

Layanan Jemput Bola CKG DigencarkanLayanan Jemput Bola CKG Digencarkan
PELAYANAN: Warga saat mengikuti pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Desa Gumiwang, Kabupaten Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjarnegara terus memperluas pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) guna mencapai target cakupan pelayanan sebesar 54 persen bagi masyarakat umum pada tahun 2026.

Untuk mewujudkan target tersebut, Dinkes mengoptimalkan layanan jemput bola ke berbagai lokasi sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Banjarnegara, Sulistyowati, mengatakan hingga saat ini capaian program Cek Kesehatan Gratis di Banjarnegara baru mencapai 39,2 persen.

Angka tersebut masih perlu ditingkatkan agar target yang telah ditetapkan pemerintah dapat tercapai sebelum akhir tahun.

“Tahun ini targetnya 54 persen, artinya lebih dari setengah masyarakat Banjarnegara harus mengikuti CKG. Karena targetnya naik, pelaksanaannya juga harus lebih masif. Setiap hari puskesmas harus melakukan pelayanan CKG,” ujarnya.

Menurut Sulistyowati, peningkatan target tersebut menjadi tantangan bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program.

Oleh karena itu, seluruh puskesmas diminta memberikan pelayanan Cek Kesehatan Gratis setiap hari sekaligus aktif menjangkau masyarakat yang belum pernah mengikuti pemeriksaan.

Ia menjelaskan, salah satu kendala terbesar dalam pelaksanaan program adalah masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, khususnya kelompok usia dewasa, untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

Tidak sedikit warga yang memilih menghindari pemeriksaan karena khawatir mengetahui penyakit yang diderita.

Padahal, menurut Sulistyowati, pemeriksaan kesehatan secara berkala memiliki manfaat besar karena dapat mendeteksi berbagai penyakit sejak dini.

Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, penanganan medis dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang kesembuhan meningkat dan risiko komplikasi dapat ditekan.

“Masih ada masyarakat yang takut mengetahui kondisi kesehatannya. Padahal justru dengan deteksi dini, penyakit bisa segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi lebih berat,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinkes Banjarnegara bersama seluruh puskesmas menerapkan strategi layanan jemput bola.

Petugas kesehatan tidak hanya membuka layanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga mendatangi berbagai kegiatan masyarakat agar pemeriksaan kesehatan lebih mudah diakses.

Pelayanan Cek Kesehatan Gratis kini rutin dibuka di sejumlah lokasi, seperti masjid setelah pelaksanaan salat Jumat, kawasan pabrik dan perusahaan, kegiatan pengajian, pertemuan Muslimat, hingga berbagai komunitas masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.

Strategi tersebut diharapkan mampu menjangkau masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan waktu atau enggan datang langsung ke puskesmas.

Dengan menghadirkan layanan lebih dekat kepada warga, angka partisipasi masyarakat diharapkan meningkat secara signifikan.

Selain memperluas pelayanan lapangan, Dinkes Banjarnegara juga memperkuat sosialisasi mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Edukasi dilakukan melalui media sosial, forum masyarakat, penyuluhan di desa, hingga melibatkan pengurus RT, RW, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai komunitas lokal.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan memahami bahwa pemeriksaan kesehatan bukan hanya dilakukan ketika seseorang sakit, tetapi juga sebagai langkah pencegahan agar berbagai penyakit dapat diketahui sejak tahap awal.

Program Cek Kesehatan Gratis di Banjarnegara menyasar seluruh kelompok usia, mulai dari bayi, balita, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia.

Pemeriksaan dilakukan sesuai kelompok umur dan kebutuhan masing-masing sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Dinkes berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan ini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan warga Banjarnegara secara menyeluruh.

Dengan kombinasi layanan jemput bola, pelayanan harian di puskesmas, serta edukasi yang terus diperkuat, Dinkes Banjarnegara optimistis target cakupan 54 persen peserta Cek Kesehatan Gratis pada tahun 2026 dapat tercapai.

Program ini diharapkan mampu membangun budaya pemeriksaan kesehatan secara rutin sehingga masyarakat lebih sadar akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
15 Riset BRIN Dipamerkan di Istana Kepresidenan

BRIN Pamerkan 15 Produk Inovasi di Istana Presiden, dari Robot hingga Kendaraan Otonom