Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Online, Simak 5 Metodenya
Lolos PTN tetapi Memilih Mundur, Simak Fenomena yang Terjadi Setiap Tahun

Lolos PTN tetapi Memilih Mundur, Simak Fenomena yang Terjadi Setiap Tahun

Inilah Sejumlah Fakta dan Alasan Camaba Undur DiriInilah Sejumlah Fakta dan Alasan Camaba Undur Diri

BANYUMASEKSPRES.ID, Fenomena calon mahasiswa baru yang tidak melanjutkan proses registrasi setelah dinyatakan lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri sempat menjadi sorotan publik.

Isu ini mencuat setelah muncul pembahasan dalam rapat antara Komisi X DPR RI dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) terkait banyaknya peserta yang tidak melakukan daftar ulang.

Meski sempat beredar narasi bahwa puluhan ribu calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) mengundurkan diri.

Namun, panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kemudian memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut perlu dipahami secara utuh.

Di sejumlah perguruan tinggi negeri, termasuk di Jawa Tengah, memang terdapat peserta yang memilih tidak melanjutkan registrasi.

Namun, jumlah tersebut dinilai masih berada dalam batas yang wajar dan tidak mengganggu proses penerimaan mahasiswa baru secara keseluruhan.

Fakta Camaba Undur Diri

Untidar Catat Ratusan Peserta Tidak Registrasi

Salah satu kampus yang menyampaikan data terkait fenomena tersebut adalah Universitas Tidar (Untidar) Magelang.

Berdasarkan keterangan pihak kampus, terdapat peserta dari jalur SNBP maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) yang tidak melakukan registrasi ulang setelah dinyatakan diterima.

Pada jalur SNBP, sebanyak 60 dari total 936 peserta yang lolos tidak melanjutkan proses daftar ulang. Angka tersebut setara sekitar 6,4 persen dari total mahasiswa yang diterima.

Sementara itu, pada jalur SNBT, terdapat 347 peserta yang tidak melakukan registrasi dari total 2.418 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi. Persentasenya mencapai sekitar 14,4 persen.

Pihak Untidar menjelaskan bahwa kampus tidak memiliki data pasti mengenai alasan setiap peserta memilih tidak melanjutkan registrasi.

Sebab, calon mahasiswa yang memutuskan mundur tidak diwajibkan memberikan penjelasan kepada pihak universitas.

Meski demikian, kekosongan kursi tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Kampus mengalihkan kuota yang tidak terisi ke jalur penerimaan berikutnya.

Kuota kosong dari jalur SNBP dialokasikan untuk peserta SNBT, sedangkan sisa kursi dari SNBT dimanfaatkan pada seleksi jalur mandiri.

Langkah tersebut dilakukan agar daya tampung mahasiswa baru tetap dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengurangi kesempatan calon mahasiswa lainnya.

Pihak Unsoed Sebut Tingkat Registrasi Tetap Tinggi

Fenomena serupa juga terjadi di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Namun, jumlah peserta yang tidak melakukan registrasi tergolong kecil dibandingkan total mahasiswa yang diterima jalur SNBP.

Dari 3.176 calon mahasiswa yang dinyatakan lolos, sebanyak 3.106 orang menyelesaikan proses registrasi ulang. Artinya, hanya sekitar 70 peserta atau sekitar 2,3 persen yang tidak melanjutkan proses pendaftaran.

Pihak Unsoed menilai tingkat registrasi tersebut masih sangat baik karena mencapai sekitar 97,7 persen dari total peserta yang diterima.

Universitas juga menegaskan tidak memberikan sanksi kepada sekolah asal peserta yang tidak melakukan registrasi ulang. Selain itu, simak sederet beasiswa S2 yang dapat menjadi referensi.

Kampus hanya menyampaikan laporan kepada panitia pusat SNPMB sebagai bagian dari mekanisme administrasi nasional.

DPR Minta Penyebab Fenomena Ini Ditelusuri

Fenomena banyaknya calon mahasiswa yang tidak melakukan registrasi sempat mendapat perhatian dari Komisi X DPR RI.

Dalam rapat bersama Kemendiktisaintek, anggota Komisi X Sofyan Tan meminta pemerintah melakukan kajian lebih mendalam mengenai penyebab peserta batal melanjutkan pendidikan.

Menurutnya, terdapat beberapa kemungkinan yang perlu ditelusuri. Mulai dari peserta yang merasa kurang sesuai dengan program studi yang diperoleh dan memilih perguruan tinggi lain.

Bahkan, hingga faktor ekonomi yang membuat mereka tidak dapat melanjutkan kuliah. ????????

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemungkinan calon mahasiswa tidak memperoleh bantuan pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, sehingga memutuskan mengundurkan diri.

Karena itu, DPR mendorong adanya survei atau evaluasi agar penyebab utamanya dapat diketahui secara lebih akurat.

Panitia SNPMB Klarifikasi Isu 60 Ribu Mahasiswa Mundur

Menanggapi informasi yang ramai diperbincangkan, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof. Eduart Wolok, menegaskan bahwa kabar mengenai 60 ribu peserta SNBP yang tidak daftar ulang tidak sesuai dengan fakta.

Menurutnya, angka sekitar 60 ribu tersebut merupakan akumulasi peserta yang tidak melakukan registrasi dari seluruh jalur penerimaan pada pelaksanaan SNPMB tahun sebelumnya.

Hal ini termasuk SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri. Dengan demikian, angka tersebut tidak hanya berasal dari jalur SNBP.

Panitia juga menyebut tingkat registrasi peserta yang diterima melalui jalur SNBP tetap tergolong tinggi, yakni sekitar 92 persen.

Data tersebut menunjukkan mayoritas siswa yang berhasil lolos seleksi nasional tetap melanjutkan proses registrasi hingga resmi menjadi mahasiswa baru.

Fenomena sebagian peserta tidak melakukan daftar ulang memang hampir selalu terjadi setiap tahun penerimaan mahasiswa baru.

Namun, kampus umumnya telah menyiapkan mekanisme pengalihan kuota sehingga kursi yang kosong tetap dapat dimanfaatkan oleh peserta dari jalur seleksi berikutnya. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan

Cara Cek Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Online, Simak 5 Metodenya