Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dua Penari Sukses Tuntaskan Tantangan Ngibing 24 Jam di Banyumas 2026

Dua Penari Tuntaskan Tantangan 24 JamDua Penari Tuntaskan Tantangan 24 Jam
ATRAKTIF: Penampilan salah satu kelompok tari yang turut mengisi acara Banyumas Ngibing 24 Jam 2026, di kawasan Taman Sari, Kecamatan Banyumas, Sabtu (2/5/2026) malam

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Event Banyumas Ngibing 24 Jam 2026 kembali menarik perhatian masyarakat luas.

Kegiatan yang berlangsung dari Sabtu hingga Minggu pada tanggal 2 hingga 3 Mei 2026 ini menghadirkan hampir seribu penari yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan dari negara lain.

Acara yang berpusat di Kecamatan Banyumas ini bukan sekadar pentas seni biasa, melainkan tantangan menari selama 24 jam tanpa henti menjadi daya tarik utama yang berhasil menyita perhatian para pengunjung.

Pada awalnya, ada tiga penari yang dijadwalkan untuk mengikuti tantangan tersebut, namun hanya dua yang akhirnya berhasil menjalani tantangan luar biasa ini.

Mereka adalah Cici dari Sumenep, Madura, dan Baltizar Tizar Oka yang berasal dari Tangerang.

Sementara itu, satu peserta asal Amerika Serikat terpaksa membatalkan kehadirannya karena alasan kesehatan.

“Semua aktivitas tetap dilakukan sambil menari karena sudah diikrarkan sejak awal,” ungkap penggagas acara, Riyanto, pada Sabtu malam.

Tantangan menari dimulai tepat pada pukul 06.00 WIB pada hari Sabtu dan berakhir pada pukul 06.00 WIB di hari Minggu.

Selama periode tersebut, kedua penari tetap bergerak meskipun saat makan maupun beristirahat.

Selain tantangan tersebut, Banyumas Ngibing 2026 juga diramaikan oleh peserta dari berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta, Tangerang, Bandung, Surabaya, hingga Solo.

Kehadiran peserta mancanegara dari negara-negara seperti Jepang, Kazakhstan, Belanda, dan Jerman memberikan sentuhan internasional dalam gelaran ini.

“Tidak hanya dari Banyumas, tetapi juga dari Surabaya, Jakarta, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Solo hingga Tangerang. Dari mancanegara ada peserta dari Jepang, Kazakhstan, Belanda dan Jerman,” kata Riyanto menjelaskan keberagaman peserta yang hadir.

Pertunjukan digelar secara simultan di beberapa titik strategis. Selain di Pendopo Kecamatan Banyumas yang menjadi pusat acara, pertunjukan juga berlangsung di halaman belakang serta area jalan sekitar untuk menyambungkan rangkaian penampilan.

“Ada beberapa titik pertunjukan yaitu di pendopo, halaman belakang dan juga di jalan mruyung belakang pendopo,” jelasnya lebih lanjut.

Pemerintah daerah setempat memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara tahun ini.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyatakan bahwa antusiasme peserta dan penonton mengalami peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Saya melihat antusiasme yang tinggi baik dari peserta maupun animo penontonnya dibandingkan tahun lalu. Semoga Banyumas Ngibing ke depan bisa lebih sukses dan lebih semarak lagi,” katanya optimis.

Menurut pandangan Bupati Sadewo, Banyumas Ngibing tidak hanya berfungsi sebagai ajang mengangkat seni budaya lokal tetapi juga berdampak positif langsung terhadap ekonomi masyarakat setempat.

“Karena melalui event ini multiplier effect-nya tinggi. Tidak hanya mengangkat seni budayanya saja tetapi roda perekonomian juga berjalan dengan baik. Pedagang lokal, pelaku UMKM serta restoran dan penginapan semua mendapatkan keuntungan dari acara ini,” pungkasnya.

Di balik keseruan dan semaraknya acara Banyumas Ngibing 2026 tersebut, terdapat makna mendalam bahwa event ini merupakan ruang temu bagi para penari lintas daerah bahkan negara.

Lebih dari sekadar pertunjukan seni tari biasa, event ini berhasil menciptakan panggung yang menghubungkan tradisi lokal dengan dunia yang lebih luas.

Banyumas Ngibing juga menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat global melalui tari-tarian khas yang dipertunjukkan oleh para penari berbakat tersebut.

Dengan begitu banyaknya penari dan pengunjung yang terlibat dalam acara ini menunjukkan betapa besarnya minat masyarakat terhadap seni tari sebagai salah satu warisan budaya yang harus dilestarikan. (dms/bay/stch/dda)

Berita Sebelumnya
MAN 1 Kebumen Borong 30 Gelar Juara

MAN 1 Kebumen Borong 30 Juara O2SN 2026, Atletik Jadi Penyumbang Terbesar

Berita Selanjutnya
Siap Laporkan Mantan Istri

Kasus dengan Jule Memanas, Na Daehoon Siap Tempuh Jalur Hukum