BANYUMASEKSPRES.ID, Lifter senior Eko Yuli Irawan kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025.
Prestasi ini semakin menegaskan bahwa meskipun usianya telah mencapai 36 tahun, Eko Yuli masih menjadi salah satu andalan Indonesia di kancah internasional.
Pada ajang yang berlangsung di Forde, Norwegia, Minggu (4/10) dini hari WIB, Eko berhasil mengamankan medali perunggu dalam kategori snatch kelas 65 kilogram putra dengan angkatan terbaik seberat 137 kilogram.
Dalam kompetisi ini, upaya keras Eko Yuli terlihat jelas ketika ia berhasil mengatasi hambatan dari dua percobaan sebelumnya yang gagal pada beban 135 dan 136 kilogram.
Percobaan ketiga menjadi momen krusial ketika dia sukses mengangkat beban 137 kilogram, menunjukkan ketangguhan mental dan hasil latihan kekuatan otot miliknya.
Namun, meski sukses di kategori snatch, tantangan di kategori lain seperti clean & jerk dan total angkatan tidak semudah yang dibayangkan.
Pada kategori clean & jerk, Eko Yuli hanya mampu mengangkat beban seberat 163 kilogram pada percobaan pertamanya.
Ketika mencoba meningkatkan beban menjadi 166 dan kemudian 167 kilogram pada dua percobaan berikutnya, ia sayangnya gagal menyelesaikan angkatan tersebut dengan sempurna.
Hal ini membuatnya harus puas berada di peringkat kesembilan untuk kategori clean & jerk. Total angkatan yang berhasil dicatatkan oleh Eko Yuli adalah 300 kilogram yang menempatkannya di posisi ketujuh dari sepuluh peserta secara keseluruhan.
Meskipun demikian, pencapaian ini tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang karier Eko Yuli yang penuh prestasi.
Sebelumnya, lifter asal Lampung ini telah meraih delapan medali di Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF, termasuk medali emas pada tahun 2018 yang menjadi puncak kariernya hingga saat ini.
Indonesia sebenarnya memiliki wakil lain dalam nomor yang sama yaitu Leonardo Geovani Adventino. Sayangnya, Leonardo belum mampu menunjukkan penampilan maksimalnya dalam kejuaraan kali ini.
Ia hanya mencatatkan angkatan sebesar 133 kilogram pada kategori snatch dan 162 kilogram pada clean & jerk dengan total angkatan 295 kilogram yang menempatkannya di posisi terbawah klasemen.
Di sisi lain kompetisi ini, lifter Turki Muhammed Furkan Ozbek tampil dominan dengan merebut medali emas melalui total angkatan 324 kilogram. Ozbek mencatatkan snatch seberat 145 kilogram dan clean & jerk seberat 179 kilogram.
Sementara itu, Pak Myong-jin dari Korea Utara berhasil meraih perak setelah membukukan total angkatan sebesar 315 kilogram dimana ia unggul dalam clean & jerk dengan angkatan terbaik seberat 180 kilogram meskipun hasil snatch-nya lebih rendah yaitu 135 kg dibandingkan Ozbek.
Peraih medali perunggu lainnya adalah Hampton Morris dari Amerika Serikat yang total angkatannya mencapai 311 kilogram melalui snatch seberat 133 kg dan clean & jerk seberat 178 kg.
Selain itu Morris juga mendapatkan perunggu dalam kategori clean & jerk sebagai tambahan atas prestasinya.
Kejuaraan Dunia Angkat Besi IWF masih akan berlangsung hingga tanggal 11 Oktober 2025 dan Indonesia masih memiliki beberapa lifter lain yang siap berlaga memperjuangkan nama bangsa.
Para penggemar olahraga di Tanah Air tentunya berharap agar para atlet kita dapat memberikan penampilan terbaik mereka dan membawa pulang lebih banyak medali untuk Indonesia.
Dalam konteks yang lebih luas, keberhasilan Eko Yuli Irawan meraih medali perunggu tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi tetapi juga memotivasi generasi muda lifter Indonesia untuk terus berlatih keras dan mengejar prestasi gemilang di panggung dunia.
Dukungan pemerintah serta komunitas olahraga sangat penting untuk memastikan bahwa Indonesia terus melahirkan talenta-talenta baru yang dapat meneruskan kejayaan para pendahulunya seperti Eko Yuli.
Secara keseluruhan, ajang Kejuaraan Dunia Angkat Besi tahun ini kembali menyoroti persaingan ketat antara para atlet dari berbagai negara dimana setiap upaya angkatan merupakan hasil dari latihan intensif berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelumnya.
Momen-momen seperti inilah yang menggambarkan esensi sejati dari semangat sportifitas dan dedikasi tinggi para atlet terhadap olahraga yang mereka cintai. (*/dda)
















