BANYUMASEKSPRES.ID, Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju akan menjadi momen istimewa yang dinanti banyak pihak, terutama karena keduanya merencanakan untuk menggunakan adat Jawa dalam upacara sakral tersebut.
Hal ini diungkapkan oleh Maia Estianty, ibunda dari El Rumi, yang dengan antusias berbagi informasi mengenai rencana pernikahan putranya.
“Kalau bicara soal adatnya, kemungkinan besar menggunakan adat Jawa, tetapi pastinya seperti apa aku enggak tahu. Namun, yang aku dengar seperti itu,” ujar Maia Estianty pada hari Minggu (8/2).
Meskipun sudah ada kepastian mengenai penggunaan adat Jawa, Maia mengakui dirinya belum mengetahui secara rinci konsep pernikahan yang akan dilangsungkan oleh pasangan muda ini.
“Untuk warnanya yang akan digunakan El Rumi dan Syifa Hadju di pernikahan mereka seperti apa, saya juga belum tahu,” tambah istri dari Irwan Mussry ini.
Maia Estianty menyampaikan permintaan maaf karena belum bisa mengungkapkan tanggal pasti pernikahan tersebut meskipun dia sudah mengetahuinya.
“Mengenai waktunya kapan, sebenarnya saya sudah tahu, tetapi karena mendapatkan amanah, jadi mohon maaf enggak boleh bocor,” ujarnya dengan tegas.
Sebagai seorang ibu, Maia menekankan bahwa dia menyerahkan sepenuhnya keputusan pernikahan kepada El Rumi dan Syifa Hadju.
Maia merasa penting bagi mereka untuk menjalani pernikahan sesuai dengan impian dan keinginan mereka sendiri tanpa intervensi berlebihan dari orang tua.
“Aku sebagai orang tua menyerahkan sepenuhnya kepada mimpi pernikahan anak-anak sendiri. Kalau kita sebagai orang tua ikut mengatur, tentu bukan pernikahan mereka,” jelasnya.
Belajar dari pengalaman sebelumnya saat putra pertamanya, Al Ghazali menikah dengan Alyssa Daguise, Maia hanya memberikan masukan agar pernikahan El Rumi dapat berjalan lebih baik dan maksimal.
“Karena sudah pernah pertama, sebenarnya tinggal mengulang saja. Mempelajari dari kesalahan-kesalahan yang akan membuat jadi lebih bagus,” tuturnya sambil mengenang masa lalu.
Hubungan antara ibu dan anak ini tampaknya cukup erat, terlihat dari bagaimana El Rumi sering meminta pendapat kepada Maia terkait hal-hal sederhana namun penting.
“Anak-anak itu selalu minta masukan, seperti pakai warna apa. Lebih ke hal-hal sederhana saja,” tutupnya penuh kasih sayang.
Pernikahan ini tentunya akan menjadi salah satu acara yang paling dinanti-nanti dalam kalender sosial selebriti Indonesia tahun ini.
Banyak pihak berharap agar semua persiapan dapat berjalan lancar dan acara dapat terselenggara dengan sukses.
Dengan menggunakan adat Jawa sebagai tema utama, diharapkan pernikahan ini tidak hanya menjadi ajang bersatunya dua insan dalam ikatan suci tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia kepada khalayak luas.
El Rumi dan Syifa Hadju telah menjalin hubungan yang cukup lama dan keduanya dikenal sebagai pasangan yang serasi di kalangan penggemar dan masyarakat umum.
Pernikahan mereka diharapkan dapat membawa kebahagiaan serta inspirasi bagi banyak pasangan muda lainnya.
Menariknya, keputusan untuk menggunakan adat Jawa dalam upacara pernikahannya menunjukkan komitmen mereka untuk menghormati tradisi serta warisan budaya leluhur mereka masing-masing.
Dengan gaya hidup modern yang kerap kali mengesampingkan nilai-nilai tradisional, langkah ini dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap akar budaya bangsa.
Sebagai salah satu sosok publik terkemuka di Indonesia, pilihan El Rumi dan Syifa Hadju tentu akan menjadi sorotan media sehingga setiap detail kecil dari persiapan hingga pelaksanaan akan menarik perhatian luas.
Oleh karena itu, tidak heran jika Maia Estianty memilih untuk berhati-hati dalam berbagi informasi demi menjaga privasi keluarga serta memberikan kejutan indah kepada para penggemar setia mereka pada saat yang tepat.
Bagi para penggemar setia maupun awak media yang selalu mengikuti perkembangan berita selebriti nasional, berita tentang persiapan hingga pelaksanaan hari bahagia bagi El Rumi dan Syifa Hadju pasti menjadi topik hangat yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.
Melihat bagaimana generasi muda selebriti ini menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan tuntutan publik merupakan contoh positif bagi banyak orang terutama dalam era digital saat ini dimana segala informasi begitu mudah tersebar luas melalui berbagai platform media sosial.
Dengan segala persiapan matang serta dukungan penuh dari keluarga besar kedua belah pihak maka diyakini bahwa momen spesial tersebut dapat terlaksana sesuai harapan semua pihak terlibat termasuk para tamu undangan serta masyarakat luas yang turut mendoakan kebahagiaan abadi bagi pasangan pengantin baru nantinya. (*/stch/dda)
















