Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Fajar/Fikri Bidik Gelar China Open 2026, Seo/Kim Datang dengan Misi Balas Dendam

Korea Selatan Bakal Balas DendamKorea Selatan Bakal Balas Dendam
Fajar Alvian/Shohibul Fikri

BANYUMASEKSPRES.ID, Partai final ganda putra China Open 2026 dipastikan menghadirkan duel sengit antara pasangan Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, melawan wakil Korea Selatan, Seo Seung Jae/Kim Won Ho.

Pertandingan ini menjadi laga yang paling dinantikan karena mempertemukan kembali dua pasangan terbaik dunia yang baru saja bentrok pada final Japan Open 2026.

Pada pertemuan sebelumnya di Japan Open, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Seo Seung Jae/Kim Won Ho dalam dua gim langsung dengan skor 21-19 dan 21-17.

Kekalahan tersebut membuat pasangan Korea Selatan datang ke China Open dengan motivasi tinggi untuk membalas hasil yang mereka alami sepekan sebelumnya.

Laga final yang akan berlangsung di Olympic Sports Center Gymnasium, Zhangjiakou, China, diprediksi berlangsung ketat.

Kedua pasangan sama-sama sedang berada dalam performa terbaik sehingga peluang meraih gelar juara terbuka bagi keduanya.

Berdasarkan laporan media Korea Selatan, The Chosun, Seo Seung Jae dan Kim Won Ho menjadikan kekalahan di Japan Open sebagai bahan evaluasi sekaligus motivasi tambahan.

Mereka bertekad memperbaiki penampilan agar mampu mengalahkan pasangan Indonesia pada pertemuan kali ini.

Meski kalah dalam duel terakhir, pasangan Korea Selatan masih memiliki catatan pertemuan yang sedikit lebih baik.

Dari lima pertemuan melawan Fajar/Fikri, Seo/Kim berhasil meraih tiga kemenangan, sedangkan pasangan Indonesia baru mencatat dua kemenangan.

Statistik tersebut menunjukkan persaingan kedua pasangan berlangsung sangat seimbang.

Media Korea Selatan menggambarkan tekad besar Seo/Kim untuk mengakhiri dominasi Fajar/Fikri.

Mereka ingin membuktikan bahwa kekalahan pada Japan Open hanyalah hasil sementara dan siap memberikan permainan terbaik demi membawa pulang gelar China Open 2026.

Perjalanan Seo Seung Jae/Kim Won Ho menuju final juga menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.

Setelah gagal berbicara banyak pada Singapore Open dan Indonesia Open yang digelar Juni lalu, pasangan Korea Selatan memilih menjalani masa istirahat dan memperbaiki kondisi fisik maupun permainan mereka.

Hasilnya mulai terlihat dalam dua turnamen terakhir. Seo/Kim sukses melaju hingga final Japan Open, kemudian kembali mencapai partai puncak China Open.

Konsistensi tersebut membuktikan bahwa mereka kembali menemukan ritme permainan yang sempat hilang pada pertengahan musim.

Di sisi lain, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri juga tampil impresif sepanjang turnamen.

Kepercayaan diri pasangan Indonesia meningkat setelah berhasil meraih gelar Japan Open.

Keberhasilan tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi laga final sekaligus mempertahankan dominasi atas pasangan Korea Selatan.

Selain menjadi perebutan gelar juara, pertandingan ini juga menjadi ajang pembuktian siapa pasangan ganda putra yang sedang berada dalam performa terbaik menjelang Kejuaraan Dunia BWF yang akan berlangsung beberapa pekan lagi.

Beban Korea Selatan pada China Open 2026 juga semakin besar karena absennya tunggal putri nomor satu dunia, An Se Young.

Pebulu tangkis andalan Negeri Ginseng itu memutuskan mundur dari turnamen setelah mengalami cedera kaki kiri ketika tampil pada Japan Open.

Tim medis Korea Selatan merekomendasikan An Se Young menjalani pemeriksaan lanjutan karena masih merasakan nyeri saat menopang beban pada kaki kirinya.

Keputusan tersebut diambil agar proses pemulihan berjalan maksimal sehingga ia siap tampil pada Kejuaraan Dunia BWF Agustus 2026 dan Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada September mendatang.

Tanpa kehadiran An Se Young, Korea Selatan kehilangan salah satu peluang terbesar untuk meraih gelar juara di sektor tunggal putri.

Harapan mereka kini bertumpu pada Seo Seung Jae/Kim Won Ho yang menjadi satu-satunya wakil dengan peluang besar membawa pulang gelar dari China Open.

Sementara itu, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri berpeluang menambah koleksi gelar sekaligus memperpanjang tren positif setelah sukses menjuarai Japan Open.

Apabila mampu kembali mengalahkan Seo/Kim, pasangan Indonesia akan semakin percaya diri menghadapi rangkaian turnamen besar berikutnya.

Final China Open 2026 diprediksi berlangsung dalam tempo cepat dengan reli-reli panjang khas sektor ganda putra.

Pengalaman, kekuatan mental, serta kemampuan memanfaatkan momentum akan menjadi faktor penting yang menentukan siapa yang akhirnya berdiri di podium juara.

Bagi Fajar/Fikri, kemenangan akan mempertegas dominasi mereka atas pasangan Korea Selatan dalam dua turnamen beruntun.

Sebaliknya, bagi Seo Seung Jae/Kim Won Ho, laga ini menjadi kesempatan emas untuk membalas kekalahan di Japan Open sekaligus mengakhiri penantian mereka meraih gelar juara China Open 2026. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Siswa MAN 2 Raih Perak Muaythai

Siswa MAN 2 Kebumen Raih Medali Perak Kejuaraan Provinsi Muaythai 2026

Berita Selanjutnya
Rumah Subsidi FLPP Terealisasi 67.518

BTN dan BSN Salurkan 67.518 Rumah Subsidi FLPP hingga Juni 2026