BANYUMASEKSPRES.ID, Kabar menggembirakan datang dari sektor pariwisata Kabupaten Trenggalek. Sektor pariwisata ini bisa mendongkrak kebudayan Trenggalek untuk lebih dikenal oleh masyarakat luas.
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) resmi terpilih dan masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata.
Masuknya FJTT ke dalam kalender nasional ini menjadi tonggak penting bagi Trenggalek dalam memperkuat posisi sebagai daerah dengan kekayaan budaya tradisional yang berdaya saing tinggi.
Kepala Bidang Pemasaran atau Promosi Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek, Bambang Supriyadi, membenarkan capaian tersebut.
Ia menyebut pengakuan dari Kementerian Pariwisata ini merupakan yang pertama bagi Trenggalek sepanjang keikutsertaan dalam program KEN.
Capaian ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata serta memperluas promosi budaya lokal ke tingkat nasional.

Pengakuan Nasional atas Konsistensi Pelestarian Budaya
Bambang mengungkapkan rasa syukur atas masuknya FJTT dalam KEN 2026. FJTT masuk kedalama KEN 2026 dapat memberikan eksposure dalam pengenalan budaya di Indonesia.
Menurutnya, pengakuan tersebut merupakan hasil dari komitmen panjang Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan masyarakat dalam melestarikan kesenian jaranan selama puluhan tahun.
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka sendiri telah digelar secara konsisten sejak puluhan tahun lalu dan terus mengalami pengembangan dari sisi konsep maupun kualitas penyelenggaraan.
Pada tahun sebelumnya, FJTT telah memasuki penyelenggaraan ke-29, sementara tahun ini menjadi edisi ke-30.
Setiap tahun, panitia bersama pemerintah daerah terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar festival semakin tertata, profesional, dan mampu menarik minat wisatawan.
Upaya berkelanjutan inilah yang akhirnya membuahkan hasil dengan lolosnya FJTT dalam kurasi KEN.
Proses Kurasi Ketat Kharisma Event Nusantara
Untuk dapat masuk dalam KEN, sebuah event daerah harus memenuhi sejumlah kriteria yang cukup ketat.
Di antaranya, event tersebut harus telah berlangsung minimal tiga tahun berturut-turut, dikelola secara profesional, serta bukan merupakan kegiatan sampingan.
Selain itu, event juga harus memiliki dampak nyata terhadap promosi pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Bambang menjelaskan bahwa pihaknya telah beberapa kali mengusulkan Festival Jaranan Trenggalek agar masuk dalam KEN.
Namun, setelah melalui proses kurasi oleh Kementerian Pariwisata, baru pada tahun 2026 FJTT dinyatakan lolos dan resmi masuk dalam kalender nasional tersebut.
Selain FJTT, Disparbud Trenggalek juga sempat mengajukan event tradisional Ngitung Batih di Kecamatan Dongko, namun hingga kini belum mendapat persetujuan.
Daftar Event Jawa Timur yang Masuk KEN 2026
Pada KEN 2026, Jawa Timur tercatat memiliki 11 event yang lolos seleksi. Selain Festival Jaranan Trenggalek Terbuka, event lain yang masuk antara lain Festival Reog dan Grebeg Suro Ponorogo dan Jember Fashion Carnival.
Kemudian, ada juga Banyuwangi Ethno Carnival, Festival Rujak Ulek Surabaya, Tong Tong Night Market Kota Malang, dan Segoro Topeng Kaliwungu Lumajang.
Disusul dengan adanya Gandrung Sewu Banyuwangi, Surabaya Vaganza: Festival of Lights, Festival Ronthek Pacitan, serta Festival Musik Tong Tong Sumenep.
Masuknya Trenggalek dalam daftar tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena mampu berdiri sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah lebih dulu dikenal sebagai destinasi wisata budaya nasional.
Event meriah di Jawa Timur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun luar negeri sama seperti Banyumas yang siapkan 91 Event sepanjang tahun 2026.
Dorong Identitas Budaya dan Ekonomi Lokal
Disparbud Trenggalek berharap kehadiran FJTT dalam KEN 2026 dapat semakin menguatkan identitas budaya daerah.
Bambang menilai, ke depan masyarakat akan lebih mudah mengasosiasikan Festival Jaranan dengan Trenggalek, sebagaimana Gandrung Sewu identik dengan Banyuwangi.
Identitas yang kuat diyakini mampu meningkatkan daya tarik wisata secara berkelanjutan.
Selain itu, festival ini juga diharapkan menjadi pintu masuk peningkatan kunjungan wisatawan ke Trenggalek.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh sektor pariwisata, tetapi juga menggerakkan perekonomian lokal, mulai dari pelaku UMKM, perhotelan, hingga sektor jasa pendukung lainnya.
Dukungan DPR RI untuk Jaranan Turangga Yaksa
Dukungan terhadap masuknya FJTT dalam KEN 2026 juga datang dari Anggota DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini.
Ia menyambut positif capaian tersebut dan mengaku turut mengawal aspirasi agar Festival Jaranan Trenggalek layak masuk dalam agenda nasional.
Novita berharap, tidak hanya sekadar masuk KEN, kesenian Jaranan Turangga Yaksa dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Ia juga optimistis Trenggalek bisa menjadi pusat atau rumah jaranan Indonesia jika konsistensi kualitas event terus dijaga.
Dengan terbukanya konektivitas bersama Kementerian Pariwisata, Novita meyakini sektor pariwisata dapat memberikan dampak positif bagi pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.(*/nds)
















