BANYUMASEKSPRES.ID, Pasar Kangen kembali hadir di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 18–24 September 2025 setelah sempat mengalami penundaan. Acara tahunan ini selalu dinanti masyarakat karena menghadirkan suasana tradisional lengkap dengan kuliner jadul, kerajinan, dan seni pertunjukan.
Tahun ini, Pasar Kangen mengusung tema “Nandur Opo Sing Dipangan, Mangan Opo Sing Ditandur”. Tema tersebut menjadi ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kedaulatan pangan sekaligus melestarikan budaya lokal yang sudah diwariskan sejak lama.
Dalam pelaksanaannya, panitia menghadirkan sebanyak 152 stan kuliner tradisional dan 66 stan kerajinan serta barang antik. Ragam kuliner tempo dulu seperti cenil, tiwul, hingga wedang uwuh akan kembali memanjakan pengunjung, diiringi nuansa seni yang khas.
Kepala Taman Budaya Yogyakarta, Purwiati, menjelaskan alasan pemindahan jadwal Pasar Kangen dari 7–13 September menjadi 18–24 September 2025. Menurutnya, kondisi sosial beberapa waktu lalu membuat pelaksanaan perlu ditunda agar acara berjalan lebih kondusif dan nyaman bagi semua pihak.
Selain menghadirkan ratusan stan kuliner dan kerajinan, Pasar Kangen juga diramaikan dengan pertunjukan seni tradisional di panggung terbuka TBY. Pagelaran seni ini akan menampilkan musik gamelan, tari klasik, hingga kesenian rakyat khas Yogyakarta, memberikan nuansa autentik yang sulit ditemukan di tempat lain.
Koordinator Pasar Kangen, Ong Harry Wahyu, menyebutkan bahwa lokasi kegiatan akan dipusatkan di beberapa area TBY, termasuk halaman depan dan pendapa, dengan pertimbangan efisiensi anggaran serta kapasitas tempat.
“Kami ingin tetap menjaga kualitas acara meski dengan penyesuaian ruang, sehingga pengalaman pengunjung tidak berkurang,” ujarnya.
Penundaan jadwal tahun ini juga memberikan waktu tambahan bagi panitia untuk mempersiapkan program seni yang lebih matang. Dengan begitu, gelar seni Pasar Kangen 2025 diharapkan bukan sekadar bazar, melainkan pertemuan budaya yang mampu mempererat kebersamaan warga Jogja dan wisatawan.
Dari sisi ekonomi, acara ini juga diyakini memberikan dampak positif. Ratusan pelaku UMKM kuliner dan kerajinan mendapat kesempatan memperkenalkan produknya kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi ruang promosi yang efektif bagi sektor pariwisata Yogyakarta.
Menurut laporan, Pasar Kangen telah menjadi agenda tahunan yang selalu dipadati ribuan pengunjung sejak pertama kali digelar. Antusiasme masyarakat terus meningkat karena acara ini bukan hanya bernostalgia dengan jajanan tradisional, tetapi juga menghadirkan pengalaman seni budaya yang orisinal.
Meski begitu, sejumlah catatan penting turut disampaikan publik. Beberapa pengamat menilai bahwa pelaksanaan harus tetap memperhatikan aspek kenyamanan pengunjung, termasuk pengaturan arus masuk dan keluar, ketersediaan fasilitas umum, serta penerapan protokol keamanan di lokasi acara.
Dari sisi pemerintah, Purwiati menegaskan bahwa TBY mendukung penuh Pasar Kangen sebagai bagian dari misi pelestarian budaya dan penguatan ekosistem seni.
“Pasar Kangen adalah ruang interaksi, ruang silaturahmi, sekaligus ruang edukasi bagi generasi muda,” tegasnya dalam keterangan resmi.
Dengan kombinasi antara kuliner, kerajinan, dan seni pertunjukan, Pasar Kangen 2025 diperkirakan akan kembali menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Yogyakarta. Kehadirannya menjadi penanda bahwa tradisi tetap hidup, relevan, dan terus dirayakan dalam bingkai kebersamaan. (sgsa)
















