BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – SMK Negeri 1 Wanareja kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Kali ini, sekolah berhasil mencatatkan dua capaian sekaligus melalui bidang kompetensi kejuruan dan olahraga.
Dua prestasi tersebut diraih dalam ajang Expert Mechanical Engineering CAD Competition (MECCOM) 2026 tingkat nasional dan Olympia Sport Indonesia Taekwondo Challenge 2026.
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMKN 1 Wanareja tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan kompetensi kejuruan, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga.
Salah satu prestasi paling menonjol datang dari Ra’uf Auladana, siswa kelas XII Teknik Mesin.
Ia berhasil meraih Juara 3 Kategori Expert MECCOM 2026 yang diselenggarakan di Politeknik Negeri Semarang.
Kompetisi tersebut menjadi ajang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan di bidang Mechanical Engineering Computer-Aided Design (CAD).
Keberhasilan Ra’uf menjadi prestasi tersendiri karena mampu bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di tingkat nasional.
Ra’uf Auladana menunjukkan kemampuan dalam bidang desain teknik berbasis komputer melalui kompetisi MECCOM 2026.
Sebagai siswa jurusan Teknik Mesin, kemampuan tersebut menjadi bagian penting dari kompetensi yang dipelajarinya selama berada di SMKN 1 Wanareja.
Keberhasilannya meraih posisi ketiga kategori Expert menunjukkan bahwa kompetensi siswa sekolah kejuruan dari Cilacap tersebut mampu bersaing di level nasional.
Prestasi ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pengembangan keterampilan siswa sesuai bidang keahlian yang dipilih.
Kepala SMKN 1 Wanareja, Sri SPd MM, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para siswanya.
Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja keras, latihan, serta dukungan dari pihak sekolah.
“Kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diraih Murid SMKN 1 Wanareja. Baik di bidang kompetensi keahlian maupun olahraga, anak-anak mampu menunjukkan kemampuan dan bersaing di tingkat nasional,” ujar Sri.
Selain prestasi melalui MECCOM 2026, siswa SMKN 1 Wanareja juga mencatatkan capaian dalam ajang Olympia Sport Indonesia Taekwondo Challenge 2026.
Prestasi di bidang olahraga tersebut melengkapi keberhasilan sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai bidang.
Menurut Sri, keberhasilan di bidang teknik maupun olahraga menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki potensi yang dapat dikembangkan sesuai minat dan bakat masing-masing.
Sekolah pun berkomitmen memberikan dukungan agar siswa memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan di luar kegiatan pembelajaran reguler.
Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk lebih percaya diri ketika mengikuti kompetisi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Sri berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa SMKN 1 Wanareja lainnya.
Menurutnya, prestasi yang diraih Ra’uf dan siswa lainnya dapat menjadi contoh bahwa kerja keras dan konsistensi dapat menghasilkan pencapaian yang membanggakan.
“Kami akan terus memberikan dukungan kepada siswa untuk berprestasi. Semoga capaian ini menjadi motivasi agar mereka semakin percaya diri, disiplin, dan tidak berhenti berusaha meraih prestasi yang lebih tinggi,” katanya.
Sekolah juga akan terus mendorong pengembangan kompetensi siswa melalui kegiatan yang sesuai dengan bidang keahlian, minat, serta bakat masing-masing.
Bagi sekolah kejuruan, penguasaan keterampilan praktis menjadi salah satu modal penting bagi siswa untuk menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Karena itu, kompetisi seperti MECCOM dapat menjadi sarana untuk menguji sekaligus meningkatkan kemampuan siswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di sekolah.
Raihan dua prestasi nasional tersebut sekaligus memperkuat komitmen SMKN 1 Wanareja dalam mengembangkan prestasi siswa.
Sekolah tidak hanya memberikan perhatian terhadap kompetensi kejuruan, tetapi juga mendukung kegiatan olahraga dan pengembangan bakat.
Capaian Ra’uf Auladana dalam MECCOM 2026 menjadi salah satu contoh keberhasilan pengembangan kompetensi teknik di sekolah.
Sementara prestasi pada ajang Taekwondo Challenge menunjukkan adanya ruang bagi siswa untuk berkembang di bidang olahraga.
Kombinasi antara kompetensi kejuruan, prestasi olahraga, dan pengembangan karakter diharapkan dapat membentuk siswa yang memiliki kemampuan sekaligus kepercayaan diri untuk bersaing.
Dengan dua prestasi yang berhasil diraih di tingkat nasional, SMKN 1 Wanareja diharapkan dapat terus melahirkan siswa-siswa berprestasi dari berbagai bidang.
Prestasi tersebut juga menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk mempertahankan semangat berkompetisi dan meningkatkan kualitas pembinaan peserta didik.
Ke depan, sekolah menargetkan dukungan terhadap siswa terus ditingkatkan sehingga semakin banyak peserta didik yang mampu mengharumkan nama SMKN 1 Wanareja dan Kabupaten Cilacap melalui prestasi di tingkat regional maupun nasional. (wln/stch/dda)
















