BANYUMASEKSPRES.ID, Pertandingan yang berlangsung di Turf Moor pada Kamis dini hari WIB (23/4) menjadi momen penting bagi Manchester City, yang berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Burnley.
Gol cepat yang dicetak oleh Erling Haaland pada menit kelima pertandingan tersebut menjadi penentu hasil akhir laga yang berlangsung ketat ini.
Dengan hasil tersebut, City mengambil alih posisi puncak klasemen English Premier League (EPL) dari Arsenal, menjadikannya kali pertama sejak pekan pertama kompetisi bahwa City berada di posisi teratas klasemen setelah menunggu selama 201 hari.
Kekalahan ini membawa dampak berat bagi Burnley, yang secara matematis terdegradasi dari EPL.
Mereka mengikuti jejak Wolverhampton Wanderers yang lebih dulu mengalami nasib serupa.
Meskipun City memiliki rekor dominasi yang kuat atas Burnley dengan 14 kemenangan beruntun dan agregat gol 51-3, kali ini mereka harus berjuang keras untuk mengamankan tiga poin dan memastikan tempat mereka di puncak klasemen.
Sejak awal pertandingan, tim asuhan Pep Guardiola langsung menunjukkan dominasinya dengan intensitas permainan yang tinggi.
Dalam 12 menit pertama saja, mereka telah mencatatkan enam tembakan ke arah gawang.
Peluang pertama datang dari Rayan Cherki, namun usaha tersebut berhasil diblok oleh kiper Burnley, Martin Dubravka pada menit kelima.
Situasi ini menjadi awal dari tekanan intensif yang diberikan oleh tim tamu kepada pertahanan tuan rumah.
Haaland pun membuka keunggulan bagi City hanya satu menit setelah peluang pertama itu.
Dengan skema serangan cepat, Jeremy Doku berhasil melewati lawan di tengah lapangan sebelum memberikan umpan matang kepada Haaland.
Penyerang asal Norwegia itu kemudian menggiring bola sebelum melepaskan tembakan cungkil yang tidak mampu dijangkau oleh Dubravka.
Gol ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Haaland sebagai gol tercepat dalam laga tandang sejak Agustus 2023 dan juga menambah koleksi delapan golnya dari lima pertemuan melawan Burnley.
Walaupun demikian, Burnley tidak menyerah begitu saja. Mereka sempat memberikan ancaman ketika Quilindschy Hartman mencoba membangun serangan.
Namun, tembakannya mampu diblok oleh Abdukodir Khusanov. Hingga turun minum, tidak ada tambahan gol tercipta meskipun kedua tim tetap bermain agresif dengan intensitas tinggi.
Memasuki babak kedua, City berusaha untuk menggandakan keunggulan mereka.
Namun sayangnya, upaya Antoine Semenyo pada menit ke-50 melambung jauh di atas mistar gawang.
Guardiola terlihat frustrasi dengan tempo permainan timnya yang dinilai terlalu lambat dan khawatir akan kemungkinan Burnley memanfaatkan celah untuk mencuri gol penyama kedudukan.
Guardiola menekankan pentingnya efisiensi dalam laga-laga ketat seperti ini dan mengungkapkan pendapatnya tentang perlunya meningkatkan tempo permainan agar dapat mengontrol jalannya pertandingan secara lebih efektif.
“Kami harus bermain lebih cepat dan lebih tajam dalam mengambil keputusan. Tempo yang lambat membuat lawan tetap hidup di pertandingan,” ungkap Guardiola dengan tegas.
Untuk merespons situasi tersebut, Guardiola melakukan beberapa perubahan taktis dengan memasukkan Nico Gonzalez dan Savinho untuk menggantikan Rayan Ait-Nouri dan Semenyo.
Meskipun perubahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya serang tim, peluang emas justru terbuang ketika Nico O’Reilly gagal memanfaatkan kesempatan di depan gawang.
Burnley pun terus memberikan ancaman hingga menit-menit akhir pertandingan meskipun mereka sudah tertinggal satu gol.
Serangan-serangan mereka yang sporadis menunjukkan semangat juang tinggi meskipun situasi semakin sulit bagi mereka.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol tercipta dan hasil akhir tetap berpihak kepada Manchester City.
Dengan kemenangan ini, Manchester City kini unggul satu poin dari Arsenal meskipun keduanya memiliki jumlah poin yang sama yakni 70 poin dengan selisih gol +37. (*/stch/dda)
















