BANYUMASEKSPRES.ID, Bitcoin (BTC) tampaknya mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan momentum bullish dalam jangka pendek. Dalam 24 jam terakhir, harga BTC sempat turun tapi berhasil naik lagi dan stabil di atas $106.000.
Sebelumnya, harga Bitcoin (BTC) sempat tergelincir di bawah $104.500 sebelum akhirnya mengalami pemulihan cepat. Pergerakan harga ini memunculkan optimisme pasar terhadap kemungkinan terbentuknya tren naik yang lebih kuat dalam waktu dekat.
Aksi teknikal saat ini mengindikasikan terbentuknya pola yang bisa menjadi awal dari reli panjang. Beberapa indikator utama mulai mengarah pada perubahan arah tren yang lebih positif, terutama di grafik harian.
Di media sosial X, analis kripto Titan of Crypto menyebut penutupan harian terbaru Bitcoin (BTC) sudah berada di atas garis Tenkan.
Garis Tenkan, atau garis konversi dalam sistem Ichimoku, dianggap sebagai indikator penting dalam membaca kekuatan tren jangka pendek. Posisi harga di atas garis ini biasanya menandakan potensi pergerakan naik yang semakin besar.
Menurut Titan of Crypto, grafik harian Bitcoin (BTC) saat ini menunjukkan tanda-tanda pembentukan pola golden cross. Dalam analisis teknikal, pola ini terjadi ketika rata-rata jangka pendek melintasi rata-rata jangka panjang dari bawah ke atas, dan dianggap sebagai sinyal kuat pembalikan tren ke arah bullish jangka panjang.
Jika golden cross ini benar-benar terjadi, maka bisa menjadi pemicu reli lanjutan ke level yang lebih tinggi. Saat ini, harga Bitcoin (BTC) sedang bergerak konsolidasi di kisaran $105.000 sambil menanti sinyal teknikal selanjutnya.
Target resistensi terdekat yang sedang dibidik berada di sekitar $111.600. Namun, pasar masih diliputi ketidakpastian geopolitik, khususnya karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Situasi global tersebut bisa kapan saja mempengaruhi arah teknikal yang sedang terbentuk. Risiko-risiko eksternal ini dapat memaksa pasar untuk melakukan penyesuaian terhadap prospek bullish yang kini sedang berkembang.
Sementara latar belakang teknikal menunjukkan adanya sinyal kenaikan yang cukup kuat, tidak semua indikator sepenuhnya mendukung narasi optimis ini. Beberapa data pasar lainnya menunjukkan adanya sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan.
Analis Ali Martinez menyoroti pentingnya level $104.124 sebagai dukungan utama yang harus dijaga.
Harga ini dianggap signifikan karena menjadi area dengan konsentrasi tinggi dari harga realisasi UTXO, yang menunjukkan banyak investor masuk pada level tersebut. Jika level tersebut jebol, harga berpotensi turun lebih jauh ke kisaran $97.405.
Martinez menjelaskan bahwa grafik URPD saat ini mengindikasikan lemahnya struktur dukungan antara $104.000 dan $97.000. Dengan minimnya minat beli di area ini, maka jika penurunan terjadi, koreksi bisa berlangsung sangat cepat dan dalam.
Selain itu, aktivitas para pemegang besar alias whale turut memberikan sinyal yang menambah kompleksitas pasar. Data on-chain mengungkap sejumlah dompet besar dengan lebih dari 1.000 BTC mulai mengurangi kepemilikannya dalam beberapa hari terakhir.
Penurunan kepemilikan oleh whale mulai terlihat setelah Bitcoin (BTC) mencapai rekor tertinggi baru di level $111.800 pada 22 Mei lalu. Aksi distribusi seperti ini sering kali diartikan sebagai sinyal kewaspadaan terhadap potensi pembalikan harga.
Dengan potensi terbentuknya golden cross dalam waktu dekat, pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan secara seksama. Meskipun potensi kenaikan terlihat dari sisi teknikal, faktor risiko eksternal tetap perlu diwaspadai.
Ketidakpastian dari sisi geopolitik maupun pergerakan pemilik besar dapat menjadi pengubah arah pasar secara tiba-tiba. Oleh karena itu, kombinasi analisis teknikal dan fundamental menjadi kunci penting dalam membaca dinamika Bitcoin (BTC) saat ini.
Dalam kondisi pasar seperti ini, investor dituntut untuk tetap waspada sekaligus fleksibel dalam mengambil keputusan. Momentum bullish yang sedang berkembang memang menjanjikan, tetapi tidak lepas dari bayang-bayang volatilitas yang tinggi. (dda)
















