Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Gunung Ibu Kembali Meletus Sore Hari, Kolom Abu Setinggi 300 Meter

Erupsi Gunung IbuErupsi Gunung Ibu
Gunung Ibu di Maluku Utara kembali erupsi dengan kolom abu setinggi 300 meter. Dalam sepekan terakhir, tercatat 35 kali letusan dengan status masih Level II Waspada.

BANYUMASEKSPRES.ID, Aktivitas vulkanik Gunung Ibu dalam beberapa hari terakhir terus meningkat. Dalam sepekan terakhir, jumlah erupsi tercatat mencapai 35 kali.

Data tersebut diperoleh dari pemantauan aktivitas gunung api secara intensif. Pemantauan dilakukan melalui sistem resmi yang terhubung dengan MAGMA Indonesia.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, tinggi kolom abu cukup signifikan. Kolom abu terpantau mencapai sekitar 300 meter di atas puncak gunung.

Jika dihitung dari permukaan laut, ketinggiannya mencapai sekitar 1.625 meter. Visual kolom abu terlihat jelas dengan warna kelabu.

Arah sebaran abu bergerak ke sisi tenggara dengan intensitas sedang. Hal ini menunjukkan adanya tekanan aktivitas dari dalam kawah.

Erupsi yang terjadi juga terekam melalui alat seismograf. Amplitudo maksimum tercatat mencapai 28 milimeter. Durasi letusan berlangsung sekitar 43 detik. Durasi ini menunjukkan aktivitas yang masih cukup aktif.

Menurut laporan resmi MAGMA Indonesia, status Gunung Ibu masih berada di Level II atau Waspada. Status ini menandakan adanya peningkatan aktivitas namun belum masuk kategori berbahaya tinggi.

Pemantauan kegempaan juga menunjukkan angka yang cukup tinggi. Dalam satu hari, tercatat ratusan aktivitas gempa yang berkaitan dengan gunung tersebut.

Pada 18 April 2026, terjadi sekitar 120 kali gempa letusan. Amplitudo gempa berkisar antara 15 hingga 28 milimeter. Durasi gempa letusan bervariasi antara 34 hingga 71 detik. Angka ini menunjukkan dinamika tekanan magma yang masih aktif.

Selain gempa letusan, tercatat juga beberapa gempa hembusan. Jumlahnya mencapai tiga kali dalam periode pengamatan tersebut. Amplitudo gempa hembusan berada di kisaran 4 hingga 10 milimeter. Durasi gempa jenis ini relatif singkat, sekitar 33 hingga 34 detik.

Aktivitas lain yang terdeteksi adalah gempa harmonik. Tercatat sebanyak 13 kali gempa harmonik dalam satu hari. Amplitudo gempa harmonik berkisar antara 2 hingga 28 milimeter. Durasi gempa ini bervariasi antara 31 hingga 126 detik.

Data ini menunjukkan bahwa aktivitas internal Gunung Ibu masih berlangsung. Pergerakan magma di dalam tubuh gunung masih terus terjadi.

PVMBG mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat sekitar. Pengunjung dan wisatawan juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah. Pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi risiko bahaya langsung.

Selain itu, terdapat perluasan sektoral ke arah utara kawah aktif. Jarak aman di sektor tersebut ditetapkan hingga 3,5 kilometer.

Imbauan ini penting untuk mencegah dampak dari lontaran material vulkanik. Potensi bahaya bisa meningkat sewaktu-waktu tanpa tanda yang jelas.

Sepanjang tahun 2026, aktivitas gunung api di Indonesia cukup tinggi. MAGMA Indonesia mencatat ribuan letusan dari berbagai gunung api.

Total erupsi yang terekam mencapai 1.549 kejadian di seluruh Indonesia. Data ini menunjukkan intensitas aktivitas vulkanik nasional yang meningkat.

Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi yang paling aktif sepanjang tahun ini. Jumlah erupsinya tercatat mencapai 826 kali letusan. Sementara itu, Gunung Ibu berada di posisi berikutnya. Gunung ini telah mengalami sekitar 560 kali erupsi sepanjang 2026.

Kondisi ini menegaskan bahwa Gunung Ibu masih menjadi salah satu gunung aktif. Pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya.

Masyarakat diharapkan tetap mengikuti arahan dari pihak berwenang. Kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi aktivitas vulkanik. (vip)

Berita Sebelumnya
Stasiun comal

Stasiun Comal Aktif Lagi Mulai 27 April 2026, Rute Jogja–Solo Jadi Praktis?

Berita Selanjutnya
Kriteria Penerima Bansos

Kriteria Penerima Bansos 2026 Terbaru, Siapa Saja yang Masih Berhak?