BANYUMASEKSPRES.ID, LUMAJANG – Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Senin (3/8/2026).
Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, memuntahkan kolom abu vulkanis setinggi sekitar 800 meter di atas puncak.
Menyusul erupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.
Berdasarkan laporan resmi PVMBG, erupsi Gunung Semeru terjadi pada pukul 10.23 WIB dan terpantau jelas dari Pos Pengamatan Gunung Api Semeru.
Kolom abu yang keluar dari kawah terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas cukup tebal.
Abu vulkanis bergerak mengikuti arah angin menuju sektor timur hingga tenggara.
Laporan aktivitas vulkanik tersebut disusun oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Sigit Rian Alfian.
Hasil pemantauan menggunakan peralatan seismograf menunjukkan erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 15 milimeter dan berlangsung selama sekitar 93 detik.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Senin (3/8), pukul 10.23 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ±800 meter di atas puncak,” demikian keterangan Badan Geologi yang dikutip pada Senin (3/8/2026).
Seiring meningkatnya aktivitas Gunung Semeru, PVMBG kembali mengingatkan masyarakat untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan.
Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, meskipun berada di luar radius 13 kilometer.
Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar yang dapat menjangkau hingga sekitar 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.
PVMBG juga menetapkan larangan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru.
Area tersebut berisiko tinggi karena berpotensi terjadi lontaran material pijar saat erupsi berlangsung. Risiko tersebut dapat membahayakan keselamatan warga maupun wisatawan yang berada di sekitar gunung.
Tidak hanya ancaman abu vulkanis, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, dan banjir lahar, terutama ketika terjadi hujan di kawasan puncak.
Material vulkanik yang terbawa aliran air dapat mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, serta Besuk Sat.
Selain itu, sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan juga berpotensi dilalui banjir lahar apabila hujan turun dengan intensitas tinggi di kawasan gunung.
PVMBG menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya demi menghindari risiko menjadi korban bencana vulkanik.
Warga yang tinggal di sekitar lereng Gunung Semeru juga diminta terus mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan oleh Badan Geologi, PVMBG, pemerintah daerah, maupun instansi terkait.
Pemantauan aktivitas Gunung Semeru dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam untuk mendeteksi perubahan aktivitas vulkanik.
Data hasil pengamatan akan menjadi dasar dalam penyampaian rekomendasi kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan aktivitas gunung api.
Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia. Aktivitas erupsi yang terjadi secara berkala membuat masyarakat di sekitar kawasan rawan bencana diimbau selalu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama pada musim hujan yang dapat meningkatkan risiko banjir lahar.
Pemerintah mengingatkan bahwa kepatuhan terhadap rekomendasi PVMBG menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian akibat aktivitas vulkanik.
Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Semeru. (*/stch/dda)














