Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Indonesia Peringkat Keempat Ekonomi Syariah Global, Produk Halal Tumbuh 6,21 Persen

Produk Halal Tumbuh 6,21 PersenProduk Halal Tumbuh 6,21 Persen
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti

BANYUMASEKSPRES.ID, MATARAM – Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif dalam sektor ekonomi dan keuangan syariah.

Saat ini, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah global.

Capaian tersebut diperkuat dengan pertumbuhan produk halal nasional yang mencapai 6,21 persen pada triwulan I 2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,6 persen.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengatakan pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa ekonomi syariah memiliki potensi besar sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, menurutnya, keberhasilan tersebut harus terus dijaga melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

“Jangan lupa, kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Sinergi antara pemerintah, Bank Indonesia, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, hingga asosiasi harus terus diperkuat agar ekonomi dan keuangan syariah semakin berkembang,” ujar Destry saat membuka Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (Fesyar KTI) 2026 di Lombok Epicentrum Mall (LEM), Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026).

Destry menegaskan, penguatan ekosistem ekonomi syariah memerlukan kerja sama lintas sektor.

Menurutnya, dukungan dari pemerintah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga masyarakat menjadi faktor penting agar industri halal Indonesia mampu bersaing di pasar global.

Selain memperkuat kolaborasi, Bank Indonesia juga optimistis penyelenggaraan Fesyar KTI 2026 mampu meningkatkan transaksi ekonomi syariah di kawasan timur Indonesia.

Dalam ajang tersebut, BI menargetkan total transaksi mencapai Rp12,5 miliar.

Target tersebut terdiri atas business matching senilai Rp11 miliar serta penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebesar Rp1,5 miliar.

BI meyakini target itu dapat tercapai apabila seluruh pihak bekerja sama mendukung pengembangan industri halal dan pemberdayaan UMKM.

“Business matching sebesar Rp11 miliar dan penjualan produk UMKM Rp1,5 miliar harus bisa dicapai. Dengan sinergi, saya yakin target tersebut dapat terealisasi,” tegas Destry.

Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia menjadi salah satu agenda strategis Bank Indonesia dalam memperluas ekosistem ekonomi syariah nasional.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan promosi produk halal dan UMKM, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha, investor, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama bisnis.

Melalui berbagai program tersebut, Bank Indonesia berharap pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia dapat terus meningkat, memperluas pasar produk halal nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dunia.

Dengan dukungan kolaborasi yang berkelanjutan, sektor ekonomi syariah diharapkan mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, peningkatan daya saing UMKM, serta penciptaan lapangan kerja di masa mendatang. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Trans Banyumas Bidik 2,2 Juta Penumpang

Jembatan Serayu Kembali Dibuka, Penumpang Trans Banyumas Ditargetkan Tembus 2,2 Juta

Berita Selanjutnya
Pemain Persibangga Dilirik Klub Liga 1 dan Liga

Promosi Liga 3 Jadi Berkah, Pemain Persibangga Purbalingga Diincar Klub Liga 1 dan Liga 2