Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Inflasi Cilacap Maret 2026 Naik 0,70 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Inflasi Maret Naik 0,70 PersenInflasi Maret Naik 0,70 Persen
PENDATAAN : Pedagang bahan pangan Pasar Sidodadi Cilacap saat didata mengenai harga kebutuhan pokok

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Inflasi di Kabupaten Cilacap mengalami lonjakan yang signifikan pada bulan Maret 2026.

Menurut data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) Cilacap, inflasi bulanan yang dihitung berdasarkan metode month to month (m-to-m) tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,70 persen.

Kenaikan ini menjadi perhatian serius bagi para ekonom dan masyarakat setempat, terutama karena dampaknya terhadap daya beli masyarakat.

Kepala BPS Cilacap, Suswandi, menjelaskan bahwa kenaikan inflasi ini dipicu oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas penting, terutama dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

“Komoditas seperti beras, daging ayam ras, telur ayam ras, dan minyak goreng menjadi penyumbang utama inflasi pada bulan Maret,” kata Suswandi dalam penjelasannya yang disampaikan pada Rabu (8/4).

Penjelasan ini memberikan gambaran jelas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi ekonomi di daerah tersebut.

Selain itu, sektor transportasi juga berkontribusi signifikan terhadap kenaikan inflasi.

Tarif angkutan antar kota mengalami peningkatan seiring dengan naiknya permintaan serta biaya operasional.

Hal ini menunjukkan bahwa inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh sektor pangan saja, tetapi juga oleh biaya transportasi yang berkelanjutan.

Dengan pertumbuhan kebutuhan masyarakat akan mobilitas yang tinggi, tarif transportasi menjadi salah satu faktor krusial yang turut mendorong inflasi.

Secara keseluruhan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang andil terhadap inflasi bulanan sebesar 0,54 persen.

Sementara itu, kelompok transportasi menyumbang sebesar 0,13 persen. Angka-angka ini mencerminkan betapa pentingnya kedua sektor tersebut dalam perekonomian lokal.

Dalam konteks tahunan (year on year/y-on-y), inflasi di Cilacap tercatat sebesar 3,51 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai angka 110,94. Adapun inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) berada di angka 1,08 persen.

Suswandi menambahkan bahwa selain faktor pangan dan transportasi, beberapa elemen lain juga berkontribusi terhadap kenaikan inflasi tahunan.

Tarif listrik dan harga emas perhiasan merupakan dua komoditas yang ikut mempengaruhi laju inflasi di wilayah ini.

“Beberapa komoditas lain seperti biaya pendidikan, tarif rumah sakit, dan kendaraan bermotor juga ikut menyumbang kenaikan harga,” jelasnya lebih lanjut.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa tidak semua komoditas mengalami kenaikan harga.

Beberapa jenis bahan pangan seperti cabai merah, bawang putih, cabai rawit, dan bawang merah justru mengalami penurunan harga.

Penurunan harga ini bisa jadi merupakan angin segar bagi masyarakat yang tergantung pada bahan makanan tersebut.

Meskipun ada sejumlah komoditas yang masih tertekan harganya, secara umum hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga.

“Secara umum, hampir seluruh kelompok pengeluaran mengalami kenaikan harga. Namun, inflasi di Cilacap masih tergolong terkendali meski menunjukkan tren peningkatan,” pungkas Suswandi menutup penjelasannya.

Pernyataan ini memberikan harapan bahwa meskipun ada tantangan dalam pengendalian inflasi saat ini, situasinya masih dapat dikelola dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

Kondisi ekonomi yang dinamis seperti ini tentunya memerlukan perhatian lebih dari semua pihak.

Para pelaku usaha perlu merespon perubahan-perubahan harga dengan lebih bijak untuk menjaga kestabilan pasar.

Selain itu pemerintah juga harus melakukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah inflasi agar tidak berdampak negatif terhadap daya beli masyarakat.

Dalam konteks sosial-ekonomi masyarakat Cilacap sendiri, adanya inflasi ini bisa jadi mempengaruhi pola konsumsi masyarakat sehari-hari.

Dengan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, banyak keluarga mungkin harus mengatur kembali anggaran belanja mereka untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Silaturahmi Kamtibmas, Serap Keluhan Warga

Polres Kebumen Gelar Silaturahmi Kamtibmas Bersama Masyarakat Jatimulyo untuk Tingkatkan Keamanan

Berita Selanjutnya
Dijuluki Pengacara Spesialis Janda Kaya Raya

Profil Sangun Ragahdo: Pengacara Artis yang Dijuluki “Spesialis Janda Kaya”