Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Suhanto Sulap Batu Alam Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi yang Siap Go Internasional
Intan Nuraini Ungkap Pengalaman Haji, Sempat Sakit Jelang Wukuf di Arafah

Intan Nuraini Ungkap Pengalaman Haji, Sempat Sakit Jelang Wukuf di Arafah

Sakit Parah Jelang WukufSakit Parah Jelang Wukuf
Intan Nuraini

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Aktris sekaligus penyanyi Intan Nuraini telah kembali ke Indonesia setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Di balik rasa syukur karena berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, Intan menyimpan pengalaman yang tidak terlupakan.

Ia mengaku sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat perubahan cuaca di Arab Saudi, bahkan tepat beberapa hari sebelum pelaksanaan wukuf di Arafah.

Pengalaman tersebut dibagikan Intan sebagai pelajaran bagi masyarakat yang berencana menunaikan ibadah haji.

Menurutnya, selain mempersiapkan mental, spiritual, dan pengetahuan mengenai tata cara berhaji, calon jemaah juga harus memastikan kondisi fisik tetap prima karena seluruh rangkaian ibadah membutuhkan stamina yang kuat.

Intan mengatakan ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sekaligus menguji kemampuan fisik setiap jemaah.

Aktivitas selama di Tanah Suci sangat padat dan sebagian besar dilakukan dengan berjalan kaki dalam jarak yang cukup jauh.

Mulai dari tawaf mengelilingi Kakbah hingga sai antara Bukit Shafa dan Marwah, seluruh rangkaian ibadah membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.

Karena itu, kesehatan menjadi faktor yang sangat menentukan agar setiap proses ibadah dapat dijalani dengan lancar.

“Jadi kita tuh dituntut untuk sehat gitu ya, untuk staminanya juga harus prima karena emang perjalanannya itu bukan perjalanan yang mudah gitu. Dari mulai tawaf, sai itu kan jalannya panjang gitu ya, membutuhkan perjalanan yang panjang,” ujar Intan.

Meski telah mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Tanah Suci, Intan tetap mengalami gangguan kesehatan.

Ia mengaku mulai merasakan gejala batuk dan pilek ketika menjalankan berbagai ibadah sunnah.

Menurutnya, perubahan suhu dan cuaca di Arab Saudi menjadi penyebab utama kondisi tubuhnya menurun.

Perbedaan iklim yang cukup ekstrem dibandingkan Indonesia membuat daya tahan tubuhnya sempat melemah.

“Waktu sunnahnya tuh aku sempat sakit gitu, sakitnya tuh ya batuk pilek segala macem lah karena perubahan cuaca segala macem,” ungkapnya.

Kondisi tersebut sempat membuat Intan merasa cemas. Pasalnya, waktu pelaksanaan wukuf di Arafah semakin dekat, sementara kesehatannya belum sepenuhnya pulih.

Sebagai salah satu rukun haji yang paling penting, wukuf menjadi momen yang tidak boleh dilewatkan oleh setiap jemaah.

Karena itu, Intan khawatir sakit yang dialaminya akan mengganggu pelaksanaan ibadah tersebut.

Dalam kondisi tubuh yang kurang fit, Intan memilih memperbanyak doa dan berserah diri kepada Allah SWT.

Ia memohon agar diberikan kesehatan sehingga dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik tanpa hambatan berarti.

Menurut Intan, doa yang dipanjatkannya akhirnya dikabulkan. Tepat pada malam sebelum keberangkatan menuju Arafah, kondisi kesehatannya mulai membaik.

Batuk dan pilek yang sebelumnya cukup mengganggu perlahan menghilang sehingga ia dapat menjalankan wukuf dengan lebih tenang.

Kesembuhan yang datang menjelang puncak ibadah haji membuat Intan merasa sangat bersyukur.

Ia akhirnya mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah, mulai dari wukuf di Arafah hingga prosesi lainnya, dalam kondisi yang jauh lebih baik.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya. Intan menyadari bahwa ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan hati dan niat yang tulus, tetapi juga kondisi fisik yang benar-benar terjaga.

Ia berharap pengalamannya dapat menjadi pengingat bagi calon jemaah haji agar mulai mempersiapkan kesehatan jauh sebelum keberangkatan.

Menjaga pola makan, rutin berolahraga, cukup beristirahat, serta berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum berangkat menjadi langkah penting agar tubuh siap menghadapi aktivitas padat selama berada di Tanah Suci.

Selain itu, para jemaah juga perlu beradaptasi dengan perubahan cuaca yang berbeda dari Indonesia.

Mengonsumsi air yang cukup, menggunakan pelindung dari panas matahari, serta menjaga daya tahan tubuh dapat membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan selama menjalankan ibadah.

Bagi Intan Nuraini, perjalanan haji tahun ini bukan hanya menjadi pengalaman spiritual yang mendalam, tetapi juga memberikan pelajaran tentang arti kesabaran, ikhtiar, dan kepasrahan kepada Tuhan.

Ia bersyukur mampu melewati ujian kesehatan yang datang menjelang puncak ibadah dan kembali ke Tanah Air dengan membawa pengalaman berharga yang akan selalu dikenangnya. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Karya Realistis Dari Batu Alam

Suhanto Sulap Batu Alam Jadi Karya Seni Bernilai Tinggi yang Siap Go Internasional