Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Investor Ramai-Ramai Buru Saham GOTO, Transaksi Mencapai 462 Miliar

Saham gotoSaham goto
Saham GOTO

BANYUMASEKSPRES.ID, Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali menjadi pusat perhatian dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia, terutama berkat peningkatan volume transaksi yang signifikan.

Harga saham GOTO saat ini berada di kisaran Rp85 hingga Rp90 per saham, menandai konsistensi harga yang terjaga dalam beberapa pekan terakhir di tengah sentimen pasar yang berubah-ubah.

Perusahaan teknologi ini masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang positif meskipun belum mencetak laba bersih, dan investor kini menanti arah strategis jangka pendek maupun jangka panjangnya.

Berbagai pihak menilai langkah efisiensi biaya, potensi ekspansi layanan, hingga strategi monetisasi menjadi faktor penting yang sedang ditunggu-tunggu investor menjelang laporan keuangan berikutnya.

Analis pasar melihat posisi harga saat ini cukup menarik karena menunjukkan tren konsolidasi yang sehat, dengan potensi breakout jika tekanan beli terus menguat dari investor besar.

Analisa teknikal sederhana menunjukkan level support saham GOTO berada di angka Rp80 per saham, sementara resistance-nya tercatat di kisaran Rp95 yang menjadi acuan banyak trader.

Jika saham GOTO mampu bertahan di atas Rp88, maka peluang untuk menguji resistance dan mencetak penguatan harga dalam jangka pendek akan tetap terbuka lebar.

Namun, jika harga turun di bawah Rp80, potensi tekanan lanjutan cukup besar sehingga investor disarankan waspada terhadap level-level kritis tersebut dalam jangka pendek.

Relative Strength Index (RSI) GOTO saat ini berada di kisaran 50 hingga 55, yang menandakan posisi netral, tetapi membuka ruang kenaikan jika ada sentimen positif yang kuat.

Secara teknikal, harga saham GOTO juga berada dekat dengan moving average 20 hari, yang memperkuat prediksi bahwa saham ini sedang berada dalam fase akumulasi.

Di sisi lain, faktor global turut memengaruhi performa saham GOTO, terutama karena sektor teknologi internasional juga sedang menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Kenaikan saham teknologi di bursa global sering kali mendorong investor domestik untuk masuk ke saham sejenis, termasuk GOTO yang punya kapitalisasi besar di sektor ini.

Kinerja saham GOTO juga mendapatkan dukungan dari masuknya dana asing, di mana dalam beberapa periode terakhir tercatat net buy asing yang terus meningkat.

Dukungan asing tersebut antara lain dipicu oleh langkah inovatif GOTO meluncurkan model bahasa berbasis AI bernama Sahabat-AI, yang dikembangkan dalam bahasa Indonesia dan daerah.

Peluncuran Sahabat-AI mendapat sorotan internasional saat CEO NVIDIA Jensen Huang hadir secara langsung dan menyatakan dukungannya atas teknologi yang dikembangkan GOTO secara mandiri.

Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk memperkuat kapabilitas teknologi lokal dan meningkatkan daya saing GOTO di ranah teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Sejumlah analis meyakini bahwa inisiatif seperti ini bisa memperbaiki persepsi pasar terhadap masa depan GOTO, terutama di tengah ketatnya kompetisi di sektor teknologi Asia Tenggara.

Selain itu, aksi beli asing yang besar juga tercermin dari peningkatan nilai transaksi saham GOTO, termasuk pada beberapa sesi perdagangan dengan volume tinggi yang menembus ratusan juta lembar.

GOTO pun pernah mencatat transaksi besar melalui pasar negosiasi, seperti yang terjadi Februari lalu dengan nilai crossing mencapai Rp1,33 triliun dari kesepakatan antar investor besar.

Walau perusahaan belum mengomentari secara resmi transaksi besar tersebut, pasar menilai hal ini sebagai bagian dari konsolidasi kepemilikan dan repositioning oleh investor institusi.

Volume perdagangan GOTO yang tinggi serta tingginya likuiditas membuat saham ini tetap menjadi salah satu favorit di kalangan investor harian maupun jangka menengah.

Dengan kombinasi fundamental yang berkembang, sentimen teknologi global yang menguat, dan masuknya dana asing, GOTO dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Namun demikian, fluktuasi harga tetap menjadi perhatian karena sektor teknologi umumnya lebih sensitif terhadap perubahan kebijakan dan tren global.

Para analis menyarankan agar investor tetap selektif dan fokus pada data serta sentimen yang benar-benar berdampak, bukan hanya spekulasi jangka pendek semata.

Kinerja GOTO dalam beberapa bulan mendatang akan sangat tergantung pada hasil strategi monetisasi dan kemampuan menekan rugi bersih yang masih membayangi kinerja keuangannya. (Okt)

Berita Sebelumnya
Air sumur

DLH dan Dinkes Banyumas Buktikan Limbah MBG Cemari Air Warga Rejasari

Berita Selanjutnya
Umkm dapat mengajukan pinjaman kur syariah bsi 2025 untuk mendapat modal sampai rp500 juta

Ajukan KUR Syariah BSI 2025 Online, Pinjaman di Bawah 100 Juta Bisa Tanpa Jaminan