BANYUMASEKSPRES.ID, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi berbasis sains dan teknologi.
Komitmen ini diwujudkan melalui pembukaan Program Studi (Prodi) S1 Teknik Pertambangan.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk kontribusi ITS dalam mendukung penguatan kemandirian energi nasional, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam (SDA) secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pembukaan Prodi Teknik Pertambangan di ITS bukan sekadar menambah jumlah jurusan, tetapi lebih pada upaya mencetak generasi profesional yang unggul dalam bidang pertambangan.
Program ini dirancang untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik yang kuat, kemampuan penguasaan teknologi mutakhir, serta kesadaran ekologis yang tinggi.
Mahasiswa akan dilatih tidak hanya untuk menguasai teori dan praktik teknis, tetapi juga dibekali dengan wawasan etis dalam menjalankan eksplorasi dan pengelolaan tambang secara berkelanjutan.
Bernaung di FTSPK dan Telah Terakreditasi

Prodi Teknik Pertambangan ITS berada di bawah naungan Departemen Teknik Geomatika, yang merupakan bagian dari Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan dan Kebumian (FTSPK).
Meskipun masih tergolong baru, prodi ini telah memperoleh pengakuan resmi dari Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) Teknik dengan predikat Akreditasi Baik.
Capaian ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan yang ditawarkan telah memenuhi standar nasional yang ditetapkan, termasuk dalam hal kurikulum, tenaga pengajar, serta sarana dan prasarana pendukung.
Kurikulum Menekankan Eksplorasi dan Keberlanjutan
Kurikulum Prodi Teknik Pertambangan ITS disusun dengan pendekatan holistik yang menggabungkan aspek geologi dasar hingga eksplorasi lanjutan.
Mahasiswa akan mempelajari metode penambangan modern yang efisien, aman, dan ramah lingkungan.
Kurikulum juga mencakup pembelajaran tentang regulasi, hukum pertambangan, serta standar internasional yang berlaku dalam industri global.
Dengan pendekatan ini, lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga ahli yang adaptif dan kompeten dalam menghadapi dinamika sektor pertambangan.
Prodi Teknik Pertambangan memiliki ruang lingkup keilmuan yang berbeda dari Teknik Material dan Metalurgi.
Jika Teknik Metalurgi lebih berfokus pada pengolahan material hasil tambang, maka Teknik Pertambangan mengkaji proses dari hulu ke hilir, mulai dari eksplorasi, perencanaan tambang, hingga operasional lapangan.
Penekanan pada keselamatan kerja, efisiensi produksi, dan integrasi teknologi digital juga menjadi keunggulan prodi ini dalam menjawab kebutuhan industri pertambangan masa kini.
Peluang Karier Lulusan Teknik Pertambangan ITS
Lulusan Prodi Teknik Pertambangan ITS memiliki prospek karier yang luas di berbagai sektor. Mereka dapat bekerja sebagai tenaga ahli di kementerian, lembaga riset, atau perusahaan pertambangan nasional dan internasional.
Selain menjadi mining engineer dan teknisi geologi, lulusan juga bisa berkarier sebagai akademisi, konsultan eksplorasi, hingga analis kebijakan di sektor energi dan sumber daya mineral.
Pendidikan yang diberikan ITS membekali lulusan dengan kemampuan untuk beradaptasi di berbagai jalur profesi, termasuk di bidang wirausaha maupun karier birokrasi.
Pendaftaran Dibuka di Seleksi Mandiri Gelombang II ITS 2025
Prodi Teknik Pertambangan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun ajaran 2025 melalui jalur Seleksi Mandiri Gelombang II.
Pembukaan pendaftaran ini menjadi peluang emas bagi generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan industri pertambangan yang strategis, modern, dan berwawasan lingkungan.
ITS mengundang para calon mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia untuk menjadi bagian dari transformasi sektor energi dan tambang di masa depan.
Dengan reputasinya sebagai salah satu kampus teknik terbaik di Indonesia, ITS memberikan jaminan mutu pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri.
Melalui pembukaan Prodi Teknik Pertambangan, ITS menegaskan komitmennya dalam mendidik generasi muda untuk siap menghadapi tantangan masa depan, baik dalam konteks nasional maupun global.
Pendidikan teknik yang diberikan tidak hanya menekankan keahlian, tetapi juga tanggung jawab sosial dan keberlanjutan sebagai bagian penting dari pengembangan sektor energi dan sumber daya alam di Indonesia.
















