BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga melaporkan hasil evaluasi terkait Idul Kurban 2025 yang baru saja berlalu.
Dalam sepekan setelah perayaan tersebut, petugas menemukan sejumlah hewan kurban yang mengalami penyakit organ.
Dari total hewan yang disembelih, tercatat 81 ekor sapi dan 31 ekor kambing terjangkit penyakit yang menyerang organ dalam. Akibatnya, beberapa bagian daging kurban harus dibuang.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim pengawas untuk memantau proses penyembelihan serta melakukan pemeriksaan terhadap ternak kurban sebelum disembelih.
Hingga saat ini, hasil rekapitulasi menunjukkan adanya temuan penyakit pada organ hewan yang menyebabkan beberapa bagian daging dan organ harus diafkirkan.
Kabid Perlindungan Tanaman, drh Edi Setyanta, menegaskan bahwa meskipun ada temuan penyakit, bagian organ yang tidak terjangkit penyakit parah dan berpotensi menular masih aman untuk dikonsumsi.
Dalam kasus adanya cacing pita, misalnya, cacing tersebut bisa dibuang dan organ lainnya masih bisa dikonsumsi dengan aman.
Edi juga menekankan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi dan hewan sejenisnya, tidak menular kepada manusia. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir saat menangani daging dari hewan yang terjangkit PMK.
Untuk kurban tahun ini, total sapi yang disembelih di Kabupaten Purbalingga mencapai 3.146 ekor, sementara kambing mencapai 7.444 ekor.
Selain itu, terdapat pula 1.754 ekor domba yang disembelih. Edi menambahkan, tidak ada domba yang ditemukan mengidap penyakit organ, dan untuk tahun ini tidak ada kerbau yang dijadikan hewan kurban.
Pengawasan yang ketat selama proses penyembelihan dan pemeriksaan sebelum kurban merupakan bagian dari upaya Dinas Pertanian untuk memastikan keamanan dan kesehatan daging yang dikonsumsi masyarakat.
Langkah ini juga bertujuan untuk mencegah penyebaran penyakit dari hewan ke hewan lain maupun ke manusia.
Dengan adanya pengawasan dan pemeriksaan ketat, diharapkan masyarakat merasa lebih aman dan tenang dalam mengonsumsi daging kurban.
Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan hewan kurban dengan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peternak mengenai pentingnya menjaga kesehatan ternak mereka.
Selain itu, kerjasama dengan pihak terkait dalam penanganan dan pengawasan kesehatan hewan kurban diharapkan dapat terus berjalan dengan baik, sehingga kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
Dengan demikian, masyarakat dapat merayakan Idul Kurban dengan lebih tenang, tanpa kekhawatiran terhadap kesehatan daging yang mereka konsumsi.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi prosedur kesehatan dalam pengolahan dan penyimpanan daging kurban agar terhindar dari risiko penyakit.
Langkah proaktif yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kesehatan masyarakat serta memastikan hewan kurban yang disembelih memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan.
Dengan pengawasan yang tepat, diharapkan kualitas dan keamanan daging kurban dapat terjaga dengan baik.
Kepala Dinpertan Purbalingga, Revon Haprindiat, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya untuk memastikan tidak ada penyebaran penyakit berbahaya dari hewan kurban. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati daging kurban dengan lebih aman.
Upaya pengawasan dan pemeriksaan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam memastikan keamanan dan kesehatan daging kurban yang dikonsumsi masyarakat.
Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas kesehatan hewan kurban, demi keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam merayakan Idul Kurban. (amr/stch)
















