Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Jasa Penggilingan Daging Masih Laris Manis Setelah Iduladha, Pengusaha di Banjarnegara & Purbalingga Raup Cuan

Jasa giling daging masih kebanjiran orderJasa giling daging masih kebanjiran order

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Momen Hari Raya Iduladha 2025 menjadi musim panen rezeki bagi para pelaku jasa penggilingan daging, khususnya di wilayah Pasar Induk Banjarnegara.

Aktivitas penggilingan melonjak drastis seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengolah daging kurban menjadi berbagai olahan siap konsumsi.

Sawab, pemilik salah satu kios jasa penggilingan daging di pasar tersebut, menyebutkan bahwa sejak hari pertama Iduladha, volume daging yang digiling bisa mencapai satu hingga dua ton per hari. Jumlah ini naik signifikan dibanding hari biasa yang hanya berkisar antara 50 hingga 100 kilogram.

“Sejak Iduladha, kami bisa menggiling satu sampai dua ton daging setiap hari. Antrean sudah ada sejak pukul enam pagi dan bisa sampai malam,” ujar Sawab saat ditemui, Selasa (10/6/2025).

Meski permintaan meningkat drastis, Sawab mengaku tidak menaikkan tarif jasa penggilingan. Ia tetap mempertahankan harga layanan sebesar Rp5.000 per kilogram demi menjaga loyalitas pelanggan yang sudah bertahun-tahun menggunakan jasanya.

Menurutnya, mayoritas daging yang dibawa pelanggan untuk digiling merupakan daging sapi dan kambing, yang akan diolah menjadi bakso, abon, atau lauk siap saji untuk dibagikan kepada sanak saudara.

“Daging yang digiling kebanyakan untuk dibuat bakso, abon, atau lauk siap saji. Biasanya untuk dibagikan ke sanak saudara,” tambahnya.

Salah satu pelanggan tetap, Inung, mengatakan bahwa dirinya rutin datang setiap tahun ke kios Sawab untuk menggiling daging kurban. Selain harga yang terjangkau, ia menilai kualitas hasil gilingan sangat baik.

“Selain murah, hasil gilingannya juga bersih dan halus. Lebih praktis,” ungkap Inung.

Fenomena peningkatan volume penggilingan daging ini memperlihatkan betapa vitalnya peran pelaku usaha mikro seperti jasa penggilingan daging selama musim Iduladha.

Tak hanya mempermudah masyarakat dalam pengolahan daging kurban, tetapi juga membuka peluang ekonomi lokal yang menjanjikan.

Namun suasana berbeda terlihat di wilayah tetangga, tepatnya di Pasar Segamas, Purbalingga. Di pasar ini, lonjakan aktivitas penggilingan daging berlangsung lebih singkat.

Menurut Endang, salah satu pekerja di kios penggilingan, puncak permintaan hanya terjadi selama tiga hari pertama Iduladha.

“Biasanya bisa sampai seminggu. Sekarang sudah kembali sepi,” kata Endang saat ditemui di lokasi.

Meski volume penggilingan menurun lebih cepat, tarif jasa tetap dipertahankan seperti hari biasa. Jenis daging yang digiling pun serupa, yakni daging sapi dan ayam, baik dari pasokan lokal maupun impor.

Sayangnya, di tengah meningkatnya aktivitas, persoalan limbah penggilingan masih belum tertangani secara baik.

Di Pasar Segamas, limbah hasil pengolahan daging langsung dibuang ke aliran sungai yang terletak di belakang kios, tanpa sistem pengolahan ataupun pengawasan khusus dari pemerintah daerah.

“Belum ada pengawasan khusus, karena kios penggilingan masuk dalam area pasar,” ungkap Temon, pemilik salah satu kios di lokasi tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat limbah organik dari penggilingan daging dapat menimbulkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola secara tepat.

Di sisi lain, hal ini menunjukkan perlunya regulasi dan perhatian lebih dari dinas terkait, agar pertumbuhan usaha mikro seperti penggilingan daging tetap berjalan tanpa mengorbankan kualitas lingkungan.

Di tengah dinamika tersebut, usaha jasa penggilingan daging di masa Iduladha tetap menunjukkan peran pentingnya dalam rantai distribusi pangan lokal.

Bagi masyarakat, kehadiran layanan ini bukan hanya tentang efisiensi, tapi juga soal kepercayaan dan kenyamanan dalam mengolah hasil ibadah kurban mereka.

Dengan potensi pasar yang besar, usaha mikro seperti ini idealnya didukung dengan fasilitas sanitasi dan manajemen limbah yang lebih baik.

Apalagi, kegiatan seperti penggilingan daging kurban dipastikan akan terus terjadi secara musiman dan selalu dibutuhkan masyarakat setiap tahunnya. (jud/mnz/stch)

Berita Sebelumnya
Rth di cilacap masih kurang

Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Masih Jadi PR, Baru Capai 18 Persen dari Luas Wilayah

Berita Selanjutnya
Pemkab banyumas tangani 189 ruas jalan di tahun 2025

Pemkab Banyumas Anggarkan Rp41,7 Miliar untuk Infrastruktur Jalan dan Jembatan