BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H, Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap mengambil langkah proaktif untuk memastikan kesehatan hewan kurban dengan menurunkan sebanyak 160 petugas ke lapangan.
Langkah ini adalah bagian dari upaya pengawasan yang ketat terhadap kesehatan hewan kurban, seperti kambing dan sapi, agar memenuhi syarat layak potong sebelum disembelih.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Cilacap, Slamet Sugino, mengungkapkan bahwa keberadaan petugas tersebut diharapkan dapat menjamin kesehatan hewan yang akan dijadikan kurban.
Slamet menjelaskan bahwa petugas yang diterjunkan terdiri dari beragam tenaga ahli, mulai dari tenaga teknis peternakan, dokter hewan, paramedis hingga staf pendukung lainnya dari Dinas Pertanian.
Mereka akan bekerja sama dalam melaksanakan tugas pemeriksaan di lapangan.
“Mereka bertugas memeriksa hewan kurban di tempat-tempat pemotongan, kemudian di lapak-lapak ternak H-1 sampai pada saat hewan akan dipotong,” katanya dalam keterangannya pada Selasa (28/4).
Dalam proses pengawasan ini, Slamet memastikan bahwa kondisi hewan kurban di Cilacap saat ini tergolong aman dan tidak menunjukkan gejala klinis yang berbahaya.
“Sampai saat ini belum terpantau oleh kami di lapak-lapak ternak,” ujarnya menegaskan pentingnya pemantauan yang ketat.
Sebagai tindakan preventif terhadap penyebaran penyakit pada hewan, pihak Dinas Pertanian juga menggencarkan program vaksinasi untuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Rencananya, mereka telah menyiapkan sebanyak 12 ribu dosis vaksin dan menargetkan ribuan hewan kurban sudah mendapatkan vaksinasi sebelum pelaksanaan hari kurban.
Vaksinasi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan daging yang nantinya dikonsumsi oleh masyarakat memenuhi standar asuh, yaitu aman, sehat, utuh, dan halal.
Langkah-langkah yang diambil oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pengawasan ketat terhadap kesehatan hewan kurban.
Upaya ini penting mengingat permintaan terhadap hewan kurban meningkat menjelang Hari Raya Idul Adha.
Selain itu, adanya vaksinasi juga menjadi jaminan bagi masyarakat bahwa daging yang mereka konsumsi berasal dari hewan yang sehat.
Penting untuk dicatat bahwa pengawasan kesehatan hewan tidak hanya berlaku selama periode menjelang Idul Adha saja.
Ini adalah bagian dari tanggung jawab berkelanjutan dari Dinas Pertanian dalam memastikan kesejahteraan hewan serta keamanan pangan bagi masyarakat.
Dengan adanya petugas terlatih yang berdedikasi, Dinas Pertanian berharap dapat mencegah potensi risiko kesehatan yang mungkin timbul akibat penyakit pada hewan ternak. (jul/stch/dda)
















