BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah kebakaran mengkhawatirkan terjadi di dua bangunan ruko yang terletak di wilayah Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada hari Senin, 27 April, dini hari.
Insiden tersebut telah menghanguskan ruko ayam goreng dan sebuah bengkel sepeda motor yang berada di Jalan Nusa Indah, Desa Mulyasari.
Berdasarkan laporan awal yang diterima oleh pihak berwenang, peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 02.19 WIB.
Saksi mata yang berada di lokasi kejadian melaporkan melihat kobaran api berkobar dari salah satu ruko dan segera berteriak meminta bantuan kepada warga setempat.
Mengingat api cepat membesar, warga kemudian mengambil tindakan cepat dengan melaporkan situasi darurat ini kepada Pos Damkar Majenang.
Keberadaan petugas pemadam kebakaran sangat penting dalam situasi semacam ini dan mereka tiba di lokasi sekitar pukul 02.40 WIB untuk melakukan upaya pemadaman serta pendinginan.
Proses penanganan kebakaran berlangsung intensif hingga akhirnya api dapat berhasil dikendalikan oleh petugas.
Dua bangunan yang terbakar memiliki ukuran masing-masing 4×6 meter. Ruko ayam goreng milik Rut Setianingsih mengalami kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp 30 juta, kerugian ini mencakup bangunan itu sendiri, kulkas, serta berbagai peralatan usaha yang terdapat di dalamnya.
Sementara itu, bengkel sepeda motor milik Tri Haryadi mengalami kerugian lebih besar, yakni diperkirakan mencapai Rp 40 juta.
Kerugian ini termasuk biaya untuk perbaikan bangunan, dua unit sepeda motor yang terbakar, serta peralatan bengkel lainnya.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Cilacap, Gatot Arief Widodo, memberikan keterangan terkait penyebab kebakaran tersebut dengan menyatakan bahwa dugaan sementara menunjukkan bahwa insiden ini disebabkan oleh korsleting listrik.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Petugas juga berhasil mengendalikan api agar tidak merembet ke bangunan lain,” ujarnya dengan penuh rasa syukur atas keberhasilan tim pemadam kebakaran.
Dalam proses pemadaman tersebut, petugas memanfaatkan sumber daya air dengan menghabiskan kurang lebih 3.000 liter air untuk menanggulangi kobaran api yang melanda ruko-ruko tersebut.
Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, tim juga melaksanakan pendataan kerugian dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan mereka.
Kebakaran seperti ini merupakan pengingat bagi masyarakat betapa pentingnya menjaga keamanan listrik dan memastikan bahwa instalasi listrik dirawat dengan baik serta memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
Terjadinya korsleting listrik sering kali menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran dalam konteks bangunan komersial maupun residensial.
Sosialisasi mengenai bahaya kebakaran harus terus diperkuat melalui berbagai program edukasi masyarakat dan pelatihan tentang cara-cara pencegahan kebakaran serta tindakan darurat saat menghadapi situasi krisis semacam ini.
Dengan langkah-langkah preventif yang tepat dan kesadaran dari masyarakat tentang risiko kebakaran, diharapkan angka kejadian kebakaran dapat menurun secara signifikan. (jul/stch/dda)
















