BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pada hari pertama penutupan total Jembatan Karanganyar, yang terletak di Kabupaten Kebumen, terjadi kepadatan arus lalu lintas yang signifikan di kedua ujung jembatan.
Penutupan ini dimulai pada Jumat (10/4) untuk proses rehabilitasi, yang bertujuan memperbaiki infrastruktur penting tersebut.
Jalan Nasional III menjadi titik perhatian utama saat kendaraan, baik mobil pribadi, sepeda motor, pejalan kaki, maupun pesepeda ontel dari Kecamatan Kebumen dan Kecamatan Gombong tampak mengantre panjang untuk melintasi jembatan darurat yang telah disiapkan di sisi utara jembatan utama.
Dalam situasi tersebut, beberapa pengguna jalan memilih untuk melewati jalan kampung sebagai alternatif.
Petugas dari pihak pelaksana proyek dan warga setempat ikut membantu mengatur arus lalu lintas di sekitar area jembatan.
Selain itu, personel kepolisian juga dikerahkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus kendaraan di simpang tiga yang berfungsi sebagai jalur alternatif bagi kendaraan besar selama penutupan Jembatan Karanganyar.
Alat berat telah dikerahkan untuk memulai proses pembongkaran lantai jembatan setelah penutupan arus lalu lintas dilakukan.
Dwiyono, pelaksana pekerjaan dari PT Karya Adhi Kencana, menyampaikan bahwa pembongkaran Jembatan Karanganyar sudah dimulai pada hari itu juga.
Penutupan total jembatan ini diperkirakan akan berlangsung hingga Minggu (10/5), atau selama satu bulan penuh. Rehabilitasi yang dilakukan hanya akan mencakup bagian lantai jembatan saja.
Terkait dengan arus lalu lintas selama penutupan jembatan, pihak pelaksana proyek telah berkoordinasi dengan kepolisian dan dinas terkait setempat untuk memastikan kesiapan jalur alternatif sesuai dengan rute yang sebelumnya sudah disosialisasikan kepada masyarakat.
Dwiyono menjelaskan bahwa jembatan darurat telah difungsikan dengan sistem buka tutup bagi kendaraan yang melintas dari arah Kecamatan Kebumen menuju Gombong atau sebaliknya mulai hari itu.
“Namun, karena antrean cukup panjang terjadi di lokasi, kami mengimbau agar kendaraan kecil dapat memilih jalur alternatif melalui Adimulyo atau Karangkemiri agar tidak menumpuk di sekitar jembatan darurat,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa akses ambulance menjadi prioritas utama dan akan tetap diperhatikan meskipun ada penutupan.
Salah satu pengguna jalan, Shafa (18), seorang siswi SMKN 1 Karanganyar, merasa senang atas adanya perbaikan jembatan utama sekaligus penyediaan jembatan darurat.
“Bagus banget karena kita pemotor kan semisal muter jauh kan,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Di sisi lain, sejumlah pejalan kaki terlihat menaiki angkutan umum yang berhenti di ujung jembatan darurat.
Salwa (41), seorang warga Kecamatan Kebumen yang sedang dalam perjalanan untuk menengok orang tua di Gombong, harus melewati jembatan darurat terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum.
“Mau ke Gombong, mau menengok orang tua,” katanya dengan nada harap-harap cemas.
Haryanto, seorang sopir angkutan umum dengan trayek Gombong-Kebumen selama enam tahun terakhir, menjelaskan bahwa penutupan jembatan berdampak pada operasional angkutan umumnya.
“Penumpang biasanya berasal dari kalangan pelajar, pedagang serta karyawan,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa saat ini mereka saling berbagi trayek antara Kebumen-Gombong dan Gombong-Kebumen untuk mengurangi dampak dari penutupan.
“Lebih baik seperti itu daripada harus memutar jauh,” ucap Haryanto sambil menunjuk ke arah jalan alternatif yang dilalui oleh angkutannya.
Meskipun dia merasa bahwa memutar adalah solusi lain, dia menyadari bahwa akses jalan tersebut jauh lebih panjang dan melelahkan bagi penumpangnya.
Penutupan Jembatan Karanganyar ini tentunya menjadi perhatian besar bagi masyarakat lokal dan pengguna jalan lainnya.
Masyarakat berharap agar proses rehabilitasi dapat berjalan lancar dan cepat sehingga kehidupan sehari-hari mereka dapat kembali normal tanpa hambatan.
Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum Kebumen, perbaikan infrastruktur seperti Jembatan Karanganyar merupakan langkah penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran transportasi di kawasan tersebut.
Pihak dinas juga menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar bersabar selama periode rehabilitasi berlangsung.
Dengan adanya upaya rehabilitasi ini diharapkan nantinya Jembatan Karanganyar tidak hanya aman untuk dilalui tetapi juga mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. (mam/stch/dda)
















