BANYUMASEKSPRES.ID, Harapan Kylian Mbappe untuk meraih trofi Liga Champions UEFA musim ini kembali sirna setelah Real Madrid tersingkir secara dramatis di perempat final.
Pertandingan berlangsung di Allianz Arena pada Kamis dini hari WIB, 16 April.
Tim asal Spanyol tersebut datang dengan misi untuk membalikkan agregat 1-2, namun harapan itu pupus setelah mereka mengalami kekalahan yang sangat menyakitkan.
Real Madrid memulai pertandingan dengan semangat tinggi dan berhasil unggul 3-2 di babak pertama berkat gol yang dicetak oleh Mbappe.
Gol tersebut sempat memberikan harapan bagi para pendukung Madrid bahwa mereka bisa melanjutkan perjalanan di kompetisi bergengsi ini.
Namun, situasi mulai berubah ketika Eduardo Camavinga, yang baru saja masuk sebagai pemain pengganti, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-86.
Dengan demikian, Madrid harus bermain dengan sepuluh orang di momen-momen krusial yang menentukan.
Kehilangan satu pemain itu dimanfaatkan oleh Bayern Munich yang langsung mengambil alih momentum.
Dalam waktu singkat, mereka berhasil mencetak dua gol melalui Luis Diaz dan Michael Olise di menit-menit akhir pertandingan.
Dengan kemenangan 4-3 tersebut, Bayern Munich melaju ke semifinal dengan unggul agregat 6-4 dan akan bersiap menghadapi Paris Saint-Germain (PSG).
Di sisi lain, PSG juga menunjukkan performa mengesankan setelah menyingkirkan Liverpool dengan agregat 4-0.
Musim lalu, PSG bahkan mencatatkan sejarah dengan menjadi juara setelah mengalahkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di final.
Keberhasilan ini tentunya menambah tekanan bagi tim-tim lain yang ingin meraih gelar prestisius ini.
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil pertandingan tersebut.
Ia menilai kartu merah Camavinga menjadi titik balik yang merusak jalannya pertandingan yang sebelumnya berjalan ketat dan sengit antara kedua tim.
“Sulit dipercaya seorang pemain bisa diusir karena situasi seperti itu di laga sebesar ini,” ungkap Arbeloa dengan nada penuh penyesalan.
“Kami sangat kecewa, marah, dan frustrasi. Ini adalah pertandingan yang menentukan musim kami,” tambahnya.
Camavinga menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat, sebuah situasi yang tidak biasa dan sangat merugikan bagi timnya.
Kartu kuning kedua diberikan setelah ia dianggap menghambat jalannya permainan usai melakukan pelanggaran terhadap Harry Kane saat itu.
Di tengah ketegangan dan persaingan sengit antara kedua tim, keadaan menjadi semakin sulit ketika Madrid terpaksa bermain dengan sepuluh orang.
Setelah keunggulan jumlah pemain dimiliki oleh Bayern Munich, mereka langsung memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak dua gol cepat dalam waktu singkat melalui Luiz Diaz dan Michael Olise.
Pertandingan ditutup dengan kemenangan 4-3 bagi Bayern Munich (agregat 6-4), membawa mereka melangkah ke semifinal untuk menghadapi Paris Saint-Germain.
Reaksi terhadap keputusan wasit pun muncul dari berbagai pihak baik dari sisi Madrid maupun Bayern Munich.
Pelatih Arbeloa bahkan mempertanyakan keputusan wasit secara lebih tajam dan kritis.
“Saya rasa wasit bahkan tidak sadar bahwa Camavinga sudah mendapat kartu kuning sebelumnya,” katanya.
Ia merasa keputusan tersebut merusak jalannya pertandingan yang sebenarnya berlangsung luar biasa dan penuh ketegangan.
Pemain muda berbakat Madrid, Jude Bellingham juga menyampaikan pandangannya terkait keputusan tersebut, menilai bahwa keputusan wasit adalah sebuah lelucon yang sangat merugikan timnya pada saat-saat penting seperti ini.
Dalam suasana penuh emosi tersebut, para pemain Madrid merasa frustrasi karena upaya keras mereka untuk membalikkan keadaan harus terhenti akibat keputusan kontroversial dari ofisial pertandingan.
Di pihak Bayern Munich, penyerang Luis Díaz memiliki pandangan berbeda mengenai insiden itu.
Ia berpendapat bahwa wasit sudah membuat keputusan yang tepat dalam situasi tersebut.
“Kami ingin mengambil tendangan bebas dengan cepat, tetapi dia menahan bola. Saya pikir keputusan itu benar,” ujarnya menjelaskan konteks dari pelanggaran yang terjadi.
Kekalahan ini menjadi semakin menyakitkan bagi Real Madrid karena memperpanjang periode tanpa trofi besar bagi klub asal Spanyol ini.
Situasi dalam liga domestik juga menunjukkan tantangan besar bagi skuad Arbeloa saat ini, sehingga kemungkinan musim ini akan menjadi tahun kedua berturut-turut tanpa gelar utama semakin nyata.
Bagi para penggemar Real Madrid, kekalahan ini merupakan pukulan berat setelah sekian lama berharap klub kesayangan mereka bisa kembali ke jalur kemenangan dan meraih kesuksesan di pentas Eropa.
Dengan posisi mereka di liga domestik juga tertinggal dari rival-rivalnya, tekanan terhadap pelatih Alvaro Arbeloa dan skuadnya semakin meningkat menjelang akhir musim. (*/stch/dda)
















