BANYUMASEKSPRES.ID, Agregat menjadi faktor penentu bagi Atletico Madrid dan Paris Saint-Germain untuk memastikan langkah mereka ke semifinal Liga Champions 2025/2026.
Kepastian ini diraih setelah kedua tim menyelesaikan leg kedua perempat final pada Rabu (15/4) dini hari WIB.
Dengan hasil tersebut, kedua tim melaju berkat keunggulan agregat atas lawan masing-masing, menegaskan konsistensi performa mereka sepanjang fase gugur kompetisi yang bergengsi ini.
Atletico Madrid berhasil lolos setelah menyingkirkan Barcelona dalam duel yang berlangsung ketat.
Meskipun kalah 1-2 di leg kedua, mereka tetap unggul dalam agregat dengan skor akhir 3-2.
Pada leg pertama, Atletico sempat meraih kemenangan penting yang menjadi penentu keberhasilan mereka dalam melanjutkan perjalanan di turnamen ini.
Modal awal tersebut ternyata cukup untuk menjaga keunggulan hingga akhir laga kedua yang penuh ketegangan.
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menegaskan bahwa timnya menunjukkan karakter yang kuat sepanjang dua leg pertandingan melawan Barcelona.
Ia menyatakan bahwa pertahanan solid menjadi kunci utama keberhasilan mereka menyingkirkan lawan yang dikenal dengan kualitas permainan tinggi seperti Barcelona.
“Kami tahu ini akan sulit, tetapi tim menunjukkan disiplin dan karakter,” ujarnya.
Simeone juga mengapresiasi kemampuan timnya dalam bertahan dengan baik serta memanfaatkan keunggulan agregat yang telah mereka raih.
Di sisi lain, Barcelona sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit di leg kedua.
Gol cepat yang mereka ciptakan membuka peluang bagi mereka untuk membalikkan keadaan dan melanjutkan langkah di kompetisi ini.
Namun, lini belakang Atletico tampil disiplin hingga akhir pertandingan, sehingga keunggulan agregat berhasil dipertahankan sampai peluit panjang berbunyi.
Sementara itu, Paris Saint-Germain (PSG) menunjukkan performa dominan saat menghadapi Liverpool di Anfield.
Tim asuhan Luis Enrique ini meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0 dalam leg kedua, melengkapi hasil leg pertama yang juga berakhir dengan skor serupa.
Dengan demikian, PSG melaju dengan agregat meyakinkan 4-0 atas Liverpool. Dua gol kemenangan bagi PSG dicetak oleh Ousmane Dembele pada menit ke-72 dan 91, membuktikan ketajaman lini serang mereka menjadi pembeda dalam laga ini.
Pelatih PSG, Luis Enrique, menyebut kemenangan ini sebagai hasil kerja kolektif dari semua pemain.
Ia menilai anak asuhnya telah tampil disiplin dan efektif sepanjang pertandingan melawan Liverpool yang terkenal dengan permainan agresifnya.
“Kami bermain dengan intensitas tinggi dan sangat efektif di depan gawang. Ini adalah kemenangan penting untuk langkah kami,” katanya.
Dominasi PSG di Anfield sekaligus menunjukkan kualitas serta potensi mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Liga Champions musim ini.
Lini pertahanan Liverpool tampak gagal meredam serangan cepat Les Parisiens yang terus menerus mengancam gawang mereka.
Hasil positif ini memastikan Atletico Madrid dan PSG kini melangkah ke babak empat besar Liga Champions Eropa.
Kedua tim ini kini tinggal menunggu lawan berikutnya dalam perebutan tiket menuju final Liga Champions 2025/2026 mendatang. Keduanya memiliki potensi besar untuk bersaing memperebutkan gelar juara bergengsi itu.
Dalam konteks kompetisi sepak bola Eropa saat ini, lolosnya Atletico Madrid dan Paris Saint-Germain ke semifinal menggambarkan perkembangan pesat kedua klub tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Atletico Madrid telah membangun reputasi sebagai tim yang tangguh di bawah kepemimpinan Diego Simeone, sementara PSG terus berinvestasi dalam skuat berkualitas tinggi untuk mengejar ambisi meraih trofi Liga Champions pertama mereka.
Dengan kekuatan skuad yang dimiliki keduanya serta pengalaman bermain di tahap-tahap krusial seperti semifinal Liga Champions, akan menarik untuk melihat bagaimana strategi pelatih akan berperan dalam menghadapi lawan-lawan tangguh selanjutnya. (*/dda)
















