Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kades Viral Hoho Alkaf dari Purwasaba Banjarnegara, Gaya Nyentrik Memimpin dengan Aksi Nyata

Gaya nyentrik tuntaskan janji kampanyeGaya nyentrik tuntaskan janji kampanye
Kades viral, Hoho Alkaf saat meninjau bangunan untuk tempat wisata di desanya.

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Di Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, seorang kepala desa dengan gaya kepemimpinan yang unik dan penampilan bertato mampu mencuri perhatian publik.

Namanya Welas Yuni Nugroho, lebih dikenal sebagai Hoho Alkaf. Ia menjadi sorotan bukan karena kontroversi, tetapi berkat sederet prestasi nyata yang telah dicapainya selama memimpin Desa Purwasaba.

Hoho Alkaf menyatakan bahwa sejak ia menjabat pada tahun 2018, seluruh janji politiknya telah ia wujudkan. Bahkan, ia telah melampaui beberapa target terkait pembangunan infrastruktur dan sistem irigasi di desanya.

“Membangun infrastruktur dan irigasi ini adalah janji kampanye saya,” ungkap Hoho pada Senin (7/7).

“Dan pada tahun keenam saya menjabat sebagai kepala desa, semua janji kampanye saya sudah terpenuhi, bahkan melebihi dari target yang saya janjikan dalam kampanye.” lanjutnya.

Sebelum menjabat sebagai kepala desa, Hoho mengambil inisiatif pribadi untuk membiayai pembangunan jalan sepanjang 850 meter.

Jalan ini penting untuk membuka akses pertanian dan pendidikan di daerah tersebut.

“Dulu jalan ini sangat licin dan susah dilalui. Padahal ini adalah akses penting untuk pertanian dan ada sekolah di sekitar sini,” lanjutnya.

“Atas izin pemerintah desa saat itu, kami membangun jalan ini, dan Alhamdulillah jalannya bermanfaat bagi masyarakat.”

Rudi Sumarsono, Direktur BUMDes Desa Purwasaba, menyoroti latar belakang Hoho sebagai kontraktor yang ternyata menjadi keunggulan dalam menangani masalah teknis di desa dengan cepat dan efisien.

“Saat ini jalan sudah bagus, irigasi juga bagus. Mungkin karena dia dulunya kontraktor,” kata Rudi Sumarsono dengan bangga.

“Saat ada jalan rusak, langsung gerak cepat.” katanya.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, Hoho juga mengembangkan unit usaha produktif desa.

Di antaranya adalah peternakan sapi sebanyak 16 ekor, ayam petelur sekitar 8.000 ekor, kolam ikan air tawar, serta menyediakan subsidi telur konsumsi agar harganya lebih terjangkau dibandingkan pasar.

Dari perspektif warga setempat, Eti—salah satu penduduk Desa Purwasaba—menilai bahwa Hoho adalah pemimpin yang dekat dengan warga serta peduli terhadap perkembangan desanya.

“Orangnya baik dan visioner, Kerjanya bagus dan masyarakat juga senang. Yang pasti sekarang semua jalan di Desa Purwasaba sudah bagus.” ujar Eti menilai.

Marsiyem, warga lainnya, menilai bahwa masyarakat tidak mempermasalahkan penampilan Hoho yang bertato banyak. Yang mereka lihat adalah kinerja.

“Kalau soal tato,” kata Marsiyem sambil tersenyum lembut.

“Sebelum jadi Kades dia juga sudah bertato. Jadi warga tidak mempermasalahkan itu selama kerjanya bagus.” lanjutnya.

Marsiyem menambahkan bahwa dirinya telah mengenal Hoho sejak kecil sebagai sosok yang luwes dan tidak sombong.

Keberhasilan Hoho Alkaf memimpin Desa Purwasaba menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan tidak harus seragam selama dibarengi dengan hasil kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat luas.

Di tengah citra pemimpin desa yang umumnya konservatif dan formalitas tradisional lainnya di pedesaan Indonesia, kehadiran Hoho menawarkan cara baru dalam memimpin desa.

Masyarakat Desa Purwasaba tampaknya tidak hanya menerima gaya berbeda dari kepala desanya tersebut tetapi justru memberikan kepercayaan penuh kepada kepemimpinannya untuk terus membawa perubahan positif bagi desanya.

Melalui langkah-langkah konkret yang telah dilakukan oleh Hoho Alkaf bersama masyarakatnya, transformasi nyata dapat terlaksana tanpa harus meninggalkan identitas personal pemimpinnya sendiri.

Keberhasilan ini tentunya dapat menjadi inspirasi bagi para kepala daerah lainnya untuk berani tampil beda namun tetap fokus pada kesejahteraan masyarakatnya melalui aksi-aksi nyata demi kemajuan bersama.

Dengan tekad kuat serta dukungan penuh dari warganya sendiri maka perjalanan menuju masa depan cerah bagi Desa Purwasaba bukan sekadar angan-angan belaka namun menjadi kenyataan yg semakin dekat setiap harinya. (jud/stch)

Berita Sebelumnya
Gedung serba guna butuh perbaikan

Usulan Rehab Terkendala Anggaran, Gedung Serba Guna Desa Karangjati Kemranjen Butuh Perbaikan

Berita Selanjutnya
Armada damkar masih "nunut" garasi

Armada Damkar Purbalingga Masih Numpang Garasi di Gedung BPBD