Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kambing Kurban Jatuh ke Sumur Sedalam 12 Meter di Cilacap

Kambing kurban nyemplung sumurKambing kurban nyemplung sumur

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Warga Desa Salebu, Kecamatan Majenang, harus merelakan hewan kurban mereka yang mati secara tragis. Seekor kambing yang telah dipersiapkan untuk berkurban pada Hari Raya Iduladha jatuh ke dalam sumur sedalam 12 meter pada Kamis malam, 5 Juni 2025.

Kejadian ini memicu kepanikan pemiliknya yang langsung menghubungi pos Damkar Majenang untuk meminta bantuan evakuasi.

Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Cilacap, Supriyadi, menjelaskan bahwa laporan tersebut diterima sekitar pukul 22.00 dan petugas segera dikirim ke lokasi.

“Laporan kami terima sekitar pukul 22.00, kami segera kirimkan petugas ke lokasi untuk segera melakukan proses evakuasi,” ujarnya, Jumat, 6 Juni 2025.

Sumur yang menjadi lokasi kejadian memiliki kedalaman sekitar 12 meter dengan debit air yang cukup tinggi. Kondisi ini memaksa petugas Damkar menggunakan alat khusus (Alkon) untuk menguras air sebelum bisa melakukan evakuasi.

Meski sudah berusaha maksimal, kambing tersebut tidak berhasil diselamatkan dan ditemukan dalam keadaan mati saat berhasil diangkat dari dalam sumur.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kambing tersebut tidak dapat diselamatkan atau dalam kondisi mati pada saat berhasil dievakuasi,” tambah Supriyadi.

Kejadian ini sempat membuat pemilik kambing sangat panik karena hewan tersebut sudah dipersiapkan khusus untuk berkurban.

“Kambing itu dipersiapkan untuk kurban, jadi pemilik panik dan khawatir hingga menghubungi kami,” jelas Supriyadi.

Kejadian tragis ini mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap keselamatan hewan ternak, terutama saat memasuki masa-masa persiapan perayaan Iduladha.

Supriyadi menegaskan pentingnya menjaga hewan agar tidak dibiarkan berkeliaran di sekitar area berbahaya seperti sumur terbuka atau lubang galian yang dapat menimbulkan risiko kecelakaan.

“Jika ada kondisi darurat yang membahayakan nyawa, jangan ragu menghubungi Damkar. Kami siap 24 jam untuk melayani masyarakat,” pungkas Supriyadi.

Dengan kejadian ini, warga Desa Salebu harus menerima kenyataan pahit tanpa bisa melaksanakan ibadah kurban menggunakan kambing yang telah disiapkan.

Insiden ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat sekitar agar selalu mengawasi dan melindungi hewan ternaknya dari potensi bahaya terutama pada saat menjelang Hari Raya Iduladha.

Keberadaan sumur terbuka yang tidak terlindungi merupakan ancaman serius yang berisiko tidak hanya bagi hewan ternak, tetapi juga bagi manusia.

Oleh karena itu, kolaborasi antara masyarakat dan petugas pemadam kebakaran sangat diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah kejadian serupa.

Supriyadi mengajak masyarakat untuk tidak menunda menghubungi petugas jika menghadapi situasi darurat agar pertolongan dapat segera diberikan dan resiko kerugian bisa diminimalisir.

Kecepatan respon Damkar menjadi faktor penting dalam menyelamatkan nyawa makhluk hidup yang terjebak dalam situasi berbahaya.

Kejadian di Desa Salebu ini menjadi contoh nyata bagaimana kesigapan petugas Damkar dalam menanggapi laporan darurat. Meski hasil evakuasi tidak sesuai harapan, upaya maksimal tetap dilakukan demi keselamatan warga dan hewan ternak di wilayah Majenang, Cilacap. (jul/stch)

Berita Sebelumnya
Aboge onje baru rayakan idul adha besok

Jamaah Islam Aboge Purbalingga Rayakan Idul Adha 8 Juni 2025, Berbeda dengan Kalender Pemerintah

Berita Selanjutnya
Pemkab dapat bantuan sapi dari presiden

Kebumen Terima Sapi Kurban 950 Kg dari Presiden Prabowo, Diserahkan di Masjid Kauman