BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Kabupaten Cilacap kini menjadi sorotan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Tahun 2026.
Program ini memiliki tujuan yang mulia, yakni membantu pengembangan perpustakaan desa agar lebih aktif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat setempat.
Selain di Cilacap, program ini juga dilaksanakan di Kabupaten Sragen dan Kabupaten Karanganyar, menunjukkan komitmen luas untuk meningkatkan literasi di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa program ini akan menyasar sebanyak 50 desa yang tersebar di 13 kecamatan.
Desa-desa tersebut sebelumnya telah menerima bantuan buku bacaan berkualitas dari Perpustakaan Nasional.
Dalam pelaksanaan program ini, mahasiswa peserta KKN akan berperan penting sebagai pendamping bagi pengelola perpustakaan desa.
Tugas mereka tidak hanya sebatas mendampingi, tetapi juga memastikan bahwa bantuan buku tersebut dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat.
Mahasiswa akan terlibat langsung dalam penataan ruang perpustakaan, peningkatan kualitas pelayanan, serta upaya menarik lebih banyak pengunjung.
Salah satu strategi yang akan diterapkan adalah memanfaatkan media sosial dan website untuk memperkenalkan kegiatan dan layanan perpustakaan kepada masyarakat luas.
Dengan demikian, perpustakaan desa tidak hanya menjadi tempat membaca tetapi juga sebagai pusat komunitas yang dinamis.
Ahmad Fauzi mengungkapkan harapannya terkait kehadiran mahasiswa dalam program ini.
“Kami berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya sebatas menjalankan program KKN, tetapi juga bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi perpustakaan desa dan masyarakat,” ujarnya pada Jumat (26/6).
Pernyataan ini menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menciptakan dampak positif yang berkelanjutan untuk masyarakat.
Program KKN Tematik Literasi ini juga akan dipadukan dengan inisiatif lain seperti Ruang Bersama Indonesia dan Kecamatan Berdaya.
Integrasi program-program ini diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat umum.
Dengan demikian, kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi selama periode KKN tetapi juga meninggalkan warisan positif yang bisa dirasakan oleh generasi mendatang. (jul/stch/dda)














