Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Tasyi Athasyia Cetak Rekor MURI, Bikin Kue Batik Terbesar hingga 12 Meter
Karnaval HUT ke-81 RI di Bukateja Tak Hanya Meriah, UMKM Ikut Kecipratan Berkah

Karnaval HUT ke-81 RI di Bukateja Tak Hanya Meriah, UMKM Ikut Kecipratan Berkah

Karnaval HUT ke 81 RI Angkat KeberagamanKarnaval HUT ke 81 RI Angkat Keberagaman
PESERTA: Kontingen SMPN 1 Bukateja mengikuti Karnaval HUT ke-81 Republik Indonesia Kecamatan Bukateja, Kamis (20/8/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Karnaval dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, tidak hanya menjadi ajang perayaan dan hiburan masyarakat.

Ramainya kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Karnaval yang digelar Pemerintah Kecamatan Bukateja pada Kamis (20/8/2026) berlangsung meriah dengan melibatkan 42 kontingen.

Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar tingkat SD hingga SLTA, pondok pesantren, organisasi masyarakat (ormas), hingga pemerintah desa.

Keberagaman peserta menjadi salah satu daya tarik utama karnaval tahun ini. Selain untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga mengangkat tema keberagaman sebagai gambaran dari berbagai elemen masyarakat yang hidup berdampingan di Kecamatan Bukateja.

Camat Bukateja Danang Nuswantoro mengatakan karnaval merupakan salah satu bentuk pemerintah kecamatan dalam mengakomodasi aspirasi masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut telah menjadi tradisi tahunan yang perlu terus dilestarikan.

“Partisipasi warga sangat istimewa. Kami dari pemerintah kecamatan mungkin tidak sepenuhnya memenuhi banyak hal, namun karnaval ini banyak diinisiasi secara mandiri oleh masyarakat itu sendiri,” kata Danang.

Menurut Danang, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa karnaval tidak hanya menjadi kegiatan seremonial pemerintah.

Masyarakat memiliki peran besar dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan tersebut.

Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat juga membuat suasana karnaval semakin beragam.

Setiap kontingen membawa kreativitas masing-masing untuk ditampilkan kepada masyarakat yang menyaksikan sepanjang rute pawai.

Sebelum karnaval dimulai, panitia terlebih dahulu menggelar doa bersama.

Doa tersebut dipanjatkan untuk keselamatan bangsa sekaligus sebagai bentuk keprihatinan terhadap bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Untuk menambah semarak kegiatan, panitia juga memberikan apresiasi kepada tiga kontingen dengan penampilan terbaik.

Penilaian tersebut menjadi salah satu pemantik bagi peserta untuk mempersiapkan penampilan secara kreatif.

Berbagai unsur yang terlibat mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi secara langsung dalam perayaan HUT ke-81 RI.

Tema keberagaman yang diangkat tahun ini juga terlihat dari latar belakang peserta yang mengikuti karnaval.

Pelajar, pesantren, organisasi masyarakat, hingga pemerintah desa dapat tampil dalam satu kegiatan untuk merayakan momentum kemerdekaan bersama.

Di balik kemeriahan karnaval, terdapat dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Ribuan atau banyaknya warga yang datang untuk menyaksikan pawai menciptakan peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan.

Danang mengatakan pelaku UMKM menjadi salah satu pihak yang ikut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Selain pedagang, penyedia jasa sewa sound system juga mendapatkan manfaat dari pelaksanaan karnaval.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampaknya adalah Eko, pedagang es teh yang berjualan di sekitar rute karnaval.

Ia mengaku omzet penjualannya meningkat cukup drastis dibandingkan hari biasa.

Tingginya jumlah penonton membuat minuman yang dibawanya cepat terjual. Bahkan, stok es teh miliknya disebut habis hanya dalam waktu setengah hari.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan masyarakat berskala besar dapat menciptakan efek ekonomi bagi warga di sekitar lokasi.

Kehadiran penonton tidak hanya membuat suasana karnaval semakin ramai, tetapi juga meningkatkan peluang transaksi bagi pedagang.

Bagi pelaku UMKM, momentum seperti karnaval menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan pendapatan.

Aktivitas ekonomi yang muncul juga tidak terbatas pada pedagang makanan dan minuman, tetapi dapat mencakup berbagai sektor pendukung lainnya.

Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Bukateja akhirnya tidak hanya meninggalkan kesan sebagai kegiatan perayaan kemerdekaan.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana agenda masyarakat dapat memberikan manfaat tambahan bagi sektor ekonomi lokal.

Partisipasi 42 kontingen, dukungan pemerintah kecamatan, serta antusiasme masyarakat membuat karnaval berlangsung semarak.

Pada saat yang sama, keramaian tersebut menciptakan ruang bagi pelaku UMKM dan penyedia jasa untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa kegiatan budaya dan perayaan hari besar nasional dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dengan terus melibatkan masyarakat secara aktif, karnaval di Kecamatan Bukateja diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan untuk memperingati kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus menggerakkan perekonomian warga. (alw/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Dua Kali Raih Rekor MURI

Tasyi Athasyia Cetak Rekor MURI, Bikin Kue Batik Terbesar hingga 12 Meter