Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tasyi Athasyia Cetak Rekor MURI, Bikin Kue Batik Terbesar hingga 12 Meter

Dua Kali Raih Rekor MURIDua Kali Raih Rekor MURI
Tasyi Athasyia

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Influencer sekaligus food vlogger Tasyi Athasyia kembali mencatatkan prestasi melalui karya kuliner berskala besar.

Kali ini, Tasyi berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah membuat kue terbesar bermotif batik.

Rekor tersebut diraih melalui kreasi bolu batik raksasa yang dibuat Tasyi dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Kue berukuran tidak biasa itu menjadi salah satu karya kuliner yang menarik perhatian karena menggabungkan seni menghias kue dengan motif batik khas Nusantara.

Tasyi mengungkapkan pencapaian tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan tersebut, ia juga menyertakan akun resmi MURI dan membagikan kabar mengenai rekor yang berhasil diraihnya.

“REKOR DUNIA KUE TERBESAR BERMOTIF BATIK,” tulis Tasyi dalam unggahannya.

Kue yang dibuat Tasyi bukan sekadar berukuran besar. Bolu tersebut terdiri dari 12 loyang, dengan masing-masing loyang memiliki panjang sekitar satu meter.

Jika seluruh loyang disusun berjajar, panjang kue tersebut mencapai sekitar 12 meter.

Ukuran itu membuat proses pembuatan membutuhkan persiapan dan pengerjaan yang tidak sebentar.

Tasyi bersama tim bahkan membutuhkan waktu lebih dari 55 jam untuk menyelesaikan kue batik raksasa tersebut.

Proses pengerjaannya mencakup pembuatan bolu hingga tahap menghias permukaan kue menggunakan berbagai motif batik.

Motif batik khas Nusantara tersebut dilukis secara langsung menggunakan tangan.

Dengan demikian, karya tersebut tidak hanya menonjolkan ukuran kue, tetapi juga unsur seni dan budaya Indonesia.

Pembuatan kue raksasa itu juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Tasyi disebut mengeluarkan dana sekitar Rp35 juta untuk mewujudkan karya kuliner yang kemudian membawanya meraih rekor MURI.

Dalam keterangannya di media sosial, Tasyi menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang selama ini mendukung dirinya untuk terus berkarya.

Ia juga mendedikasikan pencapaian tersebut kepada para ibu rumah tangga di Indonesia.

Menurut Tasyi, karya tersebut menjadi salah satu bukti bahwa seseorang tetap dapat menghasilkan karya dan prestasi meskipun berkegiatan dari rumah.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dari pencapaian Tasyi. Kue batik raksasa tidak hanya diposisikan sebagai karya kuliner, tetapi juga sebagai bentuk kreativitas yang dapat dikembangkan dari lingkungan rumah.

Melalui karya tersebut, Tasyi ingin menunjukkan bahwa aktivitas memasak dan membuat makanan dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai dan mampu menarik perhatian publik.

Selain mengandalkan kemampuan di bidang kuliner, karya tersebut juga memadukan unsur budaya Indonesia melalui penggunaan motif batik.

Hal ini membuat kue raksasa tersebut memiliki konsep yang selaras dengan momentum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Pencapaian sebagai pembuat kue terbesar bermotif batik ternyata bukan rekor pertama yang diraih Tasyi Athasyia pada 2026.

Sebelumnya, pada Juni 2026, Tasyi juga berhasil mencatatkan rekor dalam kategori lukisan berbahan cokelat putih terbesar di Indonesia.

Karya tersebut bahkan sempat menjalani proses verifikasi oleh Guinness World Records.

Pencapaian tersebut memperlihatkan konsistensi Tasyi dalam membuat karya kuliner dengan konsep yang tidak biasa dan berukuran besar.

Dengan dua pencapaian tersebut dalam satu tahun, nama Tasyi semakin dikenal sebagai kreator konten kuliner yang tidak hanya membuat konten seputar makanan, tetapi juga menghadirkan berbagai proyek kuliner dengan skala besar.

Menariknya, sejumlah karya tersebut disebut dikerjakan dari dapur rumah. Kreativitas yang ditampilkan Tasyi kemudian dikembangkan menjadi karya yang mampu mendapatkan pengakuan melalui ajang pencatatan rekor.

Rekor kue terbesar bermotif batik ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kuliner dapat dikombinasikan dengan unsur budaya dan kreativitas.

Motif batik yang menjadi bagian utama kue memberikan sentuhan khas Indonesia dalam karya tersebut.

Bagi Tasyi, pencapaian itu bukan sekadar soal ukuran kue atau penghargaan yang diterima.

Ia ingin karyanya dapat menjadi inspirasi bahwa kreativitas dapat dikembangkan dari mana saja, termasuk dari rumah.

Dengan pencapaian terbaru tersebut, perjalanan Tasyi Athasyia di dunia kuliner dan konten kreator kembali mencatatkan prestasi.

Kue batik raksasa sepanjang sekitar 12 meter menjadi karya terbaru yang mengantarkan namanya masuk dalam catatan rekor MURI pada 2026. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Parkir Liar Lingkar Alun alun Kembali Marak

Parkir Sembarangan di Alun-Alun Purbalingga Kembali Marak, Dishub Beri Teguran

Berita Selanjutnya
Karnaval HUT ke 81 RI Angkat Keberagaman

Karnaval HUT ke-81 RI di Bukateja Tak Hanya Meriah, UMKM Ikut Kecipratan Berkah