BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Kementerian Agama Kebumen kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama melalui program bedah rumah untuk guru ngaji.
Program ini dilakukan dengan memanfaatkan dana zakat yang dihimpun melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kemenag Kebumen, yang ditujukan untuk guru ngaji di daerah-daerah terpencil yang memiliki kondisi rumah tidak layak huni.
Pada Sabtu (17/5/2025), H. Fahrudin, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kebumen, melakukan survei lapangan ke rumah Kyai Lasimun, seorang tokoh agama yang tinggal di Desa Kedungwringin, Kecamatan Sempor, di dataran tinggi yang rawan longsor.
Rumah Kyai Lasimun, meski telah berdinding permanen, belum diplester dan bagian belakang rumahnya pernah terkena dampak longsor beberapa tahun lalu.
Akses menuju lokasi sangat sulit dengan medan menanjak dan berkelok tajam, yang membuat perjalanan menggunakan kendaraan roda empat menjadi berisiko.
“Ini pengalaman yang luar biasa. Jalannya menanjak dan penuh tikungan tajam. Jika pengemudi belum mengenal medan, sangat berisiko. Tapi inilah tantangan dalam mendistribusikan bantuan secara merata, bahkan hingga pelosok desa,” ujar H. Fahrudin dengan penuh semangat.
Kedatangan tim Kemenag Kebumen disambut hangat oleh Kyai Lasimun yang merasa sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh UPZ Kemenag Kebumen kepada kondisi rumah para guru ngaji, termasuk dirinya. Kyai Lasimun mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas bantuan ini.
“Saya benar-benar tidak menyangka rumah saya dikunjungi langsung oleh pihak Kementerian Agama. Ini bentuk perhatian yang luar biasa. Semoga program ini terus berjalan dan semakin banyak guru ngaji yang terbantu,” ungkap Kyai Lasimun.
Program Bedah Rumah Guru Ngaji ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang terkumpul melalui UPZ Kemenag Kebumen.
Hingga saat ini, target perbaikan sebanyak 26 rumah terus dikejar secara bertahap, dengan prioritas pada guru ngaji yang tinggal di daerah kurang terjangkau dan kondisi rumahnya tidak layak huni.
“Kami ingin memastikan bahwa zakat yang dikelola dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, khususnya para guru ngaji yang selama ini menjadi pilar pendidikan keagamaan di akar rumput. Tidak ada tempat yang terlalu jauh jika niatnya adalah untuk kebaikan,” tambah H. Fahrudin.
Sementara itu, Plh. Kepala Kantor Kemenag Kebumen, H. Salim Wazdy, menambahkan bahwa program ini sejalan dengan visi Kementerian Agama untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di Indonesia.
“Kementerian Agama akan terus berupaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama di berbagai aspek, termasuk juga pelayanan kegamaan dan pembangunan sumber daya kegamaan,” ucapnya.
Program bedah rumah guru ngaji ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji, yang sering kali bekerja tanpa pamrih dalam mendidik dan membimbing umat, serta memberikan penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga dan mengajarkan nilai-nilai agama Islam di masyarakat.
Dengan adanya program ini, Kemenag Kebumen tidak hanya membantu memperbaiki kondisi fisik rumah, tetapi juga mengapresiasi peran penting guru ngaji dalam membentuk karakter umat.
Kemenag Kebumen berharap agar program zakat untuk bedah rumah ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya para guru ngaji yang ada di pelosok daerah. (mam)
















