Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kisah Haru Calhaj Asal Kebumen: 10 Tahun Nabung dari Jual Sapi, Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci

Nabung dari Jual Sapi Demi ke Tanah SuciNabung dari Jual Sapi Demi ke Tanah Suci
BERANGKAT: Rombongan calon jamaah haji Kloter 11 Kebumen diberangkatkan dari Pendopo Kabumian menuju Embarkasi Yogyakarta

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Penantian yang panjang kini akhirnya terbayar bagi Mahsun, seorang calon jamaah haji berusia 65 tahun asal Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen.

Setelah menabung selama lebih dari satu dekade, tepatnya sejak tahun 2012, ia akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini.

Perjalanan menuju keberangkatan haji yang dijalani oleh Mahsun bukanlah hal yang mudah.

Ia mengumpulkan biaya untuk ibadah haji sedikit demi sedikit dari hasil beternak sapi.

Setiap kali sapinya melahirkan dan cukup umur, ia menjualnya untuk menabung.

“Begitu sapinya beranak, ditunggu dua tahun atau satu setengah tahun, baru kemudian dijual. Hasilnya ditabung,” ucap Mahsun dengan nada penuh harapan dan kebanggaan.

Kesabaran dan usaha kerasnya kini membuahkan hasil manis, di mana ia kini menjadi bagian dari rombongan calon jamaah haji (calhaj) Kebumen yang mulai diberangkatkan ke embarkasi.

Sebanyak 176 calhaj yang tergabung dalam kloter 11 resmi dilepas dari Pendopo Kabumian pada Selasa dini hari, tanggal 5 Mei.

Suasana haru menyelimuti keberangkatan ini, dengan banyak keluarga yang memadati area pendopo untuk mengantar sanak saudara mereka menuju perjalanan suci tersebut.

Dalam momen penting ini, Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, secara langsung memberangkatkan rombongan calhaj tersebut.

Secara keseluruhan, terdapat sebanyak 1.753 calhaj asal Kebumen yang terbagi dalam kloter 11 hingga kloter 16. Kloter 11 menjadi rombongan pertama yang berangkat pada tahun ini.

Zaeni Miftah mengungkapkan bahwa keberangkatan kali ini terasa lebih memudahkan para calon jamaah karena menggunakan embarkasi Yogyakarta yang lokasinya lebih dekat dibandingkan dengan embarkasi sebelumnya.

“Jaga kesehatan masing-masing dan tetap patuhi protokol kesehatan,” pesan Zaeni kepada para calhaj sebelum mereka berangkat.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengenakan tanda pengenal serta menjaga koordinasi dengan petugas selama menjalankan ibadah haji.

“Jika ada keluhan atau kesulitan, segera koordinasikan dengan petugas haji,” terangnya.

Keberangkatan calhaj Kebumen ini merupakan salah satu langkah positif dalam pelaksanaan ibadah haji di tahun ini setelah masa-masa sulit akibat pandemi COVID-19 yang mengganggu pelaksanaan ibadah haji di seluruh dunia.

Masyarakat sangat antusias menyambut keberangkatan ini, tidak hanya sebagai bentuk pelaksanaan rukun Islam kelima tetapi juga sebagai simbol harapan dan kebangkitan spiritual bagi masyarakat Kebumen.

Melihat antusiasme para calhaj dan keluarga mereka, kita dapat merasakan betapa besar arti perjalanan ini bagi mereka.

Bagi Mahsun dan banyak calon jamaah lainnya, ibadah haji bukan hanya sekadar ritual agama tetapi juga merupakan pencapaian hidup setelah melalui berbagai tantangan dalam mengumpulkan biaya dan persiapan mental untuk menjalankan ibadah suci tersebut.

Setelah proses pemberangkatan kloter pertama ini, pihak pemerintah daerah bersama dengan Kementerian Agama terus melakukan persiapan untuk memastikan kelancaran keberangkatan kloter-kloter berikutnya.

Dengan total 1.753 calhaj asal Kebumen diharapkan dapat menjalani ibadah haji dengan lancar tanpa adanya kendala berarti. (mam/bay/stch/dda)

Berita Sebelumnya
DPRD Dorong Percepatan Irigasi Slinga

DPRD Purbalingga Dorong Proyek Irigasi Slinga untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Berita Selanjutnya
Film Babad Baturraden Diluncurkan

SMP Telkom Purwokerto Luncurkan Film Animasi AI “Babad Baturraden” untuk Lestarikan Budaya