BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Dalam rangka merayakan satu dekade berdirinya SMP Telkom Purwokerto, sekolah tersebut mempersembahkan Film Babad Baturraden yang diluncurkan pada Selasa, 5 Mei.
Film animasi yang mengusung teknologi kecerdasan buatan (AI) ini menjadi salah satu inisiatif untuk melestarikan budaya lokal melalui media digital.
Acara peluncuran film berlangsung di mini teater Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) Banyumas, dihadiri oleh berbagai pejabat dan tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya.
Antara lain, Kepala Arpusda Banyumas Agus Anggraito, perwakilan dari Dinas Pendidikan Banyumas Purnomo Hesti, serta Ali Maksum yang mewakili Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kehadiran Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dinporabudpar) Banyumas serta perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Banyumas menambah semarak acara tersebut.
Bahkan, dunia akademis juga terlibat dengan kehadiran Prof. Sugeng Riyadi, seorang pakar sejarah dari Banyumas, dan Joko Wiyono selaku konsultan film.
Kepala SMP Telkom Purwokerto Widyatmoko menjelaskan bahwa Film Babad Baturraden merupakan hasil kreasi para guru di sekolah tersebut.
Ia menyebutkan bahwa film ini merupakan salah satu terobosan dalam dunia perfilman animasi berbasis AI.
Dalam memilih cerita yang akan diangkat, pihak sekolah berpegang pada semangat pelestarian budaya lokal yang kental.
Harapannya, film ini dapat memperkaya pengetahuan masyarakat tentang sejarah dan budaya lokal yang ada di daerah mereka.
“Banyak versi cerita Baturraden. Versi Film Babad Baturraden kami agak berbeda dengan yang diketahui masyarakat,” jelas Widyatmoko.
Ia melanjutkan bahwa perbedaan tersebut bukanlah sebuah kesalahan, melainkan justru menjadi nilai tambah yang memperkaya khasanah cerita yang telah ada sebelumnya.
Pendekatan ini menunjukkan komitmen SMP Telkom Purwokerto untuk tidak hanya menceritakan kisah yang sudah umum diketahui publik, tetapi juga memberikan perspektif baru yang segar.
Widyatmoko menambahkan bahwa proses produksi film ini melibatkan kolaborasi erat dengan Arpusda Banyumas.
Sinergi antara pihak sekolah dan lembaga arsip daerah ini sangat penting untuk memastikan keakuratan sumber cerita yang diangkat dalam film.
Dengan bantuan dari Arpusda, tim produksi diharapkan dapat berkoordinasi secara langsung dengan budayawan serta pakar sejarah setempat.
Langkah ini dilakukan agar film tetap memiliki dasar historis yang kuat dan dapat diterima baik oleh masyarakat.
Sebelum peluncuran film, Widyatmoko juga mengungkapkan bahwa pada tanggal 29 April lalu telah dilaksanakan launching komik Babad Banyumas yang memiliki tebal 42 halaman dan telah terdaftar dengan ISBN.
Komik tersebut berfungsi sebagai pengantar bagi penonton sebelum menyaksikan film animasi Babad Baturraden.
Dalam hal ini, film animasi berdurasi 24 menit tersebut diproduksi sebelum bulan Ramadhan bersama tim guru SMP Telkom Purwokerto.
“Acara puncak perayaan satu dekade SMP Telkom Purwokerto dijadwalkan jatuh pada tanggal 29 April 2026,” pungkas Widyatmoko dengan penuh harapan akan masa depan pendidikan seni dan budaya di sekolah tersebut.
Peluncuran Film Babad Baturraden tidak hanya sekadar sebuah acara seremonial; namun lebih dari itu merupakan wujud nyata komitmen SMP Telkom Purwokerto dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui teknologi modern.
Dalam era digital seperti sekarang ini, penggunaan kecerdasan buatan dalam pembuatan film menjadi sangat relevan dan memberikan peluang besar untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Dengan menggabungkan unsur tradisional dalam bentuk cerita rakyat dengan teknologi mutakhir seperti animasi berbasis AI, SMP Telkom Purwokerto membuka pintu bagi generasi muda untuk lebih mengenal warisan budaya mereka sendiri dengan cara yang lebih menarik dan interaktif. (yda/ali/stch/dda)
















