BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Proses perbaikan lampu padam yang terjadi di koridor pedestrian Jalan Pungkuran–Mruyung, yang terletak di kawasan Banyumas Kota Lama, masih belum sepenuhnya selesai.
Penanganan terhadap masalah ini dilakukan secara bertahap, dengan prioritas diberikan kepada titik-titik yang dinilai paling gelap dan rawan.
Meskipun sejumlah lampu hias yang berornamen ayam puger—ciri khas kawasan tersebut—masih belum berfungsi, upaya perbaikan terus berjalan.
Kondisi ini menyebabkan beberapa bagian ruas jalan tetap minim penerangan pada malam hari, yang tentunya dapat memengaruhi kenyamanan serta keamanan masyarakat dan pengunjung.
Ketua Pokdarwis Sudagaran, Doso Hidayatullah, menjelaskan bahwa perbaikan lampu jalan ini masih terus berlangsung.
Dari total 77 titik lampu yang mengalami kerusakan, sekitar 50 titik telah berhasil diperbaiki.
“Perbaikan lampu mati diprioritaskan dulu untuk Jalan Pungkuran sekitar gereja dan kelenteng karena kalau malam gelap dan sepi,” ungkap Doso dalam pernyataannya pada Senin (4/5).
Fokus perbaikan ini dipilih sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keamanan kawasan, terutama bagi pejalan kaki yang melintas di area tersebut.
Dalam pelaksanaannya, lampu sorot taman juga dipasang di bawah pepohonan serta tanaman hias yang menghiasi jalur pedestrian.
Selain itu, lampu hias dengan ornamen ayam puger tetap dipertahankan sebagai identitas visual dari Banyumas Kota Lama.
Meski demikian, masih terdapat sekitar 20 titik lampu yang belum berfungsi. Doso menegaskan bahwa perbaikan akan dilanjutkan hingga seluruh titik kembali menyala.
“Kita masih melanjutkan perbaikan-perbaikan lampu yang ada di sepanjang Mruyung-Pungkuran,” sambung Doso.
Ia menekankan pentingnya proses yang dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi lapangan yang ada.
Keterlibatan masyarakat dalam proyek ini menjadi salah satu kunci percepatan perbaikan penerangan jalan tersebut.
Proses perbaikan ini tidak hanya melibatkan anggota masyarakat setempat tetapi juga dukungan dari pelaku usaha lokal.
Salah satu contohnya adalah sumbangan lampu baru dari pemilik Roti Mruyung, Budi Setiyadi.
Sejak dimulai pada akhir Desember 2025 lalu, pengerjaan umumnya dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari warga setempat.
Namun, pengerjaan sering kali terhambat oleh cuaca buruk; saat gerimis atau hujan tiba, pekerjaan harus ditunda demi menghindari risiko tersengat listrik.
Koridor pedestrian Jalan Pungkuran–Mruyung dikenal sebagai kawasan bernuansa heritage atau warisan budaya.
Deretan bangunan lawas peninggalan kolonial serta kelenteng yang ada menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi pengunjung.
Penerangan yang memadai dinilai sangat penting untuk menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Keberadaan penerangan jalan tidak hanya penting untuk aspek keamanan namun juga berpengaruh besar terhadap daya tarik wisatawan ke Banyumas Kota Lama.
Dengan pencahayaan yang baik, pengunjung dapat lebih leluasa menikmati keindahan arsitektur bangunan kolonial serta suasana malam di sekitar kelenteng tanpa merasa khawatir akan keselamatan mereka. (fij/stch/dda)
















