BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Libur sekolah selalu menjadi waktu yang dinanti oleh pelaku usaha toko oleh-oleh di Purwokerto dan sekitarnya. Sejak pertengahan Juni, toko-toko ini mengalami lonjakan pengunjung, terutama wisatawan dari luar kota yang baru saja menikmati keindahan alam di Baturraden.
Fenomena ini sangat menguntungkan bagi mereka, mengingat peningkatan jumlah pembeli yang signifikan selama periode ini.
Berdasarkan laporan Banyumas Ekspres, toko oleh-oleh di pusat kota Purwokerto hampir tidak pernah sepi.
Para pengunjung bergantian datang untuk membeli berbagai makanan khas Banyumas seperti getuk goreng Sokaraja, nopia, tempe mendoan kering, keripik singkong, hingga camilan modern dalam kemasan.
Nanda, seorang pemilik toko oleh-oleh di kawasan Sawangan yang berusia 40 tahun, mengungkapkan bahwa jumlah pembeli meningkat drastis selama masa liburan sekolah.
“Kalau hari biasa paling sepuluh sampai tiga puluh pembeli. Tapi sejak liburan sekolah, sehari bisa seratus lebih. Kadang sampai kewalahan kalau datangnya rombongan,” ujarnya dengan antusias.
Para rombongan wisatawan ini umumnya datang dengan kendaraan berpelat nomor dari luar kota seperti B dari Jakarta, D dari Bandung, dan AB dari Yogyakarta.
Biasanya, mereka akan mampir ke toko oleh-oleh setelah berwisata di Baturraden.
“Yang paling laris itu keripik tempe, bumbu mendoan, dan cemilan lain juga sih,” tambah Nanda.
Hesti, seorang pegawai toko oleh-oleh di Tanjung yang berusia 22 tahun, juga merasakan hal serupa. Ia menyebutkan bahwa penjualan meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa.
“Biasanya ramai itu pas akhir pekan saja. Tapi sekarang hampir setiap hari ramai. Pembelinya banyak dari Jakarta, Bandung, bahkan ada yang dari Palembang,” katanya dalam wawancara.
Menurut Hesti, jumlah barang yang dibeli pun lebih banyak daripada biasanya. Jika pada hari biasa pelanggan hanya membeli satu atau dua bungkus saja, saat liburan mereka bisa membeli lima hingga sepuluh bungkus sekaligus.
“Katanya buat oleh-oleh keluarga di rumah. Jadi beli banyak sekalian,” ujarnya sembari tersenyum.
Belanja oleh-oleh telah menjadi kegiatan wajib bagi para wisatawan sebelum kembali ke tempat asal mereka. Intan (29), seorang wisatawan asal Jakarta, mengaku sengaja menyiapkan dana khusus untuk berbelanja oleh-oleh saat berada di Purwokerto.
“Saya ke Purwokerto bawa mobil, jadi bisa borong. Biasanya saya beli keripik, getuk, sama batik Banyumasan buat oleh-oleh orang rumah,” ucapnya sambil antre di kasir dengan penuh semangat.
Ia menilai produk-produk oleh-oleh di Purwokerto memiliki cita rasa khas serta harga yang terjangkau. Selain itu, suasana toko yang nyaman dan pelayanan ramah turut menambah keseruan dalam pengalaman belanjanya.
“Rasanya beda sama yang dijual di online. Di sini lebih segar, bisa pilih langsung. Dan bisa icip juga sebelum beli,” tambahnya memberikan testimoni positif.
Libur sekolah tidak hanya menjadi momen bersenang-senang bagi para wisatawan tetapi juga berkah tersendiri bagi UMKM lokal yang bergerak di bidang oleh-oleh.
Momen ini tidak hanya menggerakkan ekonomi setempat tetapi juga memperkenalkan produk-produk khas Banyumas kepada khalayak yang lebih luas dari berbagai daerah lain di Indonesia.
Dengan demikian, libur sekolah mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal sekaligus mengenalkan kekayaan kuliner dan budaya Banyumas kepada para pengunjung dari berbagai penjuru negeri. (zet/stch)
















