BANYUMASEKSPRES.ID, Mario Suryo Aji, pembalap muda berbakat asal Indonesia, mengonfirmasi bahwa ia pernah menerima tantangan dari Honda Team Asia untuk berkompetisi di Moto2 pada tahun 2025.
Jika penampilannya memuaskan selama musim tersebut, ada peluang baginya untuk naik kelas ke MotoGP pada tahun 2026.
Dalam wawancara terbuka yang dilakukan pada hari Selasa, 9 Juni, Suryo Aji menjelaskan mengenai tantangan tersebut.
Ketika ditanya mengenai kebenaran tantangan dari Honda Team Asia itu, ia menjawab dengan tegas, “Ya, ada benar.”
Ini menandakan bahwa ada harapan besar bagi sang pembalap untuk melanjutkan kariernya ke tingkat yang lebih tinggi.
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana respons Mario Suryo Aji ketika mendengar tentang kemungkinan ini.
Ia menyatakan keinginannya untuk berlatih lebih giat guna memanfaatkan setiap kesempatan yang ada.
“Ingin latihan lebih giat, dari situ tahu kesempatan datang tidak terduga, memanfaatkan waktu sebaik mungkin adalah opsi dari momen tersebut,” ujarnya.
Namun, perjalanan karier Mario tidaklah mulus. Meskipun memulai musim Moto2 tahun lalu dengan baik bersama Honda Team Asia, ia harus menghadapi kenyataan pahit setelah mengalami cedera bahu yang memaksanya untuk menjalani operasi.
Operasi ini berdampak signifikan pada performanya, membuatnya absen cukup lama dan mengakhiri musim di urutan ke-26 klasemen dengan hanya delapan poin.
Sebelum cedera, Mario menunjukkan performa yang mengesankan dengan finis di posisi ke-15 dalam seri Moto2 Thailand dan posisi ke-9 di Moto2 Amerika Serikat.
Memasuki tahun 2026, Mario Suryo Aji kembali mengikuti ajang Moto2 dan ini menjadi musim kelimanya di Kejuaraan Dunia Balap Motor.
Sayangnya, nasib buruk kembali menghampirinya. Ia harus kembali naik meja operasi akibat retak tulang leher.
“Lima tahun di Kejuaraan Dunia Balap Motor, hampir setiap musimnya saya melakukan operasi akibat cedera,” ungkap pembalap berusia 22 tahun ini dengan nada penuh kesedihan.
Pertanyaannya kini adalah apakah harapan untuk naik ke MotoGP masih ada bagi Mario Suryo Aji pada musim 2027? Terlebih lagi mengingat bahwa mayoritas pembalap MotoGP akan habis kontrak pada tahun depan.
Menanggapi hal tersebut, ia menyatakan dengan tegas bahwa harapan itu masih ada.
“Masih ada harapan pasti, semua balik lagi ke diri Mario, seberapa keras Mario latihan, seberapa disiplin Mario; tidak ada faktor lain sih,” ujarnya dengan semangat.
Meskipun demikian, saat ini fokus utama Mario Suryo Aji adalah pemulihan dari cedera lehernya agar bisa melakukan comeback di ajang Moto2.
Hal ini menunjukkan betapa besar tekadnya untuk kembali bersaing di lintasan balap setelah mengalami berbagai rintangan dalam kariernya sebagai pembalap profesional.
Menariknya lagi, saat berbicara tentang targetnya untuk kembali kompetitif di Moto2 pada tahun 2026, Mario mengekspresikan motivasinya yang terinspirasi oleh kesuksesan tim sepak bola favoritnya, Arsenal.
Tim tersebut berhasil meraih gelar juara Liga Inggris pada musim 2025/2026 setelah penantian panjang selama 20 tahun lamanya.
Kebetulan pula momen kebangkitan Arsenal terjadi bersamaan dengan kepulangannya dari rumah sakit setelah menjalani operasi leher.
“Ya, enggak sempat nonton tapi itu bukan pertandingannya Arsenal; cuma Manchester City kebetulan kalah dari Bournemouth,” kata Mario sambil tersenyum saat bertemu media termasuk Jakarta pada hari Selasa (9/6).
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan Arsenal telah memberikan dorongan motivasi tersendiri baginya.
“Arsenal tim yang menaikkan motivasi Mario karena beberapa tahun ke belakang banyak direndahin; posisi dua terus dan akhirnya sekarang juara setelah 20 tahun. Banyak pesan moralnya,” tambahnya.
Dengan segala tantangan dan rintangan yang telah dilaluinya selama lima tahun berkiprah di dunia balap motor internasional, perjalanan karier Mario Suryo Aji tidak hanya menggambarkan ambisi seorang atlet muda tetapi juga ketekunan dan semangat juang yang tak kenal menyerah. (*/stch/dda)
















