Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Pemerintah Perketat Pengawasan QR Code BBM Subsidi untuk Antisipasi Mafia Pertalite
Masih Sendiri di Usia 28 Tahun, Arafah Tak Mau Pikirkan Pernikahan

Masih Sendiri di Usia 28 Tahun, Arafah Tak Mau Pikirkan Pernikahan

Belum Memikirkan PernikahanBelum Memikirkan Pernikahan
Arafah Rianti

BANYUMASEKSPRES.ID, Di tengah kesibukan dunia hiburan yang selalu dinamis, Arafah Rianti, seorang komika yang dikenal dengan humor cerdasnya, mengaku bahwa usianya yang kini menginjak 28 tahun tidak membuatnya memiliki rencana masa depan yang jelas.

Salah satu topik yang sering menjadi perbincangan adalah soal pernikahan.

Dalam sebuah kesempatan, saat berbincang dengan sahabatnya Praz Teguh, Arafah menyampaikan pandangannya tentang hal ini, terutama ketika Praz menanyakan apakah ia pernah memikirkan untuk memiliki anak.

“Lo pernah kepikiran punya anak enggak?” tanya Praz dengan nada iseng sekaligus serius.

Pertanyaan tersebut dijawab Arafah dengan nada datar dan lugas.

“Gue enggak kepikiran punya anak. Gue enggak kepikiran apa-apa sama hidup gue. Kayak yang sudah saja gitu. Gue hanya kepikiran besok mau makan apa. Sudah gitu saja,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Arafah lebih memilih untuk menjalani hidup dengan cara yang sederhana, tanpa terlalu larut dalam ambisi atau ekspektasi sosial yang seringkali membebani individu pada usia matang seperti dirinya.

Ia merasa bahwa banyak hal dalam hidup yang lebih penting untuk dipikirkan daripada sekadar merencanakan masa depan yang berorientasi pada pernikahan atau keluarga.

Meskipun tidak memiliki rencana konkret untuk menikah, Arafah juga menjelaskan alasannya mengapa ia belum menemukan pasangan hidup.

Menurutnya, alasan itu tidak terkait dengan keinginan untuk menemukan pria yang secara finansial lebih mapan darinya.

“Soal rezeki mah bisa cari bareng-bareng setelah menikah,” tuturnya menegaskan bahwa pencarian cinta sejatinya lebih kompleks daripada sekadar mencari pasangan berdasarkan status ekonomi.

Kecocokan menjadi faktor utama dalam membangun rumah tangga bagi Arafah.

Ia menjelaskan bahwa meski terdapat harapan untuk menjalin hubungan yang serius, kenyataannya sering kali dihadapkan pada situasi yang sulit dan tidak terduga.

“Cuma masalah hidup gue kayaknya ya di situ-situ saja. Pacaran, terus putus. Either itu dia selingkuh atau emang laki-lakinya sudah enggak mau lagi sama gue,” tuturnya dengan nada sedikit kecewa namun tetap realistis.

Pengalaman pahit dalam hubungan asmara memang menjadi bagian dari perjalanan hidup seorang Arafah Rianti.

Ia mengungkapkan pernah menjalin hubungan serius dengan mantan kekasihnya selama tiga tahun, dimana keduanya sempat mempertimbangkan konsep pernikahan sebelum akhirnya berpisah.

“Sedih banget gue waktu tahu dia sudah menikah. Karena dia enggak kasih tahu kalau mau nikah. Tiba-tiba kakaknya bikin Insta Story tentang pernikahan dia,” ungkapnya mengenang momen tak terduga yang membuatnya merasa dikhianati.

Cerita Arafah mencerminkan realitas banyak orang di generasi muda saat ini, di mana tekanan sosial untuk menikah di usia tertentu sering kali bertabrakan dengan kenyataan kehidupan pribadi yang jauh lebih rumit dan penuh liku-liku.

Dalam dunia modern saat ini, standar pernikahan dan keluarga telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.

Banyak individu kini memilih untuk fokus pada pengembangan diri dan karier sebelum mengambil langkah besar seperti menikah.

Hal ini menjadi refleksi dari perubahan nilai-nilai sosial yang berkembang seiring waktu.

Keputusan untuk menunda pernikahan atau bahkan memilih untuk tetap lajang bukan lagi sesuatu yang dianggap tabu, melainkan menjadi bentuk pilihan hidup yang semakin umum diterima oleh masyarakat luas.

Arafah Rianti adalah salah satu contoh dari fenomena ini, di mana ia memilih untuk mengikuti alur hidup sesuai keinginannya sendiri tanpa merasa terbebani oleh ekspektasi orang lain.

Meskipun ia berbagi tentang kesedihan dan kekecewaannya dalam urusan cinta, ada juga semangat tersendiri dalam diri Arafah untuk terus melangkah maju dan menghadapi tantangan di depan.

Sementara itu, sahabatnya Praz Teguh tampaknya memiliki pandangan berbeda mengenai kehidupan berkeluarga dan membina hubungan jangka panjang.

Mungkin bagi Praz, melihat teman-temannya memasuki fase baru dalam hidup mereka adalah hal yang wajar dan diharapkan terjadi juga pada Arafah.

Namun, Arafah menegaskan bahwa setiap orang memiliki jalan hidup masing-masing dan tidak ada satu pun cara yang benar atau salah dalam merencanakan masa depan mereka sendiri.

Ia menunjukkan kepada kita bahwa penting untuk menemukan kebahagiaan melalui cara kita sendiri tanpa harus terpengaruh oleh norma-norma sosial yang sering kali tidak relevan dengan situasi pribadi kita. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pemerintah Perketat QR Code BBM Subsidi

Pemerintah Perketat Pengawasan QR Code BBM Subsidi untuk Antisipasi Mafia Pertalite