BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Dalam upaya mencegah pergeseran pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ke Pertalite, pemerintah telah memperketat pengawasan penggunaan QR Code untuk BBM subsidi.
Langkah ini diambil setelah harga Pertamax mengalami kenaikan yang signifikan, yang berpotensi mendorong konsumen beralih ke bahan bakar yang lebih terjangkau tersebut.
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, mengakui bahwa ada potensi pergeseran konsumsi BBM.
Namun, menurut pemantauan yang dilakukan bersama Pertamina Patra Niaga selama dua hari pertama pasca-kenaikan harga, peralihan tersebut masih tergolong kecil.
“Itu juga fakta yang tidak bisa disangkal, akan ada kemungkinan besar pergeseran. Dalam dua hari ini apakah sudah ada pergeseran? Alhamdulillah tidak terlalu besar shifting-nya,” ujar Anggia saat konferensi pers di Kementerian ESDM.
Pernyataan ini mencerminkan keyakinan pemerintah bahwa meskipun ada potensi peralihan, dampaknya belum terlalu signifikan.
Dalam konteks ini, pemerintah telah mengambil langkah proaktif dengan meminta Pertamina dan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan distribusi BBM subsidi melalui sistem QR Code.
Sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa penyaluran Pertalite tetap tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.
“Antisipasi, mitigasi pasti dilakukan. Menteri ESDM sudah meminta Pertamina dan pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan di bawah,” tambah Anggia.
Namun demikian, Anggia menegaskan bahwa pengawasan semata tidak cukup tanpa dukungan dari masyarakat itu sendiri.
Dia menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan BBM sesuai dengan haknya masing-masing.
“Yang paling penting kesadaran dari masyarakat yang tumbuh. Mana yang haknya, mana yang bukan haknya, itu sih yang lebih penting,” jelasnya.
Anggota masyarakat diimbau untuk mempertimbangkan kembali pilihan mereka dalam menggunakan BBM.
Bagi mereka yang masih mampu membeli BBM nonsubsidi, diharapkan agar tidak beralih ke Pertalite demi menjaga subsidi energi bagi kelompok-kelompok tertentu seperti petani dan nelayan.
Subsidi energi seharusnya diprioritaskan bagi mereka agar aktivitas ekonomi mereka tetap berjalan dengan baik.
Pengawasan ketat terhadap penggunaan QR Code pada pembelian Pertalite menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan subsidi energi di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Dengan adanya langkah-langkah mitigasi dan kesadaran masyarakat yang ditingkatkan, pemerintah berharap dapat mencapai keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan masyarakat serta kemampuan fiskal negara. (*/stch/dda)














